Setiap ons berat kendaraan Formula 1 sangat penting. Tim berusaha membangun mobil di bawah batas minimum berat yang ditetapkan, lalu menambahkan ballast untuk memenuhi syarat tersebut.
Jika mobil terlalu berat, ini menjadi kerugian. Berat minimum resmi untuk mobil F1 adalah 1.693 pound (sekitar 767 kilogram). Oleh karena itu, tim sering mencoba mengurangi berat pada bagian yang tidak berdampak besar pada performa, seperti cat mobil.
Namun, tim tidak bisa asal menghilangkan cat dan berlomba dengan bodi mobil berbahan karbon polos. FIA, otoritas pengatur F1, mewajibkan minimal 55% permukaan mobil harus dicat atau ditempeli stiker mulai musim 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan perbedaan visual antar mobil di lintasan.
Perbedaan warna dan desain livery bukan sekadar estetika. Ini membantu wasit dan marshal di lintasan mengidentifikasi mobil dengan cepat dan benar. Misalnya, ketika marshal melambaikan bendera biru, mereka harus memastikan mobil yang sedang dilap berada pada posisi dan kondisi yang tepat.
Selain aturan cat, mobil harus memenuhi syarat lainnya seperti pemasangan nomor yang terlihat dari depan dan samping. Ini memudahkan pengenalan saat balapan berlangsung, satu keharusan dalam sport secepat dan kompleks Formula 1.
Sejarah Aturan Livery di F1
Aturan mengenai warna mobil pernah jauh lebih ketat. Sampai tahun 1968, FIA mengharuskan mobil memakai warna nasional sesuai negara asal tim. Contohnya, merah untuk Italia, biru untuk Perancis, hijau untuk Inggris, dan putih untuk Jerman.
Meski aturan tersebut sudah lama dihapus, beberapa tim pabrikan seperti Ferrari dan Aston Martin masih mempertahankan warna tradisionalnya. Warna merah Ferrari dan hijau Aston Martin masih melekat erat sebagai identitas.
Legenda Mercedes, Alfred Neubauer, pernah menjelaskan bahwa perubahan warna tim Jerman dari putih menjadi silver adalah karena pembatasan bobot. Namun, kenyataannya aturan ini tidak benar-benar ada. Sejak 1930-an, warna silver sudah digunakan untuk mobil Jerman demi alasan lain seperti estetika dan branding.
Mengapa Tidak Gunakan Body Karbon Polos?
Sementara cat menambah berat sekitar 6 kilogram lebih, tim F1 tidak bisa langsung menggugurkan cat untuk menurunkan bobot. Aturan mewajibkan sejumlah luas permukaan cat demi alasan teknis dan operasional.
Selain itu, tim juga lebih suka mengalihkan bobot dari cat ke ballast yang bisa ditempatkan secara strategis pada mobil. Posisi ballast yang tepat membantu menurunkan titik gravitasi, meningkatkan keseimbangan dan performa pengemudi.
Perubahan besar pada regulasi seperti pergantian ukuran ban dari 13 ke 18 inci pada musim 2022 membuat bobot menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Aston Martin sempat mengurangi cat agar bisa memenuhi bobot minimum sekaligus mengoptimalkan distribusi berat.
Pentingnya Keseimbangan Visual dan Performa
FIA berupaya menjaga keseimbangan antara performa teknis dan kejelasan visual. Walau teknologi modern seperti kamera dan transponder membantu dalam monitoring, peninjauan secara visual tetap penting.
Keberadaan warna, nomor, dan livery memberi kemudahan dalam memantau mobil oleh offisial, marshal, dan penonton. Ini krusial untuk keamanan dan kelancaran balapan, khususnya dalam situasi-situasi kritis di lintasan.
Berbagai aturan ini menunjukkan bahwa meskipun pengurangan berat adalah prioritas, visual dan identifikasi mobil juga tak kalah penting di dunia balap kelas dunia seperti Formula 1. Kombinasi keduanya menjadi bagian integral dari regulasi yang ketat.
Ketentuan soal livery dan berat mobil mencerminkan keseriusan F1 menjaga standar kompetisi, estetika, dan keselamatan. Mobil dengan bodi karbon polos tanpa cat tidak hanya sulit diterima secara aturan, tetapi juga berpotensi mengganggu fungsi pengenalan dan komunikasi di lintasan balap.





