Harga BBM 25 Februari 2026 Masih Turun Pertamina Shell BP Vivo Hadirkan Peluang Hemat Menjelang Ramadhan

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia pada tanggal 25 Februari menunjukkan tren penurunan harga di berbagai merek besar seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo. Penurunan harga ini terjadi bersamaan dengan persiapan masyarakat menghadapi periode Ramadan dan potensi mudik yang mulai direncanakan. Aktivitas di SPBU tetap berjalan lancar dan pasokan BBM relatif tersedia dengan harga yang lebih ramah di kantong.

Secara umum, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan agar stabil bagi konsumen. Sementara itu, BBM non-subsidi mengalami penyesuaian harga yang reflektif terhadap dinamika pasar energi global. Berikut rincian harga dan kondisi pasar BBM di Indonesia dari berbagai penyedia utama.

Harga BBM Pertamina Terbaru

Pertamina masih menjadi penyedia BBM paling luas jangkauannya di Indonesia. Untuk Pulau Jawa dan Bali, Pertalite dijual dengan harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Jenis bensin kualitas lebih tinggi seperti Pertamax dipatok Rp11.800 per liter, sedangkan Pertamax Turbo dijual Rp12.700 per liter. Varian Pertamax Green 95 berada di angka Rp12.450 per liter, Diesel Dexlite Rp13.250, dan Pertamina Dex Rp13.500 per liter.

Penyesuaian harga ini berlaku pula di seluruh wilayah Indonesia, meski dengan variasi harga tergantung daerah. Contohnya, di Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan, Pertamax dibanderol di kisaran Rp12.400 sampai Rp12.450 per liter, dan Diesel Dexlite mencapai Rp13.850 per liter.

Penurunan Harga pada Shell Indonesia

Shell menurunkan harga BBM-nya antara Rp80 hingga Rp760 per liter. Shell Super (RON 92) kini dijual seharga Rp12.050 per liter, Shell V-Power (RON 95) Rp12.500 per liter, dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) Rp12.720 per liter. Produk diesel Shell V-Power Diesel (CN 51) dihargai Rp13.600 per liter. Namun, ketersediaan sejumlah varian seperti V-Power terkadang terbatas di beberapa daerah seperti Lamongan dan Pasuruan.

Harga BBM BP yang Lebih Murah

SPBU jaringan BP-AKR juga melakukan penyesuaian harga BBM dengan penurunan antara Rp260 sampai Rp690 per liter. BP 92 (RON 92) dipatok pada Rp12.050 per liter, sedangkan BP Ultimate (RON 95) dijual Rp12.500 per liter. Untuk Diesel BP Ultimate (CN 53), harga yang berlaku adalah Rp13.600 per liter. Penurunan ini sejalan dengan upaya menjaga daya beli konsumen dan menyesuaikan harga energi global.

Vivo Turut Ikut Menurunkan Harga

SPBU Vivo mengikuti tren penurunan harga yang sudah terjadi di awal bulan ini. Varian Revvo 92 (RON 92) dipasarkan dengan harga Rp12.050 per liter, Revvo 95 (RON 95) dengan harga Rp12.500 per liter, serta Diesel Primus Plus (CN 51) dicatat Rp13.610 per liter. Meskipun pilihan varian lebih terbatas dibandingkan merek lain, Vivo tetap menjaga harga agar kompetitif.

Secara Ringkas, Berikut Harga BBM Umum pada 25 Februari

  1. Pertamina Pulau Jawa & Bali:

    • Pertalite: Rp10.000/liter
    • Pertamax: Rp11.800/liter
    • Pertamax Turbo: Rp12.700/liter
    • Biosolar: Rp6.800/liter
    • Dexlite: Rp13.250/liter
    • Pertamina Dex: Rp13.500/liter
  2. Shell:

    • Shell Super: Rp12.050/liter
    • Shell V-Power: Rp12.500/liter
    • Shell V-Power Nitro+: Rp12.720/liter
    • Shell Diesel: Rp13.600/liter
  3. BP:

    • BP 92: Rp12.050/liter
    • BP Ultimate: Rp12.500/liter
    • BP Ultimate Diesel: Rp13.600/liter
  4. Vivo:

    • Revvo 92: Rp12.050/liter
    • Revvo 95: Rp12.500/liter
    • Diesel Primus Plus: Rp13.610/liter

Kondisi pasar BBM di Indonesia saat ini menunjukkan respons yang cukup adaptif dari para produsen dan distribusi kepada dinamika energi global dan kondisi domestik. Penurunan harga BBM ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan bahan bakar untuk mobilitas harian serta persiapan perjalanan dalam event penting seperti Ramadan dan mudik.

Distribusi BBM yang lancar dengan harga yang kompetitif juga menandakan tata kelola energi yang terus diperbaiki demi menjaga stabilitas sektor transportasi dan ekonomi rakyat luas. Pemantauan harga secara berkala akan terus dilakukan untuk mengikuti fluktuasi pasar global sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Dengan informasi harga terbaru ini, masyarakat dapat lebih mudah merencanakan pengeluaran BBM dan memanfaatkan momen penurunan harga untuk kebutuhan transportasi secara efisien. Menjaga keseimbangan antara pasokan, harga, dan kebutuhan utama energi tetap menjadi fokus utama para pemangku kebijakan dan perusahaan energi nasional maupun multinasional.

Source: moladin.com

Terkait