Penjualan Mobil Domestik Naik 53 Persen Dorong Produksi Thailand Tembus 1,5 Juta Unit Awal 2026 Bersama Investasi EV China

Industri otomotif Thailand mencatat peningkatan produksi mobil yang signifikan di awal tahun 2026. Produksi pada Januari 2026 mencapai 118.386 unit, mengalami kenaikan 10,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini didorong terutama oleh melonjaknya penjualan domestik yang tumbuh sebesar 53,77 persen. Data tersebut dirilis oleh Federasi Industri Thailand (Federation of Thai Industries/FTI), menunjukkan adanya peningkatan minat dan daya beli konsumen lokal terhadap kendaraan.

Pertumbuhan Produksi dan Penjualan Domestik

Pada Desember 2025, produksi mobil Thailand juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 8,56 persen secara tahunan. Angka produksi kendaraan pada Januari 2026 ini melanjutkan momentum tersebut dan menjadi sinyal kuat pemulihan industri otomotif domestik.

Penjualan domestik yang melonjak lebih dari setengahnya menjadi faktor utama peningkatan produksi. Konsumen Thailand semakin tertarik pada model-model kendaraan baru, khususnya yang ramah lingkungan atau kendaraan listrik (EV).

Thailand mempertahankan posisinya sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, negara ini juga dikenal sebagai pusat produksi dan distribusi kendaraan dalam wilayah dengan kontribusi ekspor yang besar ke berbagai negara.

Peran Produsen Jepang dan China

Pabrikan Jepang seperti Toyota dan Honda telah lama menjadikan Thailand sebagai basis produksi, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor global. Hal ini mendukung keberlanjutan industri otomotif dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain perusahaan Jepang, investasi dari produsen kendaraan listrik asal China semakin memperkuat sektor otomotif Thailand. Perusahaan-perusahaan seperti BYD (Build Your Dreams) dan Great Wall Motors telah membuka pabrik produksi di Thailand.

Fasilitas produksi dari perusahaan China tersebut tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga sebagai basis ekspor kendaraan listrik ke negara lain di Asia Tenggara. Inisiatif ini selaras dengan strategi pemerintah Thailand untuk menjadikan negaranya pusat produksi EV di kawasan.

Target Produksi Mobil Tahun 2026

Federasi Industri Thailand memproyeksikan total produksi kendaraan pada 2026 akan naik sekitar 3 persen, menjadi sekitar 1,5 juta unit. Pada tahun sebelumnya, produksi mobil mencapai 1,455 juta unit, meskipun mengalami penurunan tipis 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan tren awal tahun yang positif, target produksi 1,5 juta unit dianggap realistis. Hal ini akan tercapai jika permintaan kendaraan, baik dari pasar domestik maupun ekspor, terus mengalami pertumbuhan.

Faktor Pendukung Industri Otomotif Thailand

Beberapa faktor yang mendukung momentum industri otomotif Thailand adalah:

  1. Peningkatan penjualan domestik yang tinggi, mencerminkan daya beli dan minat konsumen.
  2. Ekspansi fasilitas produksi kendaraan listrik oleh pabrikan China.
  3. Insentif pemerintah yang mendukung pengembangan ekosistem EV.
  4. Posisi strategis Thailand sebagai pusat manufaktur otomotif terbesar di Asia Tenggara.
  5. Basis ekspor kuat yang melayani pasar regional dan global.

Gabungan faktor-faktor ini membuat industri otomotif Thailand tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin berfokus pada kendaraan ramah lingkungan.

Investasi yang dilakukan oleh pabrikan EV dan peningkatan permintaan di pasar domestik diharapkan dapat terus mendorong produksi kendaraan di Thailand sepanjang tahun. Upaya ini juga memberikan dampak positif pada perekonomian serta perkembangan teknologi otomotif di kawasan Asia Tenggara.

Dengan perkembangan positif ini, Thailand semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam industri otomotif global, khususnya dalam produksi kendaraan ramah lingkungan. Hal tersebut membuka peluang bagi negara-negara tetangga, seperti Indonesia, untuk menyusul dan memperkuat rantai pasok otomotif di kawasan.

Baca selengkapnya di: www.liputan6.com

Berita Terkait

Back to top button