
Lonjakan penjualan mobil listrik di Indonesia memicu peningkatan permintaan industri pendukung, termasuk sektor ban kendaraan. PT Michelin Indonesia mencatat adanya kontribusi signifikan dari pertumbuhan pasar kendaraan listrik terhadap penjualan ban mereka sepanjang dua tahun terakhir.
Kendaraan listrik memiliki beberapa karakteristik khusus, seperti bobot yang lebih berat akibat baterai dan torsi instan yang tinggi. Kondisi ini menuntut ban dengan spesifikasi khusus agar mampu memenuhi performa dan keselamatan kendaraan. Oleh karena itu, tren kenaikan mobil listrik berbanding lurus dengan permintaan ban yang kompatibel untuk segmen ini.
Pengaruh Pertumbuhan Mobil Listrik terhadap Industri Ban
Samuel Hasibuan, Head of Marketing Michelin Indonesia, secara tegas menyatakan bahwa kenaikan penjualan mobil listrik turut berdampak pada volume penjualan ban. “Kami enggak bisa bilang tidak berdampak juga, dan pasti berdampak,” ujarnya saat acara Iftar Bersama Michelin di Jakarta. Ia menambahkan, permintaan ban untuk kendaraan listrik terus meningkat seiring dengan perluasan pasar EV di Indonesia, baik dari merek asal China maupun non-China.
Selain itu, bobot baterai yang lebih berat mengharuskan ban memiliki load index yang lebih tinggi. Torsi instan yang dihasilkan mesin listrik juga menuntut daya cengkeram dan daya tahan ban yang lebih baik. Oleh sebab itu, tidak semua ban konvensional cocok dipakai pada mobil listrik tanpa memenuhi standar tersebut.
Ban Michelin untuk Mobil Listrik
Michelin menyediakan berbagai lini produk ban yang sudah kompatibel dan siap digunakan oleh kendaraan listrik. Samuel mengonfirmasi, “Untuk Michelin sendiri terkhusus untuk EV, ban mobilnya semua ready atau eligible untuk EV.” Ini berarti konsumen tidak harus memilih ban yang secara khusus berlabel EV selama spesifikasi ban seperti ukuran dan load index sesuai standar pabrikan mobil.
Selain itu, Michelin juga mengembangkan produk yang dirancang khusus agar sesuai dengan karakteristik mobil listrik, di antaranya:
- Michelin Pilot Sport EV – Fokus pada performa tinggi dengan daya cengkeram optimal dan keawetan.
- Michelin e.Primacy – Dirancang untuk efisiensi energi, rendah kebisingan, dan kenyamanan berkendara.
Kedua model ini menyesuaikan dengan kebutuhan khusus mobil listrik yang mengutamakan efisiensi dan pengalaman berkendara yang halus tanpa mengorbankan keselamatan.
Dampak Positif bagi Industri Lokal
Perkembangan pesat pasar EV memunculkan efek domino pada sektor otomotif dan industri terkait. Permintaan ban yang meningkat memberi peluang bagi produsen ban lokal dan internasional untuk mengoptimalkan produksi dan distribusi. Michelin optimistis segmen ban untuk kendaraan listrik akan menjadi pendorong utama bisnis mereka di Indonesia ke depan.
Peningkatan kapasitas produksi dan inovasi produk menjadi fokus strategis agar dapat memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini juga mencerminkan kesiapan industri otomotif dalam mendukung transisi energi bersih secara berkelanjutan.
Tren Pasar dan Proyeksi
Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi, penjualan mobil listrik diperkirakan terus tumbuh signifikan. Data menunjukkan beragam merek EV dari China dan negara lain semakin banyak memasuki pasar Indonesia. Dampaknya, kebutuhan suku cadang kendaraan, termasuk ban, juga semakin meningkat.
Michelin memandang tren ini sebagai peluang bisnis yang strategis dan berupaya menyediakan solusi ban yang inovatif untuk menghadapi tantangan dan permintaan pasar. Konsumen di Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan ban berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan mobil listrik, mendukung peningkatan kualitas berkendara sekaligus menjaga performa kendaraan.
Penjualan kendaraan listrik yang melonjak bukan hanya memberikan dampak positif pada sektor otomotif, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan bisnis pendukung seperti ban. Michelin dengan produk khusus dan yang kompatibel telah siap memenuhi kebutuhan tersebut, menunjukkan kesiapan industri ban dalam mendukung masa depan mobilitas berkelanjutan di Indonesia.
Source: otodriver.com Baca selengkapnya di artikel sumber: otodriver.com




