Tahun 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi industri otomotif China. Tiga produsen asal Negeri Tirai Bambu berhasil menembus daftar 10 besar produsen mobil terlaris di dunia. Keberhasilan ini memperlihatkan peningkatan signifikan dalam kompetisi global, menggeser beberapa merek mapan dari posisi tersebut.
Menurut data terbaru yang dipublikasikan setelah laporan keuangan Stellantis Group, tiga merek China yang masuk dalam jajaran 10 besar adalah BYD, SAIC, dan Geely. Mereka menggantikan posisi Nissan yang terdepak dari peringkat tersebut. Pencapaian ini menandai kemajuan pesat produsen China dalam skala global.
Posisi dan Penjualan Merek China di 10 Besar
Berikut urutan posisi dan penjualan dari produsen China yang berhasil masuk daftar 10 besar dunia:
- BYD: 4,602 juta unit terjual, naik dari 4,27 juta unit tahun sebelumnya, menempati posisi keenam.
- SAIC: Stabil di peringkat ketujuh dengan penjualan 4,51 juta unit.
- Geely: Melonjak ke posisi kesembilan dengan penjualan 4,12 juta unit.
BYD khususnya menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dalam segmen kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV). Penjualan BEV BYD mencapai 2,2567 juta unit, bertumbuh sebesar 27,86 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan angka tersebut, BYD bahkan mengalahkan Tesla sebagai pemimpin dunia dalam penjualan mobil listrik murni. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi industri otomotif China dan tanda dominasi mereka dalam pasar kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV).
Sedangkan Saic dan Geely juga mempertahankan tren positifnya. SAIC meski stabil di peringkat ketujuh tapi menunjukkan performa yang kuat dengan volume penjualan yang besar. Geely semakin mencuri perhatian dengan lonjakan dua posisi dari tahun sebelumnya, memperlihatkan pertumbuhan signifikan dalam volume unit terjual.
Dinamika Pasar Global dan Kompetitor
Di sisi lain, beberapa nama besar justru mengalami penurunan posisi. Ford dan Honda masing-masing turun ke peringkat delapan dan sepuluh. Sementara posisi puncak masih didominasi oleh produsen legendaris seperti Toyota, Volkswagen, Hyundai, dan General Motors. Stellantis berada di peringkat kelima dengan penjualan lebih dari 5,4 juta unit.
Fenomena masuknya tiga merek China menjadi bukti nyata bahwa kekuatan otomotif tengah bergeser. Produsen China berhasil mengoptimalkan pasar domestik sekaligus memperkuat ekspansi global mereka.
Kontribusi Pasar Domestik dalam Kesuksesan Merek China
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kuat pasar domestik China. Data resmi menunjukkan bahwa China untuk tahun ke-17 berturut-turut tetap menjadi pasar otomotif terbesar di dunia. Produksi domestik mencapai 34,531 juta unit sementara penjualan sejumlah 34,4 juta unit pada 2025.
Salah satu faktor pendorong utama adalah program tukar tambah kendaraan (trade-in) yang berhasil menghasilkan transaksi senilai lebih dari 2,6 triliun yuan. Sekitar 60 persen kendaraan baru yang dibeli dalam program ini merupakan model energi baru (NEV). Kondisi ini memperlihatkan keseriusan China dalam mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus menjaga pertumbuhan pasar otomotif.
Dominasi China dalam pasar domestik memberikan basis kuat bagi para produsen di sana untuk terus mengembangkan produk dan teknologi mereka. Hal ini sekaligus memperkuat posisi China sebagai kekuatan ekspor otomotif dan pemimpin dalam era mobil listrik yang sedang tumbuh cepat di seluruh dunia.
Perubahan Lanskap Industri Otomotif Dunia
Dari hasil penghitungan tersebut, terlihat jelas arah baru industri otomotif global. Produsen China yang dahulu dianggap sebagai pemain pendatang kini semakin diperhitungkan. Dengan inovasi dalam kendaraan listrik dan kapasitas produksi masif, mereka mampu menantang dominasi pabrikan Jepang, Eropa, dan Amerika.
Target ambisius China dalam kendaraan energi baru tidak hanya mengubah peta pasar domestik, tetapi juga merubah tren global menuju elektrifikasi kendaraan. Selain BYD, SAIC, dan Geely, sejumlah pabrikan lain di China juga terus berlomba dalam inovasi untuk menguasai pasar.
Ke depannya, persaingan produsen otomotif dunia diprediksi semakin sengit dengan semakin kuatnya peran produsen China. Hal ini menjadi sinyal bagi industri otomotif global untuk beradaptasi dengan cepat menghadapi transformasi teknologi dan kebutuhan konsumen yang berubah.
Dengan fakta dan data yang ada, kehadiran tiga merek China dalam 10 besar produsen terlaris dunia menjadi salah satu indikator revolusi dalam industri otomotif yang layak dicermati. Mereka bukan hanya bermain angka penjualan, tetapi juga memimpin inovasi di era kendaraan listrik dan energi baru.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com








