
Pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) menghadapi tekanan signifikan akibat meningkatnya minat konsumen pada mobil listrik harga terjangkau. Sepanjang 2025, penjualan LCGC mengalami perlambatan yang cukup tajam, berbanding terbalik dengan lonjakan penjualan mobil listrik. Konsumen mulai mempertimbangkan ulang pilihan kendaraan harian mereka di tengah perubahan preferensi dan kondisi ekonomi yang menantang.
Mobil listrik asal China yang menawarkan harga bersaing menjadi salah satu faktor utama menekan pasar LCGC. Sepanjang 2025, penjualan wholesales mobil listrik murni (BEV) mencapai 103.931 unit, naik 140,64 persen dibandingkan 2024 yang hanya sebesar 43.188 unit. Pemerintah sebelumnya memberikan insentif, seperti pembebasan bea masuk impor (CBU), namun kebijakan ini resmi dihentikan pada akhir 2025. Awal 2026, harga mobil listrik diprediksi mengalami penyesuaian sehingga segmen LCGC kembali dianggap relevan bagi sebagian konsumen.
Daihatsu Sigra sebagai Pilihan Ekonomis Keluarga
Daihatsu Sigra tetap menjadi model LCGC unggulan untuk keluarga berkapasitas tujuh penumpang. Mobil ini menawarkan dimensi kompak, konsumsi bahan bakar efisien, serta biaya operasional rendah. Harga OTR Jakarta Sigra untuk awal 2026 dibanderol mulai dari Rp143.200.000 untuk tipe 1.0 D MT hingga Rp186.800.000 untuk tipe 1.2 R Deluxe AT. Pilihan mesin yang tersedia adalah 1.0 liter dan 1.2 liter dengan opsi transmisi manual dan otomatis.
Jaringan servis Daihatsu yang luas menjadi nilai tambah Sigra di pasar LCGC. Kombinasi harga terjangkau dan fitur fungsional membuat Sigra tetap menarik bagi konsumen yang mencari mobil keluarga ekonomis.
Honda Brio Satya dengan Performa Menonjol
Honda Brio Satya menonjolkan karakter berkendara sporty berkat mesin 1.2L i-VTEC yang responsif. Model ini populer di kalangan konsumen muda dan pengguna perkotaan. Di tahun 2026, Honda menghadirkan varian Brio Satya S CVT sebagai opsi transmisi otomatis paling ekonomis. Harga OTR Jakarta Brio Satya mulai dari Rp170.400.000 untuk varian S MT, naik sampai Rp206.700.000 untuk varian E CVT.
Walaupun harga Brio Satya relatif lebih tinggi dibandingkan rivalnya, keunggulan performa mesin dan citra merek menjadi faktor penting bagi sebagian pembeli. Nilai jual kembali yang baik juga menjadi daya tarik tersendiri.
Toyota Agya dengan Platform DNGA Baru
Toyota Agya terbaru di tahun 2026 menggunakan platform DNGA (Daihatsu New Global Architecture) yang meningkatkan stabilitas dan kenyamanan berkendara. Lini Agya terdiri dari varian LCGC dan GR Sport yang tidak termasuk LCGC. Varian LCGC cocok bagi konsumen yang mengutamakan mobil ekonomis dan handal.
Harga OTR Jakarta Toyota Agya LCGC mulai dari Rp173.800.000 untuk tipe 1.2 E MT hingga Rp201.200.000 untuk tipe Stylix 1.2 G CVT dengan GR Parts. Desain modern dan fitur keselamatan lengkap membuat Agya tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat.
Daftar Harga Daihatsu Sigra dan Rivalnya Awal 2026
| Model | Harga OTR Jakarta (Rp) |
|---|---|
| New Sigra 1.0 D MT | 143.200.000 |
| New Sigra 1.0 M MT | 153.800.000 |
| New Sigra 1.2 X MT | 161.500.000 |
| New Sigra 1.2 X AT | 174.800.000 |
| New Sigra 1.2 X Deluxe MT | 167.100.000 |
| New Sigra 1.2 X Deluxe AT | 180.300.000 |
| New Sigra 1.2 R MT | 168.200.000 |
| New Sigra 1.2 R AT | 183.000.000 |
| New Sigra 1.2 R Deluxe MT | 172.000.000 |
| New Sigra 1.2 R Deluxe AT | 186.800.000 |
| Brio Satya S MT | 170.400.000 |
| Brio Satya S CVT | 183.500.000 |
| Brio Satya E MT | 185.500.000 |
| Brio Satya E CVT | 206.700.000 |
| New Agya 1.2 E MT | 173.800.000 |
| New Agya 1.2 G MT | 181.500.000 |
| New Agya 1.2 G AT | 197.700.000 |
| New Agya Stylix 1.2 G CVT | 201.200.000 |
LCGC Tetap Relevan di 2026
Walaupun tren mobil listrik semakin kuat, LCGC masih memberikan pilihan yang relevan bagi masyarakat dengan kebutuhan kendaraan ekonomis. Faktor kemudahan perawatan, harga beli yang stabil, dan jaringan servis yang luas membuat segmen ini tetap diminati. Dengan berakhirnya insentif mobil listrik, harga kendaraan listrik berpotensi naik sehingga membuka peluang bagi pasar LCGC mempertahankan posisi.
Konsumen yang mencari solusi mobilitas praktis dengan dana terbatas masih dapat mengandalkan LCGC sebagai alternatif yang efisien dan terjangkau di pasar otomotif Indonesia awal 2026. Perkembangan pasar selanjutnya akan bergantung pada dinamika harga dan teknologi kendaraan, termasuk insentif yang mungkin kembali diberlakukan bagi mobil listrik.





