
Memasuki Februari, sejumlah produsen mobil di Indonesia melakukan penyesuaian harga pada lini mobil hybrid mereka. Kenaikan harga ini bervariasi mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah, dengan lonjakan terbesar terjadi pada model Hyundai Palisade.
Hyundai Palisade varian tertinggi, Calligraphy AWD, kini dibanderol sebesar Rp 1,39 miliar. Harga ini naik sebesar Rp 40 juta dibanding Januari. Varian lain seperti Palisade Hybrid Calligraphy meningkat Rp 30 juta menjadi Rp 1,30 miliar, dan Palisade Hybrid Signature naik Rp 10 juta menjadi Rp 1,13 miliar.
Selain Palisade, Hyundai juga mengerek harga Santa Fe Hybrid. Calligraphy Hybrid mengalami kenaikan Rp 14,2 juta menjadi Rp 914,7 juta. Varian Prime Hybrid bertambah Rp 13,1 juta menjadi Rp 827,4 juta. Peningkatan ini membuat Hyundai menjadi merek dengan penyesuaian harga paling signifikan di segmen hybrid.
Toyota juga menaikkan harga hampir seluruh model hybrid mereka. Kijang Innova Zenix Hybrid naik antara Rp 1,3 juta hingga Rp 2,5 juta. Camry HEV mengalami kenaikan Rp 2,8 juta menjadi Rp 979,2 juta. Pada segmen SUV kompak, Yaris Cross Hybrid tipe GR HV CVT TSS Dual Tone melonjak hingga Rp 12 juta.
Terobosan baru Toyota juga hadir dengan varian ekonomis Alphard 2.5 XE HEV yang dilepas mulai Rp 1,388 miliar. Sementara Alphard 2.5 HEV CVT Premium Color naik Rp 5 juta menjadi Rp 1,741 miliar. Vellfire 2.5 HEV VIP turut naik Rp 10 juta menjadi Rp 1,87 miliar.
Produsen mobil asal Tiongkok, Chery dan Jaecoo, juga melakukan penyesuaian harga. Hampir seluruh varian hybrid Chery naik sebesar Rp 10 juta. Misalnya, Tiggo Cross CSH kini Rp 329,8 juta, Tiggo 8 CSH FWD Comfort mencapai Rp 449,9 juta, dan Tiggo 9 CSH menjadi Rp 739,9 juta.
Jaecoo menaikkan harga J7 SHS dan J8 SHS masing-masing sebesar Rp 10 juta. Langkah ini menunjukkan adanya tren kenaikan harga yang seragam di segmen mobil hybrid dari pabrikan asal Tiongkok.
Merek lain seperti Honda Step Wgn e:HEV mengalami kenaikan sebesar Rp 8,8 juta, kini dibanderol Rp 637,8 juta. Wuling Motors juga menyesuaikan harga Cortez Darion PHEV sebesar Rp 7 juta. Namun, Suzuki dan Nissan tetap mempertahankan harga sebagian besar model hybrid mereka.
Beberapa merek penting lain seperti Mazda, MG, Geely, GWM, dan Daihatsu memilih untuk tetap mempertahankan harga sebelumnya pada sejumlah model hybrid mereka. Ini menandakan bahwa perubahan harga tidak merata di seluruh merek dan model.
Tren mobil hybrid di Indonesia diperkirakan akan tetap positif kendati ada penyesuaian harga. Kenaikan tersebut dianggap sebagai strategi bisnis dan respons terhadap kondisi pasar serta biaya produksi yang membengkak di awal tahun.
Dengan rentang harga hybrid dari Rp 270 jutaan hingga Rp 1,8 miliar, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Ini menjadikan pasar mobil hybrid semakin dinamis dan kompetitif.
Calon pembeli sebaiknya terus memantau harga resmi dari dealer resmi karena harga on the road Jakarta dapat bervariasi di setiap wilayah dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pembaruan harga secara rutin juga penting agar dapat mengambil keputusan pembelian yang tepat dan sesuai anggaran.









