Li Auto akan merilis laporan keuangan kuartal keempat 2025 pada pertengahan Maret. Kinerja perusahaan menunjukkan penurunan signifikan setelah mencatat kerugian kuartal pertama dalam tiga tahun terakhir. Penurunan ini juga diperparah oleh tantangan pada model kendaraan listrik baterai (BEV) yang mengalami masalah produksi dan penerimaan pasar.
Sepanjang kuartal keempat 2025, Li Auto hanya mampu mengirimkan 109.194 unit kendaraan. Angka tersebut menurun sebesar 31,19% dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya yang mencapai 158.696 unit. Selain itu, capaian ini hanya berada di batas bawah panduan produksi perusahaan yang menargetkan antara 100.000 hingga 110.000 kendaraan. Penurunan penjualan secara konsisten selama delapan bulan terakhir menjadi indikator tekanan pasar yang besar terhadap Li Auto.
Penurunan Penjualan dan Kerugian Kuartal
Pada kuartal ketiga 2025, Li Auto mencatatkan kerugian sebesar RMB 624 juta. Ini merupakan kerugian pertama sejak kuartal akhir 2022 yang mencerminkan tekanan finansial akibat penurunan penjualan dan penarikan kembali produk Li Mega MPV. Margin kendaraan turun tajam dari 20,9% menjadi 15,5% dibandingkan rentang waktu yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, penurunan capaian pengiriman kendaraan juga terlihat dari data pengiriman tahunan. Pada kuartal ketiga 2025, pengiriman Li Auto hanya sebanyak 93.211 unit, jauh lebih rendah dibandingkan kuartal yang sama di 2024 yaitu 152.831 unit. Pada Januari 2026, pengiriman kendaraan terus melemah dengan penurunan 7,55% secara tahunan dan 37,47% secara bulanan.
Masalah Kunci pada Model BEV dan Persaingan Pasar
Model Li i-series dengan konfigurasi kendaraan listrik baterai (BEV) belum memenuhi ekspektasi pasar. Perusahaan menghadapi hambatan dalam meningkatkan kapasitas produksi komponen inti, sehingga menyebabkan penundaan pengiriman beberapa unit Li i6. Di sisi lain, model andalan L-series dengan teknologi Extended Range Electric Vehicle (EREV) juga menghadapi kompetisi ketat. Kompetitor berlomba memperbesar kapasitas baterai untuk menyempurnakan pengalaman berkendara yang semakin mendekati kendaraan listrik murni, sehingga menggerus keunggulan Li Auto di segmen ini.
Strategi Reorientasi dan Peluncuran Produk Baru
Menghadapi tantangan pasar dan performa produk, Li Auto melakukan penyesuaian strategi untuk tahun 2026. Perusahaan akan kembali memfokuskan pengembangan pada bisnis EREV yang selama ini menjadi andalan. Strategi ini diharapkan mampu mengembalikan posisi dominan Li Auto di segmen extended-range.
Li Auto juga telah mengumumkan peluncuran terbaru flagship SUV Li L9 edisi Livis yang mendapat peningkatan generasi terbaru. Peluncuran ini direncanakan pada kuartal kedua 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat lini produk dan menarik minat konsumen kembali.
Pengawasan Ketat dari Investor dan Pasar
Dalam panggilan pendapatan yang dijadwalkan bulan Maret, investor dan analis Wall Street akan mencermati proyeksi penjualan kuartal pertama 2026 dan langkah-langkah manajemen untuk mengatasi hambatan produksi serta persaingan pasar yang semakin ketat. Keberhasilan Li Auto dalam menghadapi masalah produksi model BEV dan mengembalikan profitabilitas menjadi fokus utama. Informasi ini menjadi penting sebagai indikator arah perkembangan perusahaan di tengah pasar kendaraan energi baru yang sangat dinamis.
Secara keseluruhan, laporan kuartal keempat Li Auto nanti akan memberikan gambaran penting mengenai kemampuan perusahaan menyesuaikan diri dengan tekanan pasar dan transformasi teknologi kendaraan listrik. Hasil dan strategi yang dipaparkan berpotensi menentukan posisi Li Auto di industri otomotif China serta pasar global kendaraan listrik dalam waktu dekat.
Source: cnevpost.com






