EuroNCAP Ketatkan Standar Keselamatan, Mobil Minim Tombol Hadapi Risiko Turun Rating Bintang Lima

EuroNCAP, organisasi penilai keselamatan kendaraan di Eropa, mulai menerapkan aturan ketat terkait penggunaan kontrol fisik di dalam mobil. Aturan baru ini dirancang agar fungsi-fungsi krusial kendaraan seperti lampu sein, wiper, lampu hazard, klakson, dan sistem SOS harus memiliki tombol fisik, tidak bergantung hanya pada layar sentuh.

Jika produsen kendaraan mengabaikan ketentuan ini, maka nilai keselamatan bintang lima pada mobil bisa langsung terpangkas satu bintang tanpa pengecualian. Peraturan ini berlaku tanpa opsi banding dan pembaruan perangkat lunak tidak bisa menanggulanginya. Meski aturan ini belum menjadi regulasi hukum, pengaruh EuroNCAP sangat besar terhadap persepsi konsumen dan strategi produsen mobil.

Kebutuhan Kontrol Fisik untuk Keselamatan Pengemudi

Menurut Frank Mütze dari Dewan Keselamatan Transportasi Eropa, aturan ini merupakan langkah awal yang penting untuk keselamatan. Ia menegaskan bahwa kontrol fisik wajib menjadi persyaratan hukum, bukan sekadar pedoman sukarela. Alasannya, semakin banyak fungsi digeser ke layar sentuh dan gestur geser, semakin besar risiko pengemudi terdistraksi sampai mengabaikan fokus pada jalan.

Mütze menilai bahwa sistem infotainment yang berlebihan menyulitkan pengemudi saat kondisi sulit, seperti cuaca buruk. Kontrol fisik dianggap lebih aman karena bisa dioperasikan tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. Karena itu, EuroNCAP mewajibkan fungsi penting harus tetap tersedia secara fisik, sementara lembaga regulator Uni Eropa diharap mengadopsi aturan yang mengikat secara hukum.

Dampak pada Desain Interior Mobil Modern

Mayoritas mobil baru saat ini masih mempertahankan tombol fisik untuk fungsi-fungsi utama tersebut. Namun ada pengecualian signifikan, terutama Tesla Model 3 dan Model Y. Kedua model ini hanya menyediakan tombol fisik untuk wiper dasar, sedangkan seluruh pengaturan lainnya diakses melalui layar sentuh sentral.

Situasi ini dapat memicu masalah pada kondisi darurat, semisal hujan deras yang mengharuskan pengemudi mengoperasikan layar dengan lebih intens. Karena kondisi ini, Beijing tengah mengkaji kebijakan serupa yang mewajibkan tombol atau sakelar fisik dengan ukuran minimal 10 mm x 10 mm untuk fungsi kritis.

Panduan EuroNCAP dan Regulasi Mendatang

EuroNCAP memberi waktu masa transisi sekitar tiga tahun bagi pabrikan untuk menyesuaikan desain interior kendaraan demi mematuhi ketentuan baru ini. Aturan tersebut akan mulai berlaku lebih ketat sehingga produsen yang terlalu mengandalkan layar sentuh wajib meningkatkan fisik tombolnya. Berikut ini ringkasan persyaratan EuroNCAP:

  1. Fungsi utama seperti lampu sein, klakson, lampu hazard, wiper, dan sistem panggilan darurat harus memiliki tombol fisik.
  2. Fungsi tersebut tidak boleh bergantung pada layar sentuh dan harus mudah dioperasikan tanpa navigasi submenu.
  3. Pelanggaran menyebabkan pengurangan satu bintang langsung terhadap peringkat keselamatan.
  4. Masa transisi diberikan sekitar tiga tahun untuk adaptasi desain.

Potensi Dampak Global

Karena pengaruh pasar Eropa dan China sangat besar, standar baru ini berpotensi menjadi tren global yang diadopsi secara luas. Produsen akan menghadapi tekanan signifikan untuk mengubah tren mobil minim tombol fisik yang selama ini berkembang, demi meningkatkan keselamatan pengguna.

Dengan demikian, pengetatan standar EuroNCAP menandai era baru dalam desain mobil yang lebih mengutamakan kontrol fisik demi menghindari distraksi pengemudi. Langkah ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi harus tetap memperhatikan aspek keselamatan secara prinsipil, bukan hanya kemudahan penggunaan semata.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: voi.id

Berita Terkait

Back to top button