Pemerintah China memperkenalkan standar keselamatan baru yang wajib dipatuhi oleh sistem mengemudi otonom tingkat Level 3 (L3). Standar ini menuntut kendaraan otonom untuk menepi dengan aman jika terjadi gangguan atau pengemudi tidak merespons perintah pengambilalihan kendali.
Standar baru ini merupakan bagian dari regulasi yang dirancang oleh Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) dan akan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2027. Rancangan dokumen dengan judul "Intelligent Connected Vehicles–Safety Requirements for Autonomous Driving Systems" ini dibuka untuk masukan publik sejak Februari. Tujuannya adalah menaikkan batas aman operasional kendaraan otonom yang kini semakin kompleks dan lengkap.
Standar Keselamatan Lebih Ketat untuk Level 3
Sesuai klasifikasi Society of Automotive Engineers (SAE), Level 3 adalah tingkat di mana sistem mampu menangani semua aspek mengemudi dalam kondisi tertentu. Namun pengemudi harus siap mengambil kendali apabila sistem meminta. Kini, standar baru mengharuskan sistem L3 untuk melakukan manuver risiko minimal, seperti berpindah jalur atau menghentikan kendaraan di lokasi aman jika pengemudi gagal memberikan respon dalam situasi kritis.
Pakar teknologi keselamatan otomotif menjelaskan, standar ini mendekatkan kemampuan kendaraan L3 ke Level 4 (L4), terutama pada aspek tanggung jawab keselamatan kendaraan saat pengemudi tidak dapat mengambil alih. Hal ini diharapkan dapat menjawab tantangan industri otomotif yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran utama.
Rekaman Data Operasional wajib Dilengkapi
Salah satu persyaratan penting lain dalam standar wajib ini adalah pemasangan Autonomous Driving Data Recording System (DSSAD). Sistem ini berfungsi mirip kotak hitam pesawat, yaitu mencatat seluruh data operasional kendaraan otonom secara detail. Data ini sangat berguna untuk rekonstruksi kejadian apabila terjadi kecelakaan, serta untuk investigasi dan perbaikan sistem.
Sistem pencatatan ini harus mematuhi standar nasional yang sudah diberlakukan sejak Januari. Dengan adanya DSSAD, diharapkan transparansi dan akuntabilitas keselamatan kendaraan otonom dapat ditingkatkan secara signifikan.
Perubahan dari Standar Rekomendasi ke Standar Wajib
Standar baru ini menggantikan standar nasional rekomendasi yang berlaku sejak September 2024. Perbedaannya terletak pada status wajib yang mengikat produsen kendaraan. Kendaraan yang tidak memenuhi standar wajib ini tidak dapat diproduksi, dijual, atau diimpor ke pasar China.
Namun, kendaraan yang sudah mendapat persetujuan model akan mendapatkan masa transisi selama 13 bulan untuk menyesuaikan diri. Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif mengingat adanya beberapa kasus kecelakaan robotaxi di berbagai negara, termasuk insiden di China pada Desember 2025 yang melibatkan kegagalan sebuah robotaxi dalam mengenali pejalan kaki di permukaan jalan licin.
Dampak dan Harapan Standar Baru
Penguatan regulasi ini adalah langkah nyata China dalam mengatasi risiko yang muncul seiring dengan perkembangan teknologi otonom. Standar ini tidak hanya fokus pada aspek teknis kendaraan, tetapi juga pada mekanisme keselamatan operasional yang proaktif.
Dengan adanya kewajiban menepi saat terjadi gangguan dan pencatatan data yang akurat, keamanan pengguna jalan dan penumpang diharapkan meningkat. Selain itu, produsen kendaraan otonom di China wajib mengadopsi teknologi yang lebih andal dan sistematis agar bisa tetap beroperasi di pasar yang ketat ini.
Berbagai pihak di industri otomotif mengamati standar ini sebagai tolok ukur pengembangan sistem mengemudi otonom berikutnya, sekaligus sebagai pedoman bagi regulator di seluruh dunia yang tengah mengejar regulasi serupa demi keselamatan bersama.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com








