Morgan Stanley Soroti Lompatan Berani Xpeng VLA 2.0, Persiapkan Dominasi Otomotif Otonom Global Tahun Ini

Xpeng secara resmi meluncurkan generasi kedua dari solusi mengemudi pintar Vision-Language-Action (VLA 2.0). Peluncuran ini mendapatkan sambutan positif dari analis Morgan Stanley yang menyebut pengembangan ini sebagai sebuah "lompatan berani" dalam teknologi otomotif dan kecerdasan buatan fisik (physical AI).

Morgan Stanley mempertahankan rekomendasi Overweight untuk saham Xpeng dengan target harga $34, yang menunjukkan potensi kenaikan sebesar 94%. Para analis menilai perkembangan VLA dan AI fisik akan mengubah pandangan investor, sehingga Xpeng tidak lagi dipandang hanya sebagai perusahaan otomotif biasa.

Keunggulan VLA 2.0
VLA 2.0 diklaim memiliki kecepatan inferensi 12 kali lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Sistem ini dirancang untuk memberikan pengalaman mengemudi yang lebih halus, efisien, dan menyerupai perilaku manusia. Xpeng menjanjikan kemampuan lebih baik dalam menghadapi skenario kompleks dan situasi tak terduga di jalan raya.

Produk ini pertama kali diimplementasikan pada versi Ultra dari model P7, G7, dan X9 yang dirilis akhir Maret. Sementara itu, model lainnya akan menerima pembaruan sistem secara over-the-air (OTA) pada bulan berikutnya.

Potensi Bisnis di Luar Otomotif
Morgan Stanley menyoroti bahwa VLA 2.0 bukan hanya teknologi untuk mobil pintar, melainkan juga landasan penting bagi aplikasi AI fisik seperti robotaxi dan humanoid. Dengan teknologi ini, Xpeng diprediksi akan berada di garis depan peluncuran fitur mengemudi otonom tingkat L3 dan L4 tahun ini.

Langkah strategis berikutnya adalah memperluas lisensi teknologi tersebut. Volkswagen menjadi pelanggan eksternal pertama yang mengadopsi VLA 2.0. Morgan Stanley memperkirakan bahwa lebih banyak produsen otomotif dunia (OEM) akan mengikuti jejak ini di masa mendatang.

Robotaxi dan Ekspansi Global
Xpeng juga mempersiapkan peluncuran robotaxi otonom sepenuhnya di jalanan Guangzhou tahun ini. Manajemen yakin robotaxi dapat beroperasi dengan baik setelah penerapan VLA 2.0 berjalan optimal. Meskipun awalnya skala operasi tidak besar, Morgan Stanley menilai unit ekonomi kompetitif dari kendaraan penumpang komersial dapat mendorong ekspansi robotaxi secara signifikan.

Pengembangan ini juga menjadi peringatan bagi para pemain otomotif global seperti Tesla. Inovasi balik dalam teknologi mengemudi otonom dari China yang dipelopori Xpeng berpotensi meningkatkan persaingan di pasar internasional. Xpeng berencana meluncurkan VLA 2.0 secara global pada 2027, menantang dominasi merek-merek besar dengan kemampuan AD yang sebanding.

Peluncuran Model Baru dan Harga Kompetitif
Selain VLA 2.0, Xpeng juga meluncurkan model MPV listrik multi-fungsi X9 untuk tahun 2026. Harga start model ini adalah 309.800 yuan, setara dengan versi extended-range electric vehicle (EREV) yang diperkenalkan akhir tahun sebelumnya. Penurunan harga sebesar 50.000 yuan atau 13,9% dibanding versi listrik murni sebelumnya membuat produk ini lebih kompetitif di pasar.

Ketua dan CEO Xpeng, He Xiaopeng, menyatakan bahwa pengujian internal menunjukkan VLA 2.0 unggul secara signifikan dari pesaing kelas atas industri, terutama dalam hal tingkat pengambilalihan kendali, kelancaran, dan cakupan operasional yang didukung. Ia optimistis bahwa pengemudian otonom penuh akan tercapai dalam 1 hingga 3 tahun ke depan.

Menuju Mobil yang Lebih Cerdas
He Xiaopeng juga memperkirakan dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, semua mobil akan bertransformasi menjadi agen super cerdas dengan kemampuan otonomi tinggi. Inovasi seperti VLA 2.0 menjadi fondasi penting dalam visi ini.

Dengan teknologi canggih dan strategi lisensi yang siap diperluas, Xpeng diposisikan lebih dari sekadar produsen mobil. Perusahaan ini tengah melangkah menjadi pelopor di bidang kendaraan pintar dengan integrasi AI fisik yang revolusioner, membuka peluang bisnis baru sekaligus menghadirkan persaingan ketat di panggung otomotif global.

Source: cnevpost.com

Terkait