Interior Kei Car Listrik BYD Racco Terungkap, Debut Jepang 2026 Hadirkan Desain Inovatif dan Fitur Canggih yang Memikat!

Produsen otomotif asal China, BYD, resmi memperkenalkan desain interior dari kei car listrik pertamanya, Racco. Mobil yang berkapasitas empat penumpang ini direncanakan mulai dipasarkan di Jepang antara Juni sampai Agustus nanti.

Racco tampil dengan dimensi kompak khas kei car, yaitu panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm. Mobil ini mengandalkan baterai lithium ferro phosphate (LFP) yang dipasok oleh anak perusahaan BYD, FinDreams, dengan kemampuan menempuh jarak hingga 180 kilometer berdasarkan standar WLTP. Pengisian baterai juga mendukung pengisian cepat DC sampai 100 kW.

Desain Interior yang Fungsional dan Ergonomis

Interior Racco menampilkan desain yang sangat ergonomis dengan konsol tengah pada dasbor sebagai pusat kontrol. Tuas persneling dan sistem kontrol pendingin udara ditempatkan di posisi yang mudah dijangkau pengemudi. Bentuk tuas persneling dirancang agar nyaman dan pas saat digenggam, meningkatkan kemudahan pengoperasian.

BYD melengkapi kabin dengan tiga tingkat kompartemen penyimpanan di bawah konsol tengah. Kompartemen paling atas menyediakan port pengisian daya 12V, USB, dan Type-C untuk mendukung berbagai perangkat elektronik penumpang. Selain itu, terdapat ruang penyimpanan tambahan yang memuat payung panjang, tempat khusus kartu, tempat ponsel, serta slot untuk botol dan gelas plastik yang dapat diakses mudah dari kursi pengemudi dan penumpang depan.

Panel instrumen digital diposisikan strategis antara dua ventilasi udara oval, yang menghadirkan tampilan modern sekaligus fungsional. Layar sentuh sistem infotainment berada di pusat dasbor, memudahkan pengendalian multimedia dan konektivitas. Ventilasi udara horizontal di samping kursi penumpang depan menambah kenyamanan suhu kabin.

Spesifikasi dan Persaingan di Pasar Jepang

Kei car listrik ini dipasarkan dengan harga sekitar 2,5 juta yen, atau setara Rp271 juta. Dengan banderol tersebut, Racco siap bersaing dengan model-model kei car listrik lain yang sudah hadir di pasar Jepang. Para pesaing utama meliputi Honda N-One e, Mitsubishi eK X EV, dan Nissan Sakura.

Baterai jenis LFP yang digunakan pada Racco menawarkan keunggulan dari sisi keamanan dan ketahanan umur pakai. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam daya tarik mobil listrik kompak yang diperuntukkan bagi pengguna di area perkotaan. Kapasitas baterai yang mampu mendukung jarak tempuh hingga 180 km juga cukup ideal untuk penggunaan sehari-hari di lingkungan kota.

Inovasi BYD dalam Segmen Kei Car

Racco merupakan langkah strategis BYD untuk memperkuat penetrasi mobil listrik di Jepang dengan model kei car yang sesuai kebutuhan pasar lokal. Penamaannya yang terinspirasi dari bahasa Jepang, berarti ‘berang-berang laut’, menunjukkan pendekatan BYD yang menghormati budaya setempat sekaligus menawarkan produk inovatif dan ramah lingkungan.

Desain interior yang dirancang dengan fokus pada kenyamanan, fungsionalitas, dan keamanan merupakan nilai tambah utama. Penggunaan bahan yang lembut saat disentuh dan tata letak ergonomis menunjukkan perhatian BYD terhadap pengalaman pengguna.

Ringkasan Fitur Utama Racco:

  1. Dimensi kompak: Panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm
  2. Baterai lithium ferro phosphate (LFP), jarak tempuh 180 km (WLTP)
  3. Pengisian cepat DC hingga 100 kW
  4. Interior ergonomis dengan tuas persneling dan kontrol AC pada konsol tengah
  5. Tiga tingkat kompartemen penyimpanan dengan port pengisian 12V, USB, dan Type-C
  6. Panel instrumen digital dan layar sentuh infotainment modern
  7. Ruang penyimpanan praktis untuk payung, kartu, ponsel, botol, dan gelas plastik
  8. Harga sekitar 2,5 juta yen

Dengan semua keunggulan tersebut, BYD Racco siap menghadirkan pilihan baru yang menarik bagi konsumen Jepang yang mengincar mobil listrik kecil tapi praktis dan bergaya modern. Rilisnya yang dijadwalkan pada pertengahan tahun mendatang menjadi momentum penting sebagai debut resmi BYD dalam segmen kei car listrik di pasar Jepang.

Baca selengkapnya di artikel sumber: www.cnnindonesia.com
Exit mobile version