
Volvo memperkenalkan varian baru dari SUV listrik terkecilnya, EX30, dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah ini ditujukan untuk menarik lebih banyak pembeli di pasar Eropa yang terus berkembang, terutama pada segmen mobil listrik dengan harga kompetitif.
Varian EX30 terbaru menggunakan motor listrik dengan tenaga 110 kW (148 hp). Tenaga ini sekitar 45 persen lebih rendah dibandingkan varian motor tunggal sebelumnya yang memiliki output 200 kW (268 hp). Selain itu, tersedia varian motor ganda dengan tenaga mencapai 315 kW (422 hp) bagi konsumen yang menginginkan performa lebih tinggi.
Motor 110 kW pada varian terjangkau ini dirancang khusus untuk kebutuhan mobilitas harian dan perjalanan di perkotaan. Dengan spesifikasi ini, EX30 memberikan keseimbangan antara efisiensi energi dan performa yang cukup untuk aktivitas sehari-hari.
Untuk urusan baterai, Volvo menyediakan dua pilihan kapasitas bagi konsumen Eropa. Pilihan pertama adalah baterai 51 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh hingga 339 kilometer dalam sekali pengisian daya. Pilihan kedua adalah baterai yang lebih besar berkapasitas 69 kWh, dengan jarak tempuh yang meningkat menjadi 476 kilometer.
Salah satu fitur menarik pada varian EX30 terbaru adalah Vehicle-to-Load (V2L). Teknologi V2L memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber listrik portabel. Dengan fitur ini, pengguna dapat menyalurkan listrik dari baterai mobil ke perangkat elektronik seperti sepeda listrik, pengeras suara, atau peralatan berkemah menggunakan adaptor tambahan.
Fitur V2L ini akan diluncurkan terlebih dahulu di beberapa negara dan nantinya diperluas lewat pembaruan perangkat lunak pada model EX30 yang sudah terlanjur beredar di pasaran. Hal ini menunjukkan komitmen Volvo untuk memberikan peningkatan fungsi secara berkelanjutan.
Dari sisi interior, Volvo memperbarui tampilan layar pusat pada varian EX30 terbaru. Desain menu dan pengaturan dibuat lebih sederhana untuk memberikan kemudahan penggunaan. Tersedia juga bilah pintasan yang dapat disesuaikan untuk akses aplikasi favorit secara cepat.
Pembaruan perangkat lunak ini juga akan menyambangi pemilik EX30 sebelumnya pada musim panas, sehingga seluruh pengguna dapat menikmati fitur dan tampilan yang lebih segar. Langkah ini menggarisbawahi fokus Volvo pada kenyamanan dan kemudahan teknologi.
Untuk menjaga daya saing harga, produksi Volvo EX30 yang diperuntukkan bagi pasar Eropa dialihkan dari China ke Belgia. Langkah ini bertujuan menghindari biaya bea masuk tambahan yang berpotensi menaikkan harga jual, sehingga varian baru dapat tetap kompetitif.
Berikut ringkasan spesifikasi utama Volvo EX30 varian terjangkau:
1. Tenaga motor listrik: 110 kW (148 hp)
2. Pilihan baterai: 51 kWh (jarak tempuh 339 km) dan 69 kWh (jarak tempuh 476 km)
3. Fitur unggulan: Vehicle-to-Load (V2L) untuk sumber daya listrik portabel
4. Layar pusat: Desain menu dan pintasan aplikasi yang diperbarui
5. Produksi: Dipindahkan ke Belgia untuk pengurangan biaya bea masuk
Dengan kelengkapan tersebut, Volvo EX30 varian terjangkau hadir sebagai pilihan menarik di segmen SUV listrik kecil yang makin diminati konsumen urban. Varian ini memberikan solusi mobilitas listrik yang lebih hemat dan praktis tanpa mengorbankan fitur modern maupun teknologi canggih. Volvo juga terus berupaya menyempurnakan pengalaman pengguna dengan pembaruan perangkat lunak yang rutin.
Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisi Volvo dalam menghadapi persaingan ketat pasar mobil listrik global, di mana harga dan fungsionalitas menjadi faktor utama keputusan pembelian. Varian baru EX30 diyakini mampu menjangkau lebih banyak pengguna yang mencari kendaraan listrik efisien untuk kebutuhan sehari-hari dan perjalanan kota.









