Mobil listrik dikenal memiliki konsumsi energi yang efisien dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran dalam. Namun, saat dipacu kencang, konsumsi daya listriknya bisa terasa lebih boros. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor teknis yang berkaitan dengan cara kerja motor listrik dan hambatan saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), menjelaskan bahwa konsumsi daya terbesar terjadi saat mobil listrik mulai berjalan. Motor membutuhkan energi tinggi untuk menggerakkan beban berat dan melakukan akselerasi awal. Penggunaan pedal gas secara agresif secara otomatis meningkatkan konsumsi listrik karena motor mengeluarkan torsi besar secara instan.
Faktor Penyebab Borosnya Konsumsi Energi saat Dipacu Kencang
-
Torsi Instan Motor Listrik
Mobil listrik memiliki torsi instan yang membuat akselerasi lebih responsif. Meski keunggulan ini meningkatkan performa, pemakaian torsi tinggi dalam waktu singkat meningkatkan konsumsi daya dengan signifikan. -
Hambatan Aerodinamis Meningkat
Saat melaju cepat, hambatan udara yang dihadapi mobil bertambah drastis. Energi yang dibutuhkan motor untuk melawan hambatan ini juga meningkat, sehingga baterai cepat terkuras. -
Kapasitas Baterai Terbatas
Mobil listrik menyimpan energi dalam baterai berkapasitas tertentu. Penggunaan agresif menyebabkan pengurangan kemampuan jelajah meskipun waktu tempuh lebih singkat. Jarak maksimum yang bisa dicapai satu kali pengisian daya pun berkurang. -
Penggunaan AC dan Beban Tambahan
Selain kecepatan tinggi, penggunaan AC dalam kondisi sangat dingin juga menjadi beban tambahan yang menguras daya baterai. Beban kerja komponen AC meningkat saat dipakai di cuaca panas atau disetel sangat dingin. - Standar Pengujian Konsumsi Energi Tidak Sama Dengan Kondisi Nyata
Metode pengujian konsumsi baterai seperti WLTP, EPA, dan NEDC dilakukan dalam kondisi laboratorium yang ideal, antara 23-25 derajat Celcius dengan jalan datar dan kecepatan konstan. Sedangkan di kenyataan, kondisi jalan dan kebiasaan pengemudi berbeda sehingga konsumsi energi jadi lebih tinggi dari klaim pabrikan.
Dampak Gaya Berkendara Agresif pada Mobil Listrik
Gaya berkendara agresif meski memberikan sensasi torsi instan yang menyenangkan, menyebabkan konsumsi daya listrik melonjak. Akibatnya jarak tempuh total berkurang. Jayan menambahkan bahwa mengemudi dengan kecepatan stabil dan halus adalah cara terbaik menjaga efisiensi energi. Cara berkendara ini akan memperpanjang daya tahan baterai selama perjalanan.
Berikut beberapa tips untuk menghemat konsumsi daya saat mengemudi mobil listrik:
- Hindari akselerasi mendadak dan berkendaralah dengan kecepatan konstan.
- Gunakan AC dengan pengaturan suhu yang moderat, tidak terlalu dingin.
- Kurangi beban kendaraan dengan menghindari membawa penumpang atau barang tidak perlu.
- Pilih rute dengan kondisi jalan yang mulus dan minim kemacetan.
- Manfaatkan mode berkendara eco jika tersedia pada mobil.
Secara teknis, motor listrik memang efisien, tapi kebutuhan tenaga naik signifikan seiring kecepatan. Bila sering digeber dalam kecepatan tinggi, baterai jadi cepat habis dan konsumsi listrik meningkat. Pengemudi mobil listrik perlu memahami karakteristik ini agar mendapat pengalaman berkendara yang optimal dan efisien.
Dengan pemahaman yang benar mengenai faktor boros energi saat kecepatan tinggi, konsumen mobil listrik dapat menyesuaikan gaya berkendara. Hal ini penting demi menjaga jarak tempuh optimal, memperpanjang umur baterai, dan memastikan kendaraan listrik tetap menjadi pilihan mobilitas ramah lingkungan yang hemat energi.
