PT Industri Karet Deli (IKD) membuka babak baru dalam penggunaan energi terbarukan di sektor manufaktur ban nasional dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas sekitar 10 MWp. Pembangkit ini terpasang di fasilitas produksi IKD di Kota Medan dan menjadi PLTS atap terbesar di sektor industri di Provinsi Sumatera Utara saat ini.
PLTS atap dengan kapasitas 10.004.630 Watt peak (Wp) ini mampu menghasilkan listrik bersih sekitar 12–13 Gigawatt hour (GWh) per tahun. Energi listrik tersebut langsung dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan operasional pabrik ban IKD. Penyaluran energi terbarukan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber listrik konvensional sekaligus mendukung transisi energi bersih nasional.
Dampak Lingkungan dan Komitmen Perusahaan
Pemasangan dan pengoperasian PLTS atap ini diperkirakan menurunkan emisi karbon dioksida (CO₂) hingga 10.000 ton per tahun. Jumlah penurunan emisi ini setara dengan penanaman sekitar 450.000 pohon per tahun, berdasarkan faktor emisi sistem ketenagalistrikan nasional. Hal ini menunjukkan kontribusi signifikan IKD dalam mengurangi jejak karbon dan mitigasi perubahan iklim.
Direktur PT Industri Karet Deli, Darkiat Tjangnaka, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan tonggak penting dalam transformasi energi perusahaan. Ia menegaskan bahwa energi terbarukan dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat ketahanan pasokan listrik di pabrik. IKD juga berkomitmen melakukan kajian agar kapasitas PLTS atap dapat ditambah di masa depan untuk lebih mendorong praktik industri ramah lingkungan.
Dukungan Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
Peresmian PLTS atap ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Pemerintah Kota Medan, Dinas Perindustrian dan ESDM Provinsi Sumatera Utara, serta sektor usaha dan pengembang proyek PT Greenroof Energy Indonesia. Pemerintah Kota Medan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif IKD yang sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan visi pembangunan berkelanjutan “Medan untuk Semua.”
Menurut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Medan, Citra Effendy Capah, proyek tersebut merupakan langkah konkrit mendorong transformasi energi hijau di tingkat daerah. Sementara itu, pihak PLN UP3 Medan Utara menilai pengembangan PLTS atap ini sebagai perwujudan komitmen penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor industri.
Mendorong Ekosistem Energi Berkelanjutan dan EV
Dengan kapasitas daya terpasang mencapai 22,86 MW, IKD merupakan pelanggan besar PLN yang memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan secara lebih luas. PLN juga mendorong penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di lingkungan industri sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi dan membangun ekosistem energi berkelanjutan.
PLTS atap IKD dikembangkan oleh PT Greenroof Energy Indonesia, joint venture antara Norfund dan Climate Fund Managers. Norfund sendiri adalah lembaga investasi pembangunan milik Pemerintah Norwegia, sedangkan Climate Fund Managers merupakan perusahaan manajemen investasi berbasis di Belanda yang fokus pada proyek energi terbarukan di negara berkembang. Sistem PLTS dibangun sesuai dengan standar teknis dan keselamatan ketenagalistrikan yang berlaku di Indonesia.
Transformasi Industri Ban Menuju Masa Depan Hijau
Langkah IKD dalam mengadopsi energi terbarukan bukan hanya upaya teknis, melainkan juga sikap strategis perusahaan untuk menjawab tuntutan global akan praktik produksi ramah lingkungan. Industri otomotif dan komponennya semakin dituntut untuk beralih ke metode produksi yang efisien dan berkelanjutan.
PLTS atap dengan kapasitas besar ini menjadi bukti bahwa produsen ban di Indonesia mampu bertransformasi menjadi sektor industri hijau yang berdaya saing tinggi. Inisiatif ini juga memperkuat arah pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air. Ke depan, pengembangan energi terbarukan di lingkungan industri seperti IKD dapat menjadi model bagi perusahaan lain dalam mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi.
Fakta Singkat Proyek PLTS Atap IKD:
- Kapasitas: 10 MWp atau 10.004.630 Watt peak
- Lokasi: Fasilitas produksi IKD, Kota Medan
- Produksi energi tahunan: 12–13 GWh listrik bersih
- Pengurangan emisi karbon: Sekitar 10.000 ton CO₂ per tahun
- Setara penanaman pohon: 450.000 pohon per tahun
- Proyek dikembangkan oleh: PT Greenroof Energy Indonesia (Norfund & Climate Fund Managers)
Inisiatif PT Industri Karet Deli ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor manufaktur dapat berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan dan mendorong perubahan menuju industri hijau. Penerapan PLTS atap berkapasitas 10 MWp di pabrik ban IKD menegaskan bahwa energi terbarukan bukan hanya solusi masa depan, tetapi juga peluang strategis yang mampu memperkuat bisnis dan lingkungan secara bersamaan.
Baca selengkapnya di: www.liputan6.com