McLaren memastikan akan meluncurkan mobil balap LMDh untuk dipakai di ajang ketahanan Le Mans. Selain versi balap dengan sistem hybrid, McLaren juga menyiapkan varian khusus untuk konsumen yang menggunakan mesin pembakaran tanpa bantuan listrik.
Versi pelanggan ini disebut Project: Endurance dan akan diproduksi terbatas mulai pertengahan 2025. Mobil ini tidak hanya menonjol secara tampilan, tapi juga menawarkan sensasi mengemudi layaknya mobil balap sungguhan bagi penggemar otomotif non-profesional.
Mesin dan Performa Berbeda untuk Pengguna Jalan Raya
Mobil balap McLaren LMDh menggunakan mesin V6 twin-turbo yang dipadukan dengan motor listrik, menghasilkan 671 hp. Daya ini diatur supaya sesuai regulasi Balance of Performance ajang balap ketahanan.
Sebaliknya, Project: Endurance mengandalkan mesin V6 twin-turbo 2,9 liter tanpa sistem elektrifikasi. Mesin ini mampu mengeluarkan tenaga sekitar 720 hp, lebih tinggi dibanding versi balap dalam kondisi standar.
Walau tenaga lebih besar, mesin versi pelanggan tidak sekompleks versi balap hybrid. Strategi ini bertujuan memberi pengalaman berkendara yang mendekati mobil balap tanpa kesulitan operasional sistem hybrid bagi pengguna umum.
Fokus pada Kenyamanan dan Kemudahan Pengemudi Non-Profesional
McLaren menyesuaikan karakteristik mobil pelanggan agar lebih ramah dikendarai. Mobil akan dibekali fitur kontrol traksi yang dapat diatur, sehingga pengguna bisa menyesuaikan respons kendaraan sesuai kemampuan.
Selain itu, sistem pengereman dan respons tenaga juga disesuaikan agar mudah dikendalikan. Hal ini berbeda dari mobil trek McLaren sebelumnya yang cenderung fokus pada performa maksimal dengan pengemudi berpengalaman.
Produksi Terbatas dengan Dukungan Eksklusif
Jumlah unit Project: Endurance belum diumumkan dan diperkirakan akan sangat terbatas. Mobil hanya akan diberikan kepada pembeli terpilih yang dianggap tepat oleh McLaren.
Pengujian versi pelanggan dan versi balap sudah dimulai dan pengiriman pertama direncanakan pada akhir 2027. Proyek ini dijalankan bersamaan dengan program balap di Le Mans dengan kolaborasi langsung antara McLaren Automotive dan McLaren Racing.
Pemilik mobil ini juga akan mendapat keuntungan mengikuti program lintasan global selama dua tahun. Mereka akan mendapatkan dukungan teknis langsung dari insinyur McLaren serta bimbingan dari pembalap profesional.
Performa Melewati McLaren Senna dan Solus GT
McLaren memperkirakan Project: Endurance akan menawarkan performa yang lebih ekstrem ketimbang McLaren Senna. Model ini juga akan melampaui Solus GT, mobil trek paling radikal yang pernah dibuat oleh merek tersebut.
Mesin V6 twin-turbo pada Project: Endurance dengan tenaga 720 hp memang masih kalah dari Solus GT yang menggunakan mesin V10 5,2 liter bertenaga 829 hp. Namun dalam pengujian lintasan tertutup, performa mobil ini diyakini bakal tetap sangat impresif.
Pengembangan Project: Endurance menghadirkan inovasi unik dengan mengadaptasi teknologi balap canggih ke dalam mobil jalan raya yang praktis. Ini menunjukkan komitmen McLaren dalam menghadirkan kendaraan yang menggabungkan kecepatan, presisi, serta kemudahan pemakaian.
Secara keseluruhan, langkah McLaren membuat versi non-hybrid untuk konsumen menegaskan tren baru dalam dunia supercar eksklusif. Mobil balap yang dapat langsung dinikmati dalam versi jalan raya tanpa kompromi performa menjadi daya tarik utama bagi pelanggan penggemar balap dan kecepatan tinggi.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: voi.id






