Apollo Go Capai 300 Ribu Perjalanan Mingguan, Ekspansi Besar ke Korea Selatan Tanda Revolusi Robotaksi Global?

Baidu berhasil mencatat rekor baru untuk layanan robotaxi Apollo Go dengan mencapai lebih dari 300.000 perjalanan dalam satu minggu pada kuartal keempat 2025. Pencapaian ini menunjukkan percepatan pesat dalam adopsi transportasi otonom yang dihadirkan perusahaan raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut. Selain itu, Baidu juga resmi memperluas layanan Apollo Go ke pasar Korea Selatan, menandai ekspansi pertama ke pasar Asia di luar daratan Tiongkok dan Hong Kong.

Data terbaru mengungkap bahwa selama kuartal keempat tahun lalu, Apollo Go menyelesaikan 3,4 juta perjalanan otonom tanpa pengemudi yang mencatatkan pertumbuhan lebih dari 200 persen secara tahunan. Secara kumulatif, hingga Februari 2026, sistem robotaxi ini telah melayani lebih dari 20 juta perjalanan di seluruh dunia. Baidu juga melaporkan bahwa armadanya telah menempuh perjalanan otonom lebih dari 300 juta kilometer, dengan 190 juta di antaranya dilakukan tanpa pengemudi sama sekali.

Ekspansi ke Korea Selatan dan Asia Timur Laut

Peluncuran Apollo Go di Seoul menjadi tonggak penting karena ini adalah pasar pertama di luar Tiongkok daratan dan Hong Kong ke mana Baidu membawa layanan robotaxi. Dalam pengumumannya, Baidu menyatakan ekspansi ini bagian dari strategi global mereka untuk memperluas jangkauan transportasi otonom. Selain Korea Selatan, Baidu juga memperluas pengujian di Hong Kong dengan melakukan uji coba antar distrik dan beradaptasi dengan kondisi lalu lintas setempat yang unik, hal ini penting mengingat Hong Kong mengusung sistem kemudi di sebelah kanan.

Inovasi Keselamatan dan Operasional

Faktor keamanan menjadi fokus utama Baidu dalam menjalankan layanan Apollo Go. Perusahaan melaporkan bahwa rata-rata kantung udara kendaraan hanya mengembang sekali setiap 12 juta kilometer berkendara, sebuah indikator tingkat keamanan yang tinggi untuk kendaraan otonom. Teknologi keselamatan ini menjadi kunci kepercayaan pengguna terhadap robotaxi otonom Baidu, sekaligus memenuhi standar regulasi lalu lintas di berbagai wilayah operasional mereka.

Strategi Global dan Kolaborasi Internasional

Ekspansi Baidu tidak hanya terbatas di Asia. Perusahaan teknologi ini juga memperkuat posisinya di pasar global dengan menjalin kolaborasi strategis bersama beberapa pelaku industri ride-hailing besar di dunia. Misalnya, di Dubai, Baidu berkolaborasi dengan Uber untuk memperkenalkan layanan Apollo Go melalui platform Uber, dimulai dengan wilayah Jumeirah. Di Abu Dhabi, kerja sama dengan AutoGo juga sudah dijalankan untuk menyediakan robotaxi tanpa pengemudi secara penuh.

Di Eropa, persiapan peluncuran program pilot kendaraan otonom turut dilakukan lewat kemitraan dengan Uber dan Lyft di London pada paruh pertama tahun ini. Selain itu, Baidu juga menginisiasi pengujian kendaraan otonom di kanton St. Gallen, Swiss, bekerjasama dengan operator transportasi lokal PostBus. Hal ini menunjukkan komitmen Baidu dalam memperluas penggunaan teknologi kendaraan otonom ke berbagai belahan dunia melalui pendekatan kolaboratif dengan pemain industri dan pemerintah regional setempat.

Faktor Kunci Pertumbuhan Apollo Go

  1. Volume perjalanan tinggi: Lebih dari 3,4 juta perjalanan otonom di kuartal terakhir tahun lalu dengan peningkatan signifikan.
  2. Jarak operasional luas: Total 300 juta kilometer berkendara otonom dengan porsi besar tanpa pengemudi.
  3. Ekspansi geografis: Menjangkau 26 kota di berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Hong Kong, dan pasar global lain.
  4. Kemitraan strategis: Kolaborasi dengan Uber, Lyft, dan operator lokal mendukung penetrasi pasar lebih cepat.
  5. Standar keamanan: Implementasi teknologi keselamatan yang telah teruji dan minim insiden.

Layanan robotaxi Apollo Go sekarang semakin mendekati realisasi visi transportasi masa depan yang ramah lingkungan dan efisien. Langkah ekspansi ke Korea Selatan membuka peluang baru, baik bagi konsumen maupun pengembangan teknologi otonom secara regional. Ini juga menegaskan posisi Baidu sebagai pemain utama dalam industri kendaraan otonom global yang terus berinovasi dan memperluas jangkauan penggunaan layanan.

Dengan tren pertumbuhan yang kuat dan dukungan dari berbagai mitra strategis, layanan robotaxi ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan signifikan dalam volume pengguna dan cakupan operasional di masa mendatang. Pengembangan teknologi berkendara otonom di berbagai belahan dunia menjadi sinyal nyata bahwa masa depan mobilitas urban mulai didominasi oleh kendaraan tanpa sopir yang aman dan terintegrasi dengan ekosistem digital.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait

Back to top button