
Changan Automobile bersiap menghadirkan teknologi baterai solid-state pada produknya sebelum kuartal ketiga tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari inovasi penting dalam pengembangan kendaraan listrik yang dapat menjawab tantangan jarak tempuh dan keamanan baterai.
Baterai solid-state yang akan digunakan dikenal dengan nama Golden Bell atau Jinzhongzhao. Produk ini menawarkan kepadatan energi mencapai 400 Wh/kg, memungkinkan kendaraan menempuh jarak lebih dari 1.500 km dengan sekali pengisian penuh.
Keunggulan Baterai Solid-State Golden Bell
Changan mengembangkan baterai Golden Bell tidak hanya untuk kendaraan listrik, tetapi juga untuk berbagai aplikasi teknologi lainnya seperti robotik. Baterai ini diklaim memiliki tingkat keamanan lebih baik hingga 70 persen, berkat sistem diagnosis jarak jauh berbasis kecerdasan buatan. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan kondisi baterai secara real-time, mengurangi risiko kegagalan maupun kerusakan.
Selain itu, portofolio baterai Golden Bell terdiri dari delapan varian sel berbeda. Portofolio ini mencakup teknologi baterai cair, semi-solid, hingga solid-state, yang semuanya dirancang untuk memberikan fleksibilitas dalam pengembangan kendaraan listrik dan perangkat cerdas lainnya.
Produksi dan Strategi Komersial
Setelah fase uji coba pada kendaraan, Changan berencana memulai produksi massal baterai Golden Bell pada tahun berikutnya. Kapasitas produksi yang ditargetkan mencapai 150 GWh, menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membangun rantai pasok baterai mandiri. Target ini juga memperkuat posisi Changan dalam industri kendaraan listrik global yang tumbuh cepat.
Golden Bell merupakan merek baterai independen di bawah bendera Changan, yang pertama kali diperkenalkan pada November tahun lalu. Dengan profil teknologi dan kapasitas produksi ini, baterai Golden Bell diproyeksikan menjadi pionir dalam inovasi baterai kendaraan listrik di pasar internasional.
Kolaborasi dan Pengembangan Teknologi Baterai Sodium
Selain fokus pada baterai solid-state, Changan juga mengembangkan baterai berbahan dasar sodium melalui kerja sama strategis dengan CATL. Dalam konferensi bersama di Yakeshi, Cina, kedua perusahaan meluncurkan paket baterai sodium bernama Naxtra.
Baterai sodium Naxtra memiliki kepadatan energi sekitar 175 Wh/kg dan mampu beroperasi di suhu ekstrem hingga minus 50 derajat Celsius. Keunggulan ini menjadikannya solusi ideal untuk wilayah dengan kondisi iklim dingin. Produk ini juga menawarkan jarak tempuh lebih dari 400 km dengan biaya yang relatif lebih terjangkau.
Model awal yang akan menggunakan teknologi baterai sodium ini adalah Changan Nevo Q05 dan Changan Nevo A06. Kolaborasi ini memperkuat posisi Changan dalam menyediakan teknologi baterai alternatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan iklim berbeda.
Dukungan Teknologi dan Keamanan
Changan menitikberatkan pada keamanan sebagai aspek utama pengembangan baterai Golden Bell. Sistem diagnosis berbasis kecerdasan buatan memungkinkan pemantauan intensif terhadap kondisi baterai secara real-time. Langkah ini diambil untuk memastikan performa baterai tetap optimal sekaligus mengurangi potensi kecelakaan akibat kerusakan baterai.
Pendekatan inovatif ini juga mencerminkan komitmen Changan dalam menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya efisien tetapi juga andal dan aman bagi konsumen.
Potensi Pasar dan Dampak Industri
Dengan fokus pada pengembangan baterai solid-state yang memiliki kepadatan energi tinggi dan ketahanan suhu ekstrim melalui teknologi sodium, Changan mengambil posisi strategis di industri kendaraan listrik global. Investasi besar dalam kapasitas produksi dan pengembangan teknologi diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik secara mandiri.
Teknologi baterai golden Bell dan Naxtra merupakan jawaban atas permintaan pasar terhadap kendaraan listrik dengan jarak tempuh panjang dan ketahanan baterai yang lebih baik, sekaligus menghadirkan solusi yang lebih aman dan ekonomis.
Pemasangan baterai solid-state pada produk Changan sebelum kuartal ketiga menandai langkah penting menuju era baru kendaraan listrik dengan standar performa dan keamanan yang meningkat. Keberhasilan implementasi teknologi ini akan sangat mempengaruhi daya saing merek di tengah persaingan ketat industri otomotif global.
Source: carvaganza.com








