Per 6 Maret, harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia mengalami update terbaru. Kenaikan harga berlaku khusus untuk produk BBM nonsubsidi dari beberapa operator besar seperti Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy. Sementara itu, harga BBM subsidi tetap dipertahankan tanpa perubahan.
Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia dan mekanisme penentuan harga yang berbeda antar perusahaan. Produk dengan nilai oktan tinggi dan jenis solar nonsubsidi yang dipasarkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut mencatat kenaikan harga berbeda-beda di tiap wilayah.
Harga BBM Pertamina
Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi dengan kenaikan mulai dari Rp200 hingga Rp950 per liter. Berikut harga terbaru di wilayah Jawa: Pertalite Rp10.000 per liter, Biosolar Rp6.800, Pertamax Rp12.300, Pertamax Turbo Rp13.100, Pertamax Green 95 Rp12.900, Dexlite Rp14.200, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter. Harga Pertalite dan Biosolar sebagai BBM subsidi masih tetap.
Secara nasional, harga BBM Pertamina per wilayah juga menunjukkan pola yang serupa dengan kenaikan bikin harga Pertamax dan Dexseries di berbagai daerah. Contohnya, di Aceh Pertamax dijual Rp12.600 dan Pertamina Dex Rp14.800. Sedangkan di Kalimantan Selatan harga Pertamax mencapai Rp12.900 dan Pertamina Dex Rp15.100 per liter.
Harga BBM Shell
Shell Indonesia turut melakukan penyesuaian harga BBM dengan kenaikan Rp220 hingga Rp1.020 per liter. Harga Shell Super (RON 92) kini Rp12.390, Shell V-Power (RON 95) Rp12.500, Shell V-Power Nitro+ (RON 98) Rp12.720, dan Shell V-Power Diesel (CN 51) Rp14.620 per liter. Kenaikan ini mengikuti tren harga minyak global dan daya beli konsumen.
Harga BBM BP-AKR
Jaringan SPBU BP-AKR juga mencatat kenaikan harga BBM nonsubsidi sebesar Rp340 hingga Rp1.020 per liter. BBM yang dipasarkan antara lain BP 92 Rp12.390, BP Ultimate Rp12.500, serta BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter. Penyesuaian harga ini menyesuaikan dengan pergerakan pasar minyak dan biaya distribusi.
Harga BBM Vivo Energy
Harga BBM nonsubsidi di SPBU Vivo Energy juga naik berkisar antara Rp340 sampai Rp1.000 per liter. Produk Revvo 92 kini dijual Rp12.390, Revvo 95 Rp12.930, dan Diesel Primus Plus Rp14.610 per liter. Vivo Energy menyesuaikan harga mengikuti tren kenaikan BBM di pasar nasional.
Rincian Harga BBM Berdasarkan Wilayah
-
Sumatera dan Sekitarnya
- Pertalite Rp10.000
- Pertamax antara Rp11.550 sampai Rp12.900 tergantung wilayah
- Pertamax Turbo berkisar Rp12.400 sampai Rp13.650
- Biosolar Rp6.800
- Dexlite Rp13.250 sampai Rp14.800
- Pertamina Dex Rp13.800 sampai Rp15.100
-
Jawa dan Bali
- Pertalite Rp10.000
- Pertamax Rp12.300
- Pertamax Green 95 Rp12.900
- Pertamax Turbo Rp13.100
- Biosolar Rp6.800
- Dexlite Rp14.200
- Pertamina Dex Rp14.500
-
Kalimantan
- Pertalite Rp10.000
- Pertamax antara Rp12.600 sampai Rp12.900
- Pertamax Turbo Rp13.350 sampai Rp13.650
- Biosolar Rp6.800
- Dexlite Rp14.500 sampai Rp14.800
- Pertamina Dex Rp14.800 sampai Rp15.100
-
Sulawesi
- Pertalite Rp10.000
- Pertamax Rp12.600
- Pertamax Turbo Rp13.350
- Biosolar Rp6.800
- Dexlite Rp14.500
- Pertamina Dex Rp14.800
- Maluku dan Papua
- Pertalite Rp10.000
- Pertamax Rp12.600
- Pertamax Turbo Rp13.350 (terbatas di beberapa wilayah)
- Biosolar Rp6.800
- Dexlite Rp14.500
- Pertamina Dex Rp14.800 (khusus Papua Barat dan Papua Barat Daya)
Mayoritas wilayah mencatat kenaikan harga khusus di lini Pertamax Series dan produk diesel nonsubsidi Dex Series. Harga Pertalite dan Biosolar sebagai BBM subsidi tetap stabil Rp10.000 dan Rp6.800 per liter sehingga menjadi pilihan lebih ekonomis.
Penyesuaian harga BBM ini penting untuk dipantau konsumen karena berdampak pada pengeluaran bahan bakar sehari-hari. Operator SPBU terus menyesuaikan harga untuk menjaga keseimbangan antara harga pasar minyak dunia dan kebutuhan konsumen di dalam negeri. Pengamat energi menyarankan masyarakat untuk mengelola penggunaan BBM dengan efisien untuk mengantisipasi fluktuasi harga lebih lanjut.
Dengan data harga terkini tersebut, konsumen diharapkan dapat menentukan pilihan BBM yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan dan budget mereka. Peran transparansi harga dari operator SPBU juga menjadi aspek penting agar konsumen mendapatkan akses informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
