Toyota Digeruduk Gugatan Massal Transmisi Otomatis Rusak Dini dan Risiko Bahaya yang Mengancam Konsumen Amerika

Toyota menghadapi gugatan massal baru di Amerika Serikat terkait masalah transmisi otomatis delapan percepatan tipe UA80 yang digunakan pada beberapa model kendaraan. Gugatan ini diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik New Jersey, menguatkan indikasi bahwa persoalan transmisi tidak terbatas pada satu wilayah saja.

Gugatan mencakup berbagai model, mulai dari Toyota Highlander 2017 hingga Lexus TX 350 yang masih dipasarkan saat ini. Keluhan utama tertuju pada dua cacat yang disebut berbahaya karena dapat membuat kendaraan berperilaku tidak terduga dan menurunkan keandalan jangka panjang.

Permasalahan pada transmisi UA80

Dokumen gugatan menjelaskan bahwa kerusakan transmisi berasal dari dua sumber utama. Pertama, kerusakan mekanis akibat panas berlebih dalam gearbox yang mempercepat keausan dan menurunkan kualitas cairan transmisi. Kedua, masalah perangkat lunak yang mengakibatkan perpindahan gigi terlalu dini serta pengaktifan kopling konverter torsi sebelum waktunya.

Keluhan dari konsumen meliputi:

  1. Kegagalan perpindahan gigi
  2. Selip mendadak
  3. Kebocoran cairan transmisi
  4. Perpindahan gigi yang kasar
  5. Bau terbakar dan suara aneh
  6. Hilangnya tenaga saat berkendara

Salah satu penggugat, James LaBoutheller, pemilik Toyota Camry XSE 2020, melaporkan mendapatkan suara tidak normal dan harus mengganti transmisi. Meski Toyota menyediakan unit baru, biaya pemasangan tidak di-cover sehingga harus membayar sendiri hingga ribuan dolar.

Toyota dituding sudah mengetahui masalah sejak awal

Para penggugat mengklaim bahwa Toyota sebenarnya telah mengetahui cacat ini saat pengujian ketahanan sebelum transmisi dipasangkan ke kendaraan konsumen. Namun, perusahaan dianggap mengabaikan berbagai sinyal peringatan selama bertahun-tahun, termasuk data internal, keluhan pelanggan, hingga catatan servis dealer.

Toyota juga disebut melakukan pembaruan perangkat lunak yang justru mempercepat keausan demi meningkatkan efisiensi bahan bakar. Selain itu, perusahaan dianggap terus meyakinkan pelanggan bahwa kendaraan dalam kondisi normal. Klaim garansi seringkali ditolak bila masalah muncul setelah mencapai batas jarak tempuh walaupun kerusakan sudah terasa sejak awal.

Dampak luas terhadap berbagai model Toyota dan Lexus

Gugatan terbaru memperluas daftar kendaraan yang bermasalah, mencakup model-model berikut:

  1. Toyota Highlander (2017-sekarang)
  2. Toyota Grand Highlander (2024-sekarang)
  3. Toyota Camry (2018-2024)
  4. Toyota Sienna (2017-2020)
  5. Toyota Avalon (2019-2022)
  6. Toyota RAV4 (2019-sekarang)
  7. Lexus RX 350 (2023-sekarang)
  8. Lexus ES 250 (2021-sekarang)
  9. Lexus ES 350 (2019-sekarang)
  10. Lexus NX 250 dan NX 350 (2022-sekarang)
  11. Lexus TX 350 (2024-sekarang)

Upaya hukum dan tuntutan penggugat

Penggugat mewakili pemilik dan penyewa berbagai model kendaraan terdampak di seluruh AS. Mereka menuntut agar perkara diselesaikan di persidangan juri, termasuk ganti rugi, restitusi, dan perintah pengadilan untuk Toyota. Kasus ini merupakan gugatan class action ketiga yang muncul dalam beberapa waktu terakhir, menunjukkan tekanan hukum signifikan terhadap Toyota atas masalah transmisi UA80.

Sementara itu, insiden sebelumnya di California juga melibatkan klaim kerusakan transmisi total pada Toyota Highlander 2020 dengan biaya perbaikan melebihi 7.400 dolar AS. Penggugat menyatakan bahwa cacat desain tersebut belum mendapat solusi berarti dari Toyota.

Perkembangan kasus ini akan sangat menentukan bagaimana Toyota merespons isu kualitas transmisi otomatis dan dampaknya bagi kepercayaan konsumen di pasar Amerika Serikat. Gugatan ini menyoroti pentingnya transparansi dan penanganan cepat ketika produsen kendaraan menghadapi masalah teknis signifikan yang bisa berpengaruh pada keselamatan dan nilai jual kendaraan.

Berita Terkait

Back to top button