Apple CarPlay merupakan fitur konektivitas yang memungkinkan pengguna iPhone mengakses berbagai aplikasi penting saat mengemudi. Meski terus berkembang, tidak semua fitur CarPlay mendapatkan perhatian atau digunakan secara luas oleh penggunanya. Hal ini umumnya terjadi karena beberapa fitur tersebut tidak memberikan manfaat praktis dibandingkan alternatif lain yang lebih sederhana dan efektif.
Berikut ini lima fitur Apple CarPlay yang jarang digunakan dan sering dianggap kurang berguna oleh penggunanya.
1. Mengganti Wallpaper
CarPlay memungkinkan penggunanya untuk mengubah wallpaper atau latar belakang tampilan utama. Namun, sebagian besar pengguna jarang memanfaatkan fitur ini karena wallpaper bawaan sudah cukup menarik dan perubahan latar belakang tidak mempengaruhi fungsi utama CarPlay. Selain itu, pilihan wallpaper yang disediakan terbatas dan tidak bisa diganti dengan gambar sesuai keinginan, sehingga fitur ini sekadar pelengkap tanpa dampak signifikan terhadap pengalaman penggunaan.
2. SharePlay untuk Kontrol Musik Bersama
SharePlay dirancang untuk membiarkan penumpang lain mengontrol musik selama perjalanan. Meski terlihat menarik, kenyataannya penggunaan SharePlay justru membingungkan dan berpotensi menimbulkan “chaos.” Preferensi musik tiap orang berbeda sehingga sulit untuk menemukan kesepakatan. Lebih dari itu, SharePlay membutuhkan iOS 17 dan langganan Apple Music, padahal banyak pengguna lebih memilih aplikasi streaming lain seperti Spotify. Oleh karena itu, SharePlay jarang diaktifkan dan tidak populer di kalangan pengguna CarPlay.
3. Siri sebagai Asisten Suara dalam Mobil
Siri di Apple CarPlay memungkinkan pengendara memberikan perintah suara tanpa harus menyentuh layar. Namun, dalam praktiknya, respons Siri kurang dapat diandalkan karena gangguan suara mesin dan lingkungan jalan raya yang bising. Kesalahan pada Siri yang salah menelpon atau menyajikan navigasi ke lokasi salah sering dialami pengguna. Hal ini juga disebabkan oleh kualitas mikrofon mobil yang bervariasi dan kurang optimal, terutama pada kendaraan kelas menengah ke bawah. Akibatnya, banyak pengendara memilih menggunakan Siri hanya untuk perintah sederhana agar terhindar dari kesalahan.
4. Mode Driving Focus
Driving Focus adalah fitur yang bertujuan membatasi gangguan dengan memfilter pemberitahuan saat mengemudi. Namun, pengguna CarPlay jarang mengandalkan fitur ini karena pengaturan yang kurang fleksibel dan kurang cocok untuk semua situasi mengemudi. Intensitas berkendara tiap aktivitas berbeda-beda, mulai dari perjalanan singkat ke supermarket hingga perjalanan panjang berjam-jam. Mode ini cenderung aktif secara otomatis tanpa membedakan konteks sehingga bisa menyebabkan pemberitahuan penting terlewatkan. Jika harus diaktifkan manual, pengguna lebih memilih mengabaikan notifikasi saja, sehingga fitur ini kurang diminati.
5. Membagikan ETA (Estimated Time of Arrival)
Saat menggunakan Apple Maps melalui CarPlay, pengguna dapat membagikan perkiraan waktu tiba kepada kontak. Meskipun fungsional, fitur ini dianggap tidak esensial karena kebanyakan orang lebih memilih mengirim pesan singkat sederhana seperti “saya dalam perjalanan” atau “tiba dalam 10 menit.” Biasanya, fitur ini lebih berguna saat berkomunikasi dengan orang terdekat, namun sebagian pengguna sudah membagikan lokasi secara live sehingga membagikan ETA terasa berlebihan. Sifat pribadi dan rasa kurang nyaman terhadap tingkat transparansi ini membuat fitur tersebut kurang digunakan secara konsisten.
Faktor utama yang membuat fitur-fitur ini kurang populer adalah karena alternatif yang lebih mudah atau lebih sesuai dengan kebutuhan pengendara sehari-hari. Apple CarPlay memang terus menambah berbagai opsi untuk memperkaya pengalaman berkendara, tetapi kenyamanan dan efisiensi tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, meskipun fitur seperti mengganti wallpaper, SharePlay, Siri, Driving Focus, dan berbagi ETA memiliki potensi, mereka belum mampu memenuhi ekspektasi praktis pengguna di lapangan.
Dengan demikian, pengembang dan pengguna sama-sama perlu menyesuaikan penggunaan teknologi agar semakin optimal dan sesuai dengan kebutuhan riil saat berkendara. Perbaikan pada kualitas perangkat keras kendaraan dan pengaturan yang bisa disesuaikan dengan personalisasi akan sangat membantu meningkatkan adopsi fitur-fitur ini di masa mendatang.
