CEO Li Auto Sindir VW Usai Adopsi Teknologi Range-Extender yang Pernah Dianggap Usang dan Tidak Ramah Lingkungan

Volkswagen (VW) kembali menghadirkan mesin EA211 sebagai jantung teknologi range-extender pada model SUV listrik extended-range pertama mereka di China, ID. Era 9X. Langkah ini cukup menarik karena beberapa tahun lalu, eksekutif VW China sempat mengkritik keras teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV) sebagai “sangat tidak ramah lingkungan” dan “teknologi yang sudah usang”.

Mesin EA211 ini pertama kali diperkenalkan sejak 2011 dan telah digunakan pada berbagai model VW seperti Golf, Seat Ibiza, Skoda Fabia, dan Audi Q2. Kini, mesin legendaris ini dipoles dan diadaptasi khusus menjadi range extender, di mana mesin hanya berfungsi sebagai generator pengisian baterai tanpa menggerakkan roda secara langsung. Mesin EA211 terbaru berkapasitas 1.5 liter, dilengkapi turbocharger variable-geometry untuk mengatur aliran udara sesuai kondisi mengemudi.

Revolusi Teknologi pada Mesin EA211

VW tidak sekadar mengadopsi teknologi lama, tapi juga membawa pembaruan signifikan pada mesin EA211. Mereka meningkatkan efisiensi termal dan sistem pendingin intake dengan intercooler berpendingin air untuk menjaga suhu optimal saat bekerja. Mesin ini kini dibuat di China, menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar lokal yang agresif mengembangkan kendaraan listrik.

Secara teknis, penggunaan turbocharger variable-geometry memungkinkan mesin menyesuaikan kinerja dengan cepat dan halus, sehingga pengisian energi ke baterai dapat dilakukan tanpa gangguan performa. VW juga mengklaim bahwa emisi gas buang dari mesin ini sudah sangat berkurang berkat penyempurnaan ini, meskipun mesin hanya menyala untuk mengisi ulang baterai.

Kontradiksi Antara Masa Lalu dan Sekarang

Pada 2020, Stephan Wöllenstein, CEO VW China, menyatakan skeptis terhadap teknologi range extender dengan alasan lingkungan. Ia menilai mesin berbahan bakar bensin yang digunakan sebagai range extender tidak akan banyak kontribusi dalam mengurangi emisi secara signifikan. Tak lama setelah itu, kepala R&D VW di China menyebut teknologi ini sudah ketinggalan zaman dan prospeknya terbatas.

Namun, beberapa tahun kemudian, Li Auto, salah satu produsen mobil listrik besar di China yang juga menggunakan teknologi range extender, memberikan sindiran melalui media sosial. Mereka menyoroti inkonsistensi VW yang kini memproduksi secara massal teknologi yang dulu dianggap “kuno dan tidak ramah lingkungan”. Ini menunjukkan dinamika persaingan dan perkembangan teknologi otomotif yang cepat di pasar Tiongkok.

Spesifikasi VW ID. Era 9X

ID. Era 9X tampil sebagai SUV listrik Extended-Range yang unik dengan dimensi sedikit lebih panjang dan sempit dibanding BMW X7. VW menggandeng SAIC dalam pengembangan model premium ini, yang dirancang khusus untuk pasar China dengan potensi ekspor jika mendapat sambutan positif.

Mesin EA211 1.5 liter sebagai range extender bekerja bersamaan dengan motor listrik berposisi di belakang, menghasilkan tenaga sebesar 295 hp. Varian baterai dasar menggunakan baterai LFP dengan kapasitas 51,1 kWh yang mampu menempuh jarak tempuh listrik murni hingga 267 km. Selain itu, VW menawarkan opsi baterai lebih besar 65,2 kWh dengan jarak tempuh listrik hingga 340 km dan varian twin motor dengan tenaga mencapai 510 hp untuk performa lebih tinggi.

Peran Range Extender Dalam Industri Otomotif Saat Ini

Di tengah percepatan elektrifikasi global, teknologi EREV mengalami kebangkitan kembali. Hal ini dipicu oleh kebutuhan akan jangkauan berkendara yang lebih panjang sekaligus menekan ketergantungan pada jaringan pengisian listrik yang belum merata di berbagai negara. VW ID. Era 9X menjadi salah satu contoh bagaimana produsen besar mulai mencampurkan teknologi konvensional dan listrik untuk memenuhi harapan konsumen dan regulasi lingkungan.

Teknologi range extender dipakai untuk mengatasi kekhawatiran jarak tempuh dan waktu pengisian daya yang masih jadi kelemahan mobil listrik murni. Selain itu, mesin yang hanya berfungsi sebagai generator ini dapat berjalan pada titik efisiensi optimal sehingga emisi dan konsumsi bahan bakar dapat diminimalkan.

Masa Depan Teknologi Range Extender di Pasar Global

VW menyadari bahwa pengembangan teknologi range extender perlu disesuaikan dengan tren dan pasar terkini. Dengan menempatkan mesin EA211 yang telah disempurnakan di ID. Era 9X, VW berupaya memenangkan persaingan di pasar China yang sangat kompetitif serta menjaga fleksibilitas teknologi agar dapat diperluas ke segmen pasar lainnya.

Penggunaan range extender yang efisien menjadi jembatan penting untuk transisi dari mobil berbahan bakar fosil ke mobil listrik penuh tanpa mengorbankan kenyamanan dan mobilitas. Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa kritik terhadap teknologi tertentu dapat berubah seiring waktu berdasarkan inovasi dan perubahan kebutuhan pasar.

VW ID. Era 9X bukan hanya bukti kebangkitan mesin EA211, tapi juga refleksi bagaimana pendekatan teknologi otomotif dapat berubah drastis dalam kurun waktu hanya beberapa tahun. Kehadiran model ini diharapkan mampu menginspirasi produsen lain untuk terus berinovasi dalam mencari solusi energi kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan praktis.

Source: www.carscoops.com

Terkait