Mobil PHEV Boros Bensin Empat Kali Lipat dari Klaim Pabrikan Ini Bukti Nyata Efisiensi Hibrida Harus Direvisi

Sebuah penelitian besar yang digelar oleh Fraunhofer Institute mengungkap fakta mengejutkan mengenai efisiensi bahan bakar mobil plug-in hybrid (PHEV). Studi ini menunjukkan mobil PHEV mengonsumsi bahan bakar jauh lebih banyak daripada klaim resmi pabrikan yang sering digunakan sebagai patokan.

Berdasarkan data hampir satu juta kendaraan PHEV di Eropa, rata-rata konsumsi bahan bakar mencapai 6,12 liter per 100 kilometer. Jumlah ini lebih dari 3,9 kali lipat konsumsi resmi menurut standar WLTP yang hanya sekitar 1,57 liter per 100 kilometer. Temuan ini meruntuhkan anggapan bahwa mobil PHEV secara signifikan lebih hemat bahan bakar dibanding kendaraan konvensional.

Perbedaan Antara Pengujian Laboratorium dan Penggunaan Nyata
Klaim konsumsi bahan bakar PHEV selama ini bersandar pada pengujian laboratorium yang sangat terkontrol. Namun, premis tersebut tidak berlaku sepenuhnya dalam kondisi berkendara sehari-hari.
Fraunhofer Institute menggunakan alat ukur dalam mobil yang mencatat konsumsi bahan bakar secara real time dalam berbagai situasi dan gaya mengemudi. Hasilnya, banyak mobil PHEV harus sering menyalakan mesin bensin, meskipun baterai masih memiliki daya.

Mesin Bensin Sering Aktif Meski Baterai Tersisa
Penelitian juga menemukan mesin bensin mobil PHEV aktif lebih sering dari ekspektasi. Mesin menyala saat pengemudi menginginkan akselerasi lebih kuat, menggunakan pemanas, atau ketika baterai mulai melemah.
Kondisi ini menyebabkan pengendara tetap mengandalkan bahan bakar fosil meski memiliki sumber listrik di baterai, sehingga konsumsi bensin menjadi lebih tinggi dari kalkulasi pabrik.

Variasi Konsumsi Antar Merek Mobil
Hasil studi memperlihatkan perbedaan mencolok di antara merek-merek mobil PHEV. Model mewah seperti Porsche, Bentley, dan Ferrari cenderung lebih boros bahan bakar karena jarang mengisi ulang baterai.
Sebagian besar Porsche yang disurvei bahkan tidak pernah diisi ulang daya baterainya selama periode penelitian. Hal ini membuat baterai hanya menjadi beban tambahan tanpa memberikan penghematan bahan bakar yang diharapkan.

Dorongan Revisi Metode Pengujian
Para peneliti dan pembuat kebijakan mengajak untuk merevisi metode pengujian efisiensi bahan bakar mobil PHEV agar mencerminkan penggunaan nyata di jalan. Mereka menilai standar saat ini terlalu ideal dan tidak mewakili kondisi sebenarnya.
Revisi ini direncanakan mulai diterapkan pada aturan baru di tahun 2027. Tujuannya adalah memberikan gambaran yang lebih transparan dan akurat bagi konsumen dalam memilih kendaraan ramah lingkungan.

Manfaat Transparansi Efisiensi untuk Konsumen
Angka konsumsi bahan bakar yang lebih realistis akan membantu konsumen memahami biaya operasional sesungguhnya dari mobil PHEV.
Dengan data yang jujur, pembeli bisa membuat keputusan lebih tepat mengenai kendaraan yang mereka butuhkan dan bagaimana mengatur gaya berkendara guna mengoptimalkan penggunaan energi listrik dan bahan bakar.

Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Meski mobil PHEV dijual sebagai solusi transisi menuju kendaraan rendah emisi, hasil studi ini mengingatkan bahwa teknologi tersebut masih menghadapi kendala praktis.
Kebutuhan pengisian baterai yang tepat dan penggunaan mesin bensin yang efisien menjadi faktor krusial dalam menentukan seberapa hemat sebuah PHEV di kondisi nyata.

Data ini juga membuka ruang diskusi lebih luas mengenai peran PHEV dalam transformasi energi dan transportasi ramah lingkungan. Studi Fraunhofer Institute menjadi rujukan penting dalam upaya menyelaraskan kebijakan, teknologi, dan perilaku pengguna kendaraan listrik hibrida plug-in ke depan.

Penemuan ini diharapkan memicu kemajuan pada pengembangan teknologi baterai dan mesin pembakaran, serta peningkatan infrastruktur pengisian daya yang memadai. Semua langkah ini bertujuan supaya mobil PHEV benar-benar dapat memenuhi janji efisiensi bahan bakar dan menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan di masa depan.

Baca selengkapnya di: www.liputan6.com
Exit mobile version