Haka Auto Tegaskan Pasar EV Butuh Kepastian, Bukan Insentif yang Bikin Konsumen Malas Berpihak

Haka Auto, mitra diler BYD di Indonesia, menilai bahwa pasar kendaraan listrik (EV) Tanah Air tidak terlalu membutuhkan insentif dari pemerintah. Menurut CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, adanya insentif justru menimbulkan ketidakpastian di pasar yang membuat calon pembeli menunda keputusan membeli kendaraan listrik. Kondisi ini berpotensi menekan dan menghambat perkembangan pasar EV di Indonesia.

Hariyadi menegaskan bahwa pasar EV akan lebih stabil jika kebijakan insentif digantikan dengan kepastian yang jelas tanpa berubah-ubah. Ketidakpastian mengenai kelanjutan insentif menyebabkan konsumen ragu-ragu dan memperlambat laju penjualan kendaraan listrik. Dia menyebutkan bahwa konsumen lebih membutuhkan kepastian agar bisa membuat keputusan pembelian tanpa menunggu kepastian kebijakan insentif.

Pasar Butuh Kepastian, Bukan Insentif Sementara

Menurut Hariyadi, insentif pemerintah selama ini berdampak positif pada pertumbuhan pasar EV, tetapi setelah berjalan selama dua tahun, saatnya fokus dialihkan pada penguatan ekosistem produksi kendaraan listrik secara nasional. Program insentif dirasakan sudah berjalan cukup baik dan kini pembuat mobil yang semula mengandalkan impor mulai mengembangkan perakitan lokal.

Pemerintah mengalokasikan anggaran hingga Rp 7 triliun untuk mendukung sektor otomotif listrik, yang dianggap sudah memadai untuk mengakselerasi perkembangan pasar kendaraan listrik. Dengan demikian, anggaran insentif besar tersebut diharapkan bisa dialihkan untuk pembangunan fasilitas produksi dalam negeri agar industri EV Indonesia bisa mandiri dan berkelanjutan.

Teknologi Makin Canggih dan Harga Makin Terjangkau

Haka Auto juga menyoroti bahwa teknologi kendaraan listrik terus berkembang dan harga unit EV semakin kompetitif. Teknologi baterai dan motor listrik yang terus mengalami inovasi berdampak pada penurunan biaya produksi sehingga harga kendaraan listrik bisa bersaing dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Hariyadi menyebut, kini sudah ada model kendaraan listrik yang layak dijadikan mobil utama, bukan sekadar kendaraan tambahan atau pelengkap. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar EV Indonesia tengah memasuki fase kematangan di mana harga dan performa menjadi pertimbangan utama konsumen.

Dukungan Produsen Lewat Pembangunan Fasilitas Produksi

Sejalan dengan kebijakan pemerintah, sejumlah produsen kendaraan listrik global telah mulai membangun fasilitas produksi di Indonesia. Contohnya adalah VinFast dan BYD yang melakukan investasi untuk mendirikan pabrik perakitan lokal guna mendukung produksi EV di dalam negeri.

Langkah ini dianggap penting untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik agar tidak sekadar mengandalkan impor, tetapi juga menciptakan nilai tambah industri nasional serta kesempatan kerja. Dengan adanya fasilitas produksi, harga kendaraan listrik juga berpotensi semakin kompetitif di pasar domestik.

Pentingnya Fokus pada Ekosistem dan Infrastruktur EV

Selain kepastian kebijakan dan fasilitas produksi, pengembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik seperti jaringan pengisian baterai juga menjadi hal penting agar pasar EV dapat tumbuh secara berkelanjutan. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, minat konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik bisa terbatasi.

Peralihan fokus pemerintah dari insentif langsung ke pembangunan ekosistem ini diharapkan dapat menciptakan fondasi yang kuat agar pasar EV Indonesia tumbuh stabil, mengurangi ketergantungan pada subsidi, serta meningkatkan daya saing industri otomotif dalam negeri di pasar global.

Rangkuman Fokus Utama yang Dibutuhkan Pasar EV Indonesia

  1. Kepastian kebijakan tanpa ketergantungan pada insentif sementara.
  2. Penurunan harga kendaraan listrik hasil inovasi teknologi.
  3. Pembangunan fasilitas produksi lokal oleh produsen EV.
  4. Pengembangan infrastruktur pengisian baterai yang komprehensif.
  5. Dukungan penuh dari pemerintah untuk penguatan ekosistem kendaraan listrik.

Dengan fokus pada hal-hal ini, pasar kendaraan listrik di Indonesia diyakini mampu tumbuh secara alami dan berkelanjutan, tanpa harus bergantung pada insentif yang kerap menimbulkan ketidakpastian. Haka Auto sendiri optimistis pasar EV akan terus berkembang seiring dengan semakin terjangkaunya harga dan kemajuan teknologi kendaraan listrik.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.katadata.co.id
Terkait