
Stellantis baru-baru ini mengumumkan revisi tenaga untuk powertrain plug-in hybrid (PHEV) model Citroen C5 Aircross. Sebelumnya, tenaga yang tercantum adalah 192 HP, kini dikoreksi menjadi 222 HP. Namun, peningkatan ini bukan hasil dari perubahan teknis pada mesin, melainkan penyesuaian perhitungan output gabungan antara mesin bensin dan motor listrik.
Mesin turbocharged 1,6 liter tetap menghasilkan 148 HP, sedangkan motor listrik memberikan 123 HP. Stellantis menyatakan bahwa penghitungan ulang ini menghasilkan angka yang “lebih akurat sesuai performa sebenarnya” dan konsisten dengan standar pasar. Perubahan ini dilakukan sebelum standar emisi Euro 7 diberlakukan, meskipun tidak terkait langsung.
Perbaikan ini juga merujuk pada model sebelumnya yang memiliki output serupa. Selain itu, Citroen menyebut powertrain ini telah mengalami redesain, termasuk tangki bahan bakar yang kini lebih besar yakni 55 liter, serta logika pengoperasian mesin yang diperbarui untuk menekan konsumsi bahan bakar. Dengan baterai 21,5 kWh yang lebih besar, performa tetap terjaga meski baterai dalam kondisi hampir habis.
Revisi tenaga ini tidak hanya berdampak pada C5 Aircross, tetapi juga model lainnya yang menggunakan powertrain PHEV serupa. Beberapa model tersebut meliputi Peugeot 3008 dan 5008, Opel Grandland, serta Jeep Compass. Model seperti Peugeot 308 dan Opel Astra juga mungkin akan mendapat penyesuaian tenaga mengingat pembaruan siklus tengah yang baru saja dilakukan.
Berikut daftar model Stellantis yang kemungkinan mendapat revisi tenaga PHEV:
1. Citroen C5 Aircross
2. Peugeot 3008
3. Peugeot 5008
4. Opel Grandland
5. Jeep Compass
6. Peugeot 308
7. Opel Astra
Selain itu, facelift Peugeot 408 dengan sistem PHEV berbeda yang menghasilkan 237 HP, kemungkinan tidak mengalami perubahan pada revisi ini. Bagaimana hal ini akan mempengaruhi model DS No8, Lancia Gamma, atau penerus Alfa Romeo Stelvio dan Giulia masih belum jelas.
Secara keseluruhan, revisi tenaga ini adalah hasil dari penyesuaian kalkulasi tanpa menambah perangkat keras baru. Hal ini menunjukkan bahwa laporan daya kuda pada kendaraan hibrida plug-in bisa mengalami perubahan saat metode evaluasi diperbarui. Dengan tenaga yang lebih tinggi di atas kertas, model-model Stellantis tersebut mampu menawarkan performa yang lebih kompetitif di pasar tanpa modifikasi mekanis apa pun.
Source: www.carscoops.com








