Geely dan Anak Perusahaan Menyongsong 2036, Transformasi Besar Mobil Masa Depan dengan Inovasi dan Ambisi Tanpa Batas!

Geely, salah satu produsen otomotif terkemuka asal Tiongkok, memiliki rencana ekspansi dan inovasi yang ambisius untuk periode 2026 hingga 2036. Proyek internal bernama One Geely menargetkan penjualan tahunan mencapai 6,5 juta unit pada 2030, meningkat 40% dibandingkan perkiraan 2025. Selain peningkatan volume, target pendapatan bisnis mencapai satu triliun RMB juga menjadi fokus utama.

Untuk mencapai target ini, Geely akan mengefisiensikan biaya produksi dengan menghapus duplikasi di berbagai merek dan divisi yang dimiliki. Beberapa merek seperti Volvo, Geely, Zeekr, dan Proton sudah mulai berbagi platform dan sistem penggerak. Tren ini diperkirakan berlangsung lebih intensif dalam dekade mendatang.

Perkembangan Model Geely (2026-2036)

Setelah menempati posisi merek kedua di pasar Tiongkok pada 2025 dan berhasil menggeser posisi BYD di awal 2026, Geely mencatat penjualan wholesales domestik yang mencapai 165.249 unit pada Januari. Model andalan seperti Geely Xingyuan menjadi salah satu kendaraan listrik paling laris di negara ini dengan penjualan 455.439 unit. Crossover elektrik berukuran 4,1 meter ini direncanakan mendapatkan penyegaran pada 2027 dan generasi penggantinya akan hadir sekitar akhir 2030. Penyesuaian komponen baterai juga akan dilakukan saat menghadirkan facelift.

Model lain yang turut berkontribusi adalah Panda Mini, sebuah kendaraan listrik mungil yang telah terjual 156.690 unit di tahun 2025 dan akan digantikan oleh generasi terbaru pada 2028. Selain itu, Boyue L yang memiliki penjualan 148.613 unit pada 2025 juga akan mendapat penerus sekitar dua tahun ke depan. Generasi kelima Boyue L diperkirakan tetap memanfaatkan platform BMA hasil kolaborasi Geely dan Volvo.

Geely Emgrand SS21 yang dirilis akhir 2025 menjadi model sedan unggulan dengan mesin 1.5-liter turbo berperforma 133 kW dan torsi 290 Nm. Harga yang kompetitif sekitar 9.000 USD membuatnya diminati pasar. Model ini akan mendapatkan facelift pada 2029 dan pembaruan generasi keenam pada 2032.

Volvo dan Strategi Propulsi Campuran

Volvo, anak perusahaan Geely, mengikuti strategi propulsi yang beragam dengan mempertahankan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) di samping kendaraan listrik (EV). Model populer seperti XC60 dan XC90 yang masih memakai mesin ICE diperpanjang masa produksinya, sedangkan model seperti S90 dan V90 yang murni listrik dihentikan. Volvo baru-baru ini memperkenalkan SUV XC70 dengan teknologi range extender yang menggabungkan mesin 1.5 liter dan baterai dengan kapasitas mulai dari 21 kWh hingga 40 kWh.

Untuk pengembangan mendatang, Volvo juga mempersiapkan generasi kedua dari EX30 serta pengganti untuk EX90 sekitar 2033. SUV listrik EX60 dan varian Cross Country dengan jangkauan hingga 810 km sudah memasuki tahap produksi yang terlaksana di Swedia.

Lotus dan Smart: Pendekatan Baru

Lotus beralih dari strategi EV-only dan mulai mengembangkan kendaraan dengan teknologi range extender. Elektre bakal menjadi produk pertama dengan target rilis di Tiongkok dan ekspor ke Eropa pada paruh kedua 2026. Model sport Emira tetap dipertahankan dengan mesin V6 hingga sekitar 2028 atau 2029.

Smart yang menghadapi tantangan pasar mulai memperluas strategi propulsi dengan memperkenalkan model hybrid elektrik #6 EHD dan versi mini EV #2 yang diproduksi di Tiongkok. Model-model penting lainnya seperti #1, #3 dan #5 juga dijadwalkan memperoleh pembaruan atau facelift dalam beberapa tahun ke depan.

Polestar: Fokus di Segmen EV Premium

Polestar tetap berkomitmen sepenuhnya pada kendaraan listrik. Model baru seperti Polestar 5 yang diluncurkan di Munich dengan tenaga mencapai 550 kW siap dijual mulai Juni. Model berperforma tinggi hingga 650 kW juga tersedia. Produksi dilakukan di China dengan pasar utama fokus di luar AS.

Pada 2027 akan hadir varian baru dari Polestar 4 berupa shooting brake dan penerus dari Polestar 2 yang diperkirakan memiliki siklus hidup hingga 7 tahun. SUV ukuran kompak Polestar 7 juga akan diproduksi di pabrik terbaru Volvo di Slovakia dengan kapasitas 250.000 unit per tahun.


Rencana produk berbagai merek di bawah payung Geely ini menunjukkan transformasi ambisius untuk menguasai pasar otomotif global. Efisiensi biaya, diversifikasi teknologi penggerak, dan pengembangan model baru menjadi pilar utama usaha mereka. Kesadaran terhadap tren konsumen dan inovasi teknologi otomotif menjadi kunci dalam menghadapi persaingan sengit di pasar global selama dekade berikutnya.

Berita Terkait

Back to top button