Pasar mobil listrik bekas di Indonesia menunjukkan minat yang rendah dari konsumen. Banyak faktor menyebabkan kondisi ini, terutama ketidakuntungan yang dirasakan oleh pembeli kendaraan listrik bekas.
Salah satu kendala utama adalah sulitnya mendapatkan pembiayaan kredit untuk mobil listrik bekas. Menurut Agung Iskandar, Direktur OLXMobbi, hampir tidak ada perusahaan pembiayaan yang mau menerima kredit kendaraan listrik bekas. Padahal, lebih dari 50 persen konsumen mobil bekas di Indonesia masih mengandalkan kredit untuk pembelian.
Depresiasi Harga yang Tinggi
Harga jual kembali mobil listrik bekas mengalami penurunan sangat drastis. Agung Iskandar menjelaskan bahwa nilai jual Hyundai Ioniq 5 bekas, misalnya yang keluaran tahun lalu, telah turun hingga separuh dari harga barunya. Saat ini harga bekasnya berkisar antara Rp 250 juta sampai Rp 350 juta. Penurunan harga yang tajam ini membuat konsumen merasa rugi saat membeli mobil listrik bekas.
Garansi Baterai yang Tidak Menjamin
Garansi baterai menjadi perhatian krusial bagi calon pembeli mobil listrik bekas. Banyak produsen menyatakan garansi hanya berlaku untuk pemilik pertama dan tidak bisa dialihkan ke pembeli kedua atau berikutnya. Kondisi ini membuat risiko kerusakan baterai menjadi beban penuh pembeli bekas. Biaya penggantian baterai yang tinggi semakin memperkecil minat pasar.
Persaingan Harga Mobil Listrik Baru
Strategi perang harga dari produsen mobil listrik baru juga memengaruhi pasar bekas. Produsen asal China yang memasarkan model terbaru dengan harga sangat kompetitif membuat mobil listrik bekas semakin sulit bersaing. Konsumen lebih memilih membeli kendaraan baru yang mendapatkan teknologi terbaru dan garansi lengkap daripada mengambil risiko membeli mobil bekas yang harga terus turun.
Preferensi Konsumen Beli Mobil Listrik Baru
Kondisi pasar seperti ini mendorong konsumen untuk membeli kendaraan listrik baru. Dengan membeli baru, mereka mendapat jaminan garansi penuh dan pembiayaan kredit yang lebih mudah. Harga yang kompetitif dan fitur modern juga semakin menarik minat beli mobil listrik dalam kondisi baru.
Daftar Permasalahan Mobil Listrik Bekas di Indonesia:
- Sulit mendapatkan skema kredit
- Harga jual kembali turun drastis hingga 50%
- Garansi baterai tidak berlaku untuk pemilik kedua
- Persaingan harga kendaraan baru sangat ketat
- Risiko biaya perawatan dan penggantian baterai tinggi
Fenomena minimnya peminat mobil listrik bekas mencerminkan tantangan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Kendati tren mobil listrik semakin meningkat, pasar seken dari segmen ini belum mampu memberikan keuntungan yang optimal bagi konsumen maupun penjual.
Situasi tersebut perlu menjadi perhatian bagi produsen dan pelaku industri otomotif. Strategi garansi, pembiayaan, serta harga jual kembali harus dirancang agar pasar mobil listrik bekas lebih menarik dan menguntungkan semua pihak. Tanpa perbaikan kebijakan tersebut, mobil listrik bekas akan tetap menjadi pilihan yang kurang menarik di mata masyarakat Indonesia.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.katadata.co.id






