
Chery Tiggo 7 Pro baru-baru ini menjalani uji tabrak keselamatan oleh Global NCAP untuk pasar Afrika Selatan. Hasil uji menunjukkan penilaian yang cukup mengkhawatirkan dengan perolehan dua bintang bagi keselamatan penumpang dewasa dan tiga bintang untuk keselamatan anak-anak. Skor ini mengindikasikan perlunya perhatian serius terkait fitur keselamatan yang tersedia pada varian Tiggo 7 Pro tersebut.
Global NCAP menemukan sejumlah masalah pada kendaraan ini. Pertama, struktur bodi dan area pijakan kaki mobil dinilai kurang stabil dan tidak mampu menahan beban secara optimal saat terjadi benturan. Hal ini berpotensi menimbulkan cedera serius pada pengemudi dan penumpang jika terjadi kecelakaan. Selain itu, Chery Tiggo 7 Pro juga tidak menyediakan perlindungan kepala samping yang memadai dalam uji benturan samping menggunakan tiang. Kekurangan ini menimbulkan risiko cedera kepala yang berat bahkan pada benturan dengan kecepatan rendah.
Kekurangan Fitur Keselamatan Chery Tiggo 7 Pro
Global NCAP melaporkan bahwa meskipun fitur seperti Kontrol Stabilitas Elektronik (ESC) dan Pengingat Sabuk Pengaman (SBR) tersedia di semua posisi kursi, fitur-fitur tersebut tidak memenuhi standar minimal yang disyaratkan. Hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan fitur keselamatan aktif dan pasif pada Tiggo 7 Pro belum optimal dan masih jauh dari ideal. Sebagai varian terendah di pasar Afrika Selatan, Tiggo 7 Pro berada di bawah varian Tiggo 7 dan Tiggo PHEV yang menggunakan teknologi Chery Super Hybrid.
Kontroversi Soal Publikasi Hasil Uji
Kondisi buruk hasil uji tabrak ini semakin diperparah oleh langkah pemasaran Chery yang menggunakan skor hasil Euro NCAP 5 bintang pada Tiggo 7 CSH untuk mempromosikan Tiggo 7 Pro di Afrika Selatan. Global NCAP secara tegas mengkritik hal ini karena nilai Euro NCAP tersebut tidak berlaku untuk model yang dijual di pasar Afrika Selatan. Richard Woods, CEO Global NCAP, menekankan bahwa penggunaan hasil uji berbeda pasar secara selektif dapat menyesatkan konsumen. "Konsumen Afrika Selatan membutuhkan informasi independen dan akurat untuk mendukung keputusan pembelian mereka," ujarnya.
Selaras dengan itu, Bobby Ramagwede, Kepala Eksekutif Asosiasi Otomotif Afrika Selatan, menyatakan keberatan dengan perilaku Chery. Menurutnya, publikasi hasil uji yang hanya menyoroti model dengan rating tinggi tanpa menunjukkan kekurangan varian entry-level bisa memberikan persepsi yang tidak tepat bagi pembeli. Ia menegaskan pentingnya adanya standar regulasi keselamatan yang lebih kuat di Afrika Selatan agar semua kendaraan yang beredar layak menerima perlakuan yang sama dalam aspek keselamatan.
Pentingnya Standar Keselamatan yang Konsisten
Kasus ini menjorokkan perhatian pada kebutuhan standar keselamatan kendaraan yang setara bagi semua pasar, tanpa mengedepankan perbedaan harga atau kelas kendaraan. Bintang dua dari Global NCAP bagi Tiggo 7 Pro memperlihatkan lemahnya perlindungan bagi pengendara dan penumpang dalam kendaraan entry-level. Komitmen produsen untuk memperbaiki fitur keselamatan pada seluruh varian menjadi aspek krusial demi mengurangi risiko kecelakaan fatal dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Berikut beberapa catatan penting dari uji Global NCAP pada Chery Tiggo 7 Pro:
- Struktur bodi dan area pijakan kaki yang kurang stabil.
- Tidak adanya perlindungan kepala samping, berisiko cedera saat benturan samping.
- Fitur ESC dan pengingat sabuk pengaman standar yang tidak memenuhi persyaratan minimal.
- Ketidaksesuaian promosi marketing dengan hasil uji keselamatan pasar spesifik.
Hasil uji ini menjadi peringatan bagi produsen agar transparan dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi keselamatan. Selain itu, menjadi sinyal bagi regulator dan konsumen untuk menuntut standar yang lebih tinggi dalam aspek keselamatan kendaraan, khususnya di pasar berkembang seperti Afrika Selatan. Pemeriksaan dan pengetatan regulasi diharapkan dapat mendorong produsen menghadirkan kendaraan yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga aman bagi pengguna jalan.
Baca selengkapnya di: www.cnnindonesia.com




