
BYD, produsen kendaraan energi baru terbesar di China, kini meluncurkan program pembiayaan otomotif dengan skema bunga rendah selama tujuh tahun. Penawaran ini mengikuti jejak Tesla dan lebih dari selusin produsen mobil lain yang memperkenalkan tawaran serupa untuk menarik konsumen.
Program ini berlaku hingga akhir Maret dan mencakup beberapa model populer dari lini BYD Ocean dan sub-merek Fang Cheng Bao. Konsumen dapat memilih opsi pembiayaan tanpa uang muka dengan cicilan harian serendah RMB 29, atau memanfaatkan subsidi tukar tambah hingga RMB 21.000.
Model yang masuk dalam skema pembiayaan ini meliputi BYD Seal 07 DM-i, Seal 06 GT, Seal 06 DM-i, Seal 06 DM-i wagon, Seal 06 EV, Sealion 06 DM-i, Sealion 06 EV, Seal 05 DM-i, Sealion 05 EV, Dolphin, dan Seagull. Sub-merek Fang Cheng Bao menyediakan opsi kredit tujuh tahun untuk model Bao 5 dan Tai 7, dengan uang muka mulai RMB 32.000 dan suku bunga tahunan serendah 1,5 persen.
Langkah BYD ini terjadi di tengah dorongan dari regulator China yang melarang perang harga langsung antar produsen mobil domestik. Mereka mendorong kompetisi bergeser ke kebijakan finansial yang lebih longgar untuk meningkatkan daya tarik konsumen.
Perlambatan permintaan pasar otomotif di China disebabkan oleh musim penjualan yang melemah serta pengurangan kebijakan stimulus sebelumnya. Oleh karena itu, opsi pembiayaan inovatif seperti yang diterapkan BYD menjadi strategi penting untuk meredam tekanan pasar.
Sejak Tesla memperkenalkan pembiayaan jangka panjang dengan bunga rendah di China awal tahun ini, lebih dari 12 pabrikan otomotif, termasuk Nio, Xiaomi, Li Auto, Xpeng, dan Geely Auto, mengadopsi model pembiayaan serupa.
Dalam beberapa tahun terakhir, produsen mobil China kerap menempuh pemotongan harga secara langsung untuk mengatasi penurunan penjualan. Namun, taktik ini mengikis margin keuntungan dan mendapat sorotan dari regulator karena dianggap merusak persaingan pasar.
Penerapan strategi pembiayaan berbunga rendah dan perpanjangan tenor kredit ini membuka akses kepemilikan mobil bagi lebih banyak konsumen. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah China yang mendorong dukungan finansial agar konsumsi otomotif makin meningkat.
Secara singkat, strategi “perang finansial” di pasar otomotif ini adalah upaya para produsen domestik untuk bertahan dan tumbuh di tengah ketatnya persaingan serta dinamika regulasi yang terus berubah.
Program pembiayaan BYD menawarkan berbagai keuntungan finansial yang dapat membantu calon pembeli dalam mengelola pembayaran secara lebih fleksibel. Ini menjadikan pembelian kendaraan baru semakin terjangkau tanpa mengorbankan kualitas produk dan layanan purna jual.
Dengan tren pembiayaan jangka panjang ini, pasar otomotif China diyakini akan mengalami pergeseran signifikan dalam pola pembelian konsumen, menambah daya tarik dan mendorong pertumbuhan kendaraan energi baru lebih massal di masa depan.
Source: cnevpost.com




