
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mempersiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi kemacetan kendaraan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama masa mudik Lebaran. Fokus utama pengawasan ditempatkan pada titik-titik krusial yang diprediksi menjadi pusat kepadatan arus lalu lintas, khususnya di pintu keluar tol dan kawasan wisata populer.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pengoperasian jalan tol fungsional Prambanan–Purwomartani menjadi salah satu solusi utama untuk memperlancar arus mudik menuju Yogyakarta. Jalan tol ini akan berakhir di Exit Tol Purwomartani, yang berpotensi menjadi titik tumpu kendaraan masuk ke jalan nasional dan arteri, sehingga pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut perlu dioptimalkan.
Pengawasan dan Rekayasa Lalu Lintas di Titik Krusial
Dudy menegaskan perlunya pengawasan intensif sekaligus rekayasa lalu lintas yang melibatkan koordinasi erat antara Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas), Dinas Perhubungan, dan pengelola jalan tol. Penempatan personel serta sarana pendukung di lapangan menjadi bagian penting guna meminimalkan risiko kemacetan yang bisa terjadi selama puncak arus mudik maupun balik.
Selain pengelolaan di area tol, perhatian khusus juga diarahkan pada potensi kemacetan akibat pasar tumpah yang sering menghambat arus kendaraan di beberapa titik. Titik rawan pasar tumpah di Yogyakarta antara lain Pasar Bendungan, Pasar Mangiran Srandakan, dan Pasar Demangan. Pihak Pemprov DIY diminta untuk melakukan antisipasi agar pengendalian dan pengaturan lalu lintas dapat berjalan efektif.
Kawasan Wisata dan Pasar Tumpah Jadi Perhatian
Lonjakan kendaraan menuju destinasi wisata menjadi perhatian Kemenhub. Kawasan strategis seperti Malioboro, Kaliurang, Parangtritis, dan Pantai Baron diperkirakan menjadi titik yang mengalami kepadatan tinggi. Untuk itu, diperlukan manajemen arus lalu lintas terpadu agar lonjakan pengunjung ke dan dari lokasi wisata dapat terkelola dengan baik.
Khusus untuk Jalan Malioboro, Kepolisian Daerah setempat akan memberlakukan sterilisasi kendaraan mulai pukul 18.00 WIB saat malam pergantian tahun untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengunjung.
Aspek Keselamatan dan Titik Rawan Bencana
Kemenhub juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan selama mudik di DIY. Daerah ini memiliki sebanyak 46 titik perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan. Hingga saat ini, sudah ditambah delapan penjaga perlintasan guna meningkatkan pengawasan dan meminimalisasi potensi kecelakaan.
Selain itu, kawasan rawan bencana seperti daerah yang terdampak aktivitas Gunung Merapi, banjir, dan longsor juga menjadi fokus pengawasan. Upaya mitigasi risiko bencana terus dilakukan agar tidak mengganggu kelancaran arus mudik dan keselamatan masyarakat.
Pembentukan Posko Pelayanan dan Monitoring
Sebagai langkah tambahan, Kemenhub meminta dukungan Pemerintah Provinsi DIY untuk membentuk Posko Pelayanan dan Monitoring Angkutan Lebaran. Posko ini bertugas memastikan kesiapan armada angkutan, simpul transportasi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan pengemudi, sehingga layanan mudik dapat berjalan lancar dan aman.
Penyampaian Informasi dan Edukasi Keselamatan
Tidak kalah penting, penyediaan informasi yang memadai terkait mudik disiapkan bagi masyarakat. Kemenhub mengingatkan pentingnya sosialisasi mengenai keselamatan berkendara, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi. Informasi terkait kondisi cuaca dan kepadatan lalu lintas juga akan disampaikan secara berkala agar pemudik dapat mengambil keputusan perjalanan yang tepat.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, diharapkan arus mudik dan balik di Yogyakarta dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Sinergi antara Kemenhub, kepolisian, pemerintah daerah, dan pengelola jalan tol menjadi kunci dalam mengelola mobilitas warga di masa Lebaran mendatang. Pengelolaan transportasi yang terintegrasi akan memberikan dampak positif bagi pengalaman mudik masyarakat sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.
Baca selengkapnya di: otomotif.kompas.com




