
Volvo melakukan penarikan kembali atau recall terhadap lebih dari 40 ribu unit SUV listrik EX30 secara global. Tindakan ini dilakukan setelah ditemukan potensi masalah panas berlebih pada baterai yang dapat memicu risiko kebakaran.
Kendaraan yang ditarik mencakup 40.323 unit EX30 dengan varian Single-Motor Extended Range dan Twin-Motor Performance. Kedua varian tersebut menggunakan sel baterai tegangan tinggi yang diproduksi oleh Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co. Perusahaan ini merupakan usaha patungan yang didukung oleh perusahaan induk Volvo, yaitu Geely.
Penyebab Recall dan Risiko Kebakaran
Masalah utama dari penarikan ini adalah potensi suhu tinggi pada modul baterai. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kebakaran, seperti yang pernah terjadi pada satu unit EX30 di dealer di Maceió, Brasil, pada November. Insiden tersebut menjadi pemicu Volvo untuk menindaklanjuti dengan recall sebagai langkah kewaspadaan.
Dalam pernyataannya kepada Reuters, Volvo menyampaikan bahwa mereka telah memulai proses komunikasi dengan para pemilik kendaraan terdampak. Informasi mengenai langkah selanjutnya diberikan untuk mengurangi risiko dan memberikan penanganan terbaik.
Dampak Biaya dan Perlakuan untuk Pemilik
Perusahaan menghadapi beban biaya yang cukup besar akibat recall ini. Perkiraan biaya penggantian modul baterai bisa mencapai sebesar 195 juta dolar AS. Biaya ini belum termasuk logistik dan proses perbaikan yang juga diperlukan.
Volvo menegaskan bahwa paket baterai yang bermasalah akan diganti secara gratis. Selain itu, pemasok baterai menyatakan telah mengatasi masalah manufaktur dan akan menyediakan baterai baru untuk kendaraan yang terkena dampak.
Langkah Sementara oleh Volvo untuk Mengurangi Risiko
Sejak Desember, Volvo memberikan instruksi kepada pemilik EX30 di lebih dari selusin negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Brasil. Instruksi tersebut antara lain sebagai berikut:
- Membatasi pengisian daya baterai hingga 70 persen dari kapasitas total.
- Memarkir kendaraan jauh dari bangunan apabila tidak digunakan.
Namun, pembatasan pengisian daya ini menyebabkan jarak tempuh kendaraan menjadi lebih terbatas. Kondisi ini menimbulkan keluhan dari sejumlah pelanggan terkait kenyamanan penggunaan.
Pengaruh Recall terhadap Volatilitas Saham dan Situasi Geely
Pengumuman recall langsung berdampak pada pergerakan harga saham Volvo yang turun sekitar 4 persen. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap masalah berbiaya tinggi yang dihadapi perusahaan.
Recall ini terjadi beriringan dengan penyelesaian sengketa hukum antara Viridi E-Mobility Technology, anak perusahaan Geely, dengan produsen baterai Sunwoda. Perselisihan tersebut diselesaikan dengan nilai 608 juta yuan atau setara 89 juta dolar AS.
Selain EX30, Geely juga melakukan penarikan 38.277 unit kendaraan listrik Zeekr 001 yang bermasalah pada baterai. Penarikan ini menegaskan adanya tantangan kualitas baterai yang harus ditangani oleh grup Geely dalam lini kendaraan listriknya.
Informasi Produk dan Harga Volvo EX30
Volvo EX30 merupakan SUV listrik kompak premium yang diperkenalkan pertama kali pada ajang GIIAS 2024. Kendaraan ini hadir dengan dua varian, yakni Plus dan Ultra.
Di pasar Jakarta, harga On-The-Road (OTR) untuk EX30 berkisar antara Rp890 juta hingga Rp1,16 miliar. Dengan adanya recall, konsumen diharapkan mendapatkan penanganan terbaik agar masalah baterai tidak mengurangi kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Penarikan ini menunjukkan pentingnya pengawasan kualitas pada kendaraan listrik, terutama terkait sistem baterai yang menjadi sumber energi utama. Proses recall oleh Volvo merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan pengguna sekaligus menjaga reputasi merek di tengah persaingan pasar EV yang semakin ketat.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.kabarbursa.com








