
Mitsubishi Indonesia menghadirkan dua SUV yang cukup menarik perhatian, yaitu Mitsubishi Destinator dan Mitsubishi XForce. Keduanya terlihat sangat mirip dari sisi desain, tapi menyasar segmen pasar yang berbeda. Artikel ini akan membahas perbandingan keduanya dari berbagai aspek agar calon pembeli bisa menentukan pilihan tepat.
Dimensi menjadi pembeda utama antara Destinator dan XForce. Mitsubishi Destinator memiliki panjang 4.680 mm dengan lebar 1.810–1.840 mm dan tinggi 1.780 mm. Ground clearance-nya mencapai 244 mm, mendukung kemampuan menaklukkan berbagai jenis jalan. Sementara Mitsubishi XForce, yang hadir lebih dulu, memiliki panjang hanya 4.390 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.660 mm dengan ground clearance 222 mm. Dengan selisih sekitar 290 mm pada panjang bodi, Destinator didesain untuk memberikan ruang yang lebih luas dan konfigurasi tiga baris kursi.
Meski desain depan dan belakang keduanya tampak nyaris serupa, proporsi bodi memperlihatkan perbedaan karakter. Destinator memakai pilar C yang lebih tegak dan besar, menguatkan kesan SUV keluarga, sementara XForce lebih ramping dan compact, sesuai kebutuhan pengendara urban. Kap mesin Destinator yang lebih tinggi mengingatkan pada Pajero Sport, memberi aura maskulin dan kokoh. Desain lampu belakang dan spoiler hampir identik, menegaskan kesamaan DNA desain walaupun platformnya belum dikonfirmasi sama.
Lalu, bagaimana dengan interior? Desain dashboard Mitsubishi Destinator dan XForce mengadopsi konsep garis horizontal yang modern. Layout layar sentral dan tombol-tombol pengatur pun sangat mirip. Namun, Destinator memiliki konsol tengah lebih tinggi, memisahkan area pengemudi dan penumpang depan secara lebih jelas. Jok depan Destinator juga lebih bucket-style, memberikan kenyamanan dan dukungan saat perjalanan jauh. Ditambah, konfigurasi jok tiga baris di Destinator sangat fleksibel, dirancang untuk kenyamanan 7 penumpang, sedangkan XForce hanya memiliki ruang untuk 5 penumpang.
Perbedaan performa juga cukup signifikan. Destinator dibekali mesin 1.5L turbo MIVEC berkode 4B40 yang mampu menghasilkan tenaga 163 PS dan torsi puncak 250 Nm, didukung transmisi CVT delapan percepatan. Mesin ini juga pernah digunakan pada Mitsubishi Eclipse Cross. Sebaliknya, XForce mengusung mesin dengan kapasitas dan tenaga yang lebih rendah, menyesuaikan dengan bodi yang lebih kecil dan penggunaan harian di perkotaan. Destinator juga menonjol di bidang teknologi dengan fitur ADAS lengkap yang dinamai Diamond Sense, berbagai mode berkendara, panoramic sunroof, ambient light dengan pilihan 64 warna, serta konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay.
Harga jadi faktor pembeda penting lainnya. XForce dijual dengan rentang harga antara Rp 388 juta sampai Rp 429 jutaan untuk varian standar. Terdapat juga versi spesial 55th Anniversary yang dibanderol Rp 430,85 juta. Sedangkan Destinator memulai harga dari Rp 395 juta sampai Rp 510 juta untuk versi reguler. Varian spesial Destinator bisa mencapai Rp 520,5 juta, mencerminkan fitur dan kapasitas yang lebih lengkap.
Mengenai target konsumen, Mitsubishi XForce ideal untuk pengguna yang membutuhkan SUV ringkas, lincah, dan cocok untuk penggunaan di area perkotaan. SUV ini cukup efisien untuk kebutuhan harian dan mudah bermanuver di ruang sempit. Di sisi lain, Destinator diciptakan untuk keluarga yang aktif dengan kebutuhan ruang ekstra, performa lebih tinggi, serta fitur kenyamanan dan keselamatan yang lengkap untuk perjalanan jauh maupun petualangan off-road ringan.
Kedua SUV ini memang memiliki kemiripan desain yang memperkuat identitas merek Mitsubishi, tetapi masing-masing menyesuaikan diri dengan karakter pengguna yang berbeda. Destinator bukan sekadar versi panjang dari XForce, melainkan pengembangan yang fokus pada kapasitas dan kenyamanan keluarga. Sementara XForce lebih menonjol sebagai SUV lifestyle untuk mobilitas perkotaan.
Pilihan antara Mitsubishi Destinator dan XForce dapat dilihat dari segi kebutuhan utama: apakah membutuhkan SUV berkapasitas besar dan bertenaga, atau SUV kompak yang praktis digunakan sehari-hari. Keduanya membawa keunggulan masing-masing yang sesuai dengan karakter pasar dan pilihan gaya hidup pengendara masa kini.





