
Toyota Urban Cruiser dan Suzuki e Vitara merupakan dua model mobil listrik yang saat ini tersedia di pasar Indonesia. Secara teknis, kedua mobil ini hampir identik karena Urban Cruiser merupakan hasil rebadge dari e Vitara. Meski begitu, keduanya mempunyai sejumlah perbedaan yang mencakup aspek desain, pilihan warna, harga, serta fitur tertentu yang layak untuk diketahui konsumennya.
Perbedaan Eksterior dan Desain
Meskipun berasal dari basis yang sama, Toyota dan Suzuki membekali masing-masing produk dengan identitas desain yang khas sesuai DNA masing-masing merek. Toyota Urban Cruiser menampilkan gaya eksterior dengan sentuhan desain khas Toyota, sementara Suzuki e Vitara menampilkan elemen desain yang mewakili karakter Suzuki. Hal ini memungkinkan konsumen merasakan nuansa berbeda meski modelnya teknis hampir sama.
Harga dan Pilihan Warna
Harga untuk Toyota Urban Cruiser dibanderol mulai dari Rp 759 juta untuk varian satu warna (one tone) dan Rp 763 juta untuk varian dua warna (two tone). Sebaliknya, Suzuki e Vitara hadir dengan harga sedikit lebih rendah, yaitu Rp 755 juta untuk varian one tone dan Rp 758 juta untuk varian two tone. Adanya perbedaan harga ini juga terlihat pada selisih harga antar varian yakni Rp 4 juta di Toyota dan Rp 3 juta di Suzuki.
Pilihan warna yang ditawarkan juga berbeda signifikan. Toyota menyediakan dua warna one tone yaitu pearl artic white dan pearl bluish black, serta pilihan two tone dengan kombinasi pearl artic white dan atap hitam. Suzuki memberikan lebih banyak variasi warna, termasuk pearl bluish black untuk one tone dan dua versi two tone yang mengombinasikan pearl artic white dengan pearl bluish black serta land breeze green pearl metallic. Suzuki unggul dalam hal variasi warna yang lebih beragam.
Dimensi dan Performa
Dari segi dimensi, Toyota Urban Cruiser sedikit lebih panjang dengan ukuran 4.285 mm (panjang) x 1.800 mm (lebar) x 1.640 mm (tinggi) dan jarak sumbu roda 2.700 mm serta ground clearance 180 mm. Suzuki e Vitara berukuran sedikit lebih pendek yakni 4.275 mm x 1.800 mm x 1.635 mm dengan jarak sumbu roda dan ground clearance yang sama.
Kedua model menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh, yang mensuplai motor listrik tunggal dengan tenaga 128 hp ke roda depan. Toyota mengklaim jarak tempuh Urban Cruiser sekitar 426,7 km dalam skala WLTP, sedangkan e Vitara memiliki perkiraan jarak jelajah 426 km. Keduanya dapat mengisi baterai dari 15 hingga 80 persen dalam waktu 50 menit melalui fast charging.
Interior dan Fitur Hiburan
Bagian interior keduanya hampir identik, mulai dari material, warna, hingga desain kabin yang mengusung kombinasi warna hitam dan coklat. Area kabin juga memakai material soft touch di beberapa sisi untuk memberikan kesan mewah dan nyaman. Head unit berukuran 10,1 inci yang terintegrasi dengan meter cluster digital menjadi fitur standar kedua mobil.
Perbedaan terdapat pada sistem audio. Suzuki e Vitara memilih menggunakan sistem premium dari Infinity Audio System, sedangkan Toyota Urban Cruiser memakai produk dari JBL. Perbedaan ini dapat mempengaruhi kualitas suara dan pengalaman hiburan di dalam kabin.
Fitur Keselamatan ADAS
Kedua mobil juga dilengkapi dengan sistem Advanced Driving Assistance System (ADAS) yang berfungsi meningkatkan keamanan berkendara. Sistem ini dinamai Toyota Safety Sense pada Urban Cruiser dan Suzuki Safety Support pada e Vitara. Masing-masing memiliki fitur yang hampir sama, di antaranya:
- Brake Support System (Toyota) / Dual Sensor Brake Support II (Suzuki)
- Adaptive Cruise Control (ACC)
- Lane Keep Assist (LKA)
- Lane Departure Prevention (LDP)
- Blind Spot Monitoring (BSM)
- Rear Cross Traffic Alert (RCTA)
- Adaptive High Beam System (AHS)
Perbedaan minor terdapat pada fitur tambahan Multiple Collision Braking yang hanya ada di Suzuki Safety Support, serta istilah sistem rem bantuan yang berbeda di masing-masing merek. Fitur keselamatan ini menunjukkan komitmen kedua pabrikan dalam menghadirkan pengalaman mengemudi yang aman.
Toyota Urban Cruiser dan Suzuki e Vitara menawarkan produk yang kompetitif dari segi teknologi listrik dan fitur keselamatan. Pilihan antara keduanya lebih banyak ditentukan oleh preferensi desain, variasi warna, dan preferensi merek. Harga yang ditawarkan pun hampir bersaing dengan selisih yang tidak terlalu besar. Pemilihan audio premium dan fitur ADAS menjadi faktor pembeda minor namun tetap penting bagi sebagian konsumen. Dengan teknologi yang serupa, kedua mobil ini menjadi opsi menarik di segmen kendaraan listrik kompak yang terus berkembang di Indonesia.
Source: otodriver.com



