GIICOMVEC 2026 Hadir dengan Area Lebih Luas Gempur Ekspor Kendaraan Niaga dan Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global

GIICOMVEC 2026 akan digelar pada awal April mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dan mengambil tempat di Hall B dan C dengan area yang lebih luas mencapai 16.000 meter persegi. Pameran kendaraan komersial dua tahunan ini berambisi menjadi panggung strategis untuk meningkatkan ekspor kendaraan niaga Indonesia sekaligus memperkuat posisi dalam rantai pasok otomotif global.

Penyelenggara, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menargetkan GIICOMVEC 2026 sebagai wadah solusi bagi kebutuhan armada industri seperti logistik dan pertambangan. Acara ini juga difokuskan untuk memperluas jaringan ekspor ke pasar internasional dengan menjembatani produsen lokal dan pembeli potensial baik domestik maupun global.

Ekspansi Area dan Partisipasi Merek Besar

Salah satu hal yang menonjol adalah perpindahan GIICOMVEC ke area yang lebih luas sebagai bentuk ekspansi penting. Dengan tempat baru seluas 16.000 meter persegi, GIICOMVEC 2026 siap menampung lebih banyak peserta dan pengunjung bisnis profesional yang diperkirakan mencapai lebih dari 11.000 orang.

Berbagai merek besar kendaraan komersial dipastikan ikut serta, antara lain Daihatsu, DFSK, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Suzuki, Toyota, dan Wuling. Selain itu, terdapat paviliun khusus untuk produsen asal Cina dengan area 300 meter persegi yang menampilkan inovasi teranyar dari negara tirai bambu tersebut.

Potensi Pasar dan Kapasitas Produksi yang Belum Maksimal

Menurut Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, ekspor kendaraan utuh (CBU) Indonesia pada tahun lalu mencapai 518.212 unit ke 93 negara, naik 9,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 472.194 unit. Sektor kendaraan komersial berkontribusi sekitar 20.326 unit atau 4 persen dari total ekspor tersebut, menunjukkan adanya pasar yang tengah tumbuh dan potensial.

Meskipun demikian, kapasitas produksi nasional kendaraan komersial saat ini masih jauh dari optimal. Dari total kapasitas produksi tahunan sebesar 2,59 juta unit, realisasinya baru mencapai sekitar 1,3 juta unit. Putu menegaskan bahwa masih ada sekitar 1,2 juta unit kapasitas produksi yang dapat dimaksimalkan jika pangsa pasar didorong lebih luas lagi.

Fokus pada Solusi Bisnis dan Inovasi Teknologi

GIICOMVEC 2026 mengusung konsep Business-to-Business (B2B) yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan sektor produktif seperti logistik, pertambangan, dan industri lain yang bergantung pada kendaraan niaga. Forum ini menjadi titik temu solusi terpadu, yang sekaligus menampilkan teknologi terbaru dalam kendaraan komersial di Indonesia.

Ketua Penyelenggara GIICOMVEC 2026, Anton Kumonty, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk mendukung transformasi industri menuju keberlanjutan. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang unjuk produk, tetapi juga menjadi platform pengembangan teknologi dan inovasi yang dapat diaplikasikan di lapangan.

Program Edukasi dan Aktivitas Demonstrasi

Selain pameran kendaraan secara statis, GIICOMVEC 2026 juga menghadirkan berbagai program edukasi. Salah satu agenda utama adalah Daily Seminar yang mengangkat berbagai isu krusial di sektor kendaraan niaga. Contohnya adalah sesi manajemen transportasi barang berbahaya yang diselenggarakan bersama KAMSELINDO, sebuah asosiasi di bidang keselamatan transportasi.

Acara ini juga menyediakan area uji coba (demo) bagi calon pembeli kendaraan niaga untuk mencoba secara langsung performa truk dan bus yang ditampilkan. Fasilitas ini diharapkan membantu para pengusaha dalam mengambil keputusan pembelian yang tepat sesuai kebutuhan industri mereka.

Dukungan Industri dan Target Jangka Panjang

GIICOMVEC 2026 didukung oleh berbagai sponsor utama seperti Sailun Group, Pertamina Lubricants, dan Lalamove. Tiga hari pertama pameran khusus untuk kalangan bisnis kendaraan komersial, sedangkan hari terakhir dibuka umum untuk masyarakat secara luas.

Melalui kolaborasi dengan berbagai asosiasi dan pelaku industri, Gaikindo berharap GIICOMVEC 2026 mampu semakin membuka akses pasar global bagi produk kendaraan niaga Indonesia. Peningkatan angka ekspor dari pameran ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk pertumbuhan ekonomi nasional, terutama sektor otomotif yang terus menunjukkan tren positif.

Source: carvaganza.com

Berita Terkait

Back to top button