Xpeng CEO, He Xiaopeng, menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap sistem mengemudi otomatis terbaru perusahaan, Vision-Language-Action 2.0 (VLA 2.0). Ia secara terbuka mengundang para pesaing global, termasuk Elon Musk dari Tesla, untuk datang ke China dan mencoba langsung teknologi ini.
Teknologi VLA 2.0 ini akan mulai diuji coba dalam skala lebih luas di kalangan pengguna internal pada pertengahan bulan ini. Sistem generasi pertama VLA sudah direncanakan meluncur secara resmi di pasar pada akhir bulan ini. He menegaskan, sistem ini merupakan lompatan signifikan dalam teknologi mengemudi otomatis dibandingkan sistem bantuan mengemudi sebelumnya.
Menurut He, jika batas kemampuan sistem bantuan mengemudi terdahulu hanya mencapai 100 poin, maka VLA 2.0 bisa mencapai 10.000 poin bahkan lebih. Hal ini berkat pemanfaatan model bahasa besar (large language models) dan kekuatan komputasi milik sendiri yang mempercepat riset dan pengembangan secara drastis. Dalam 4 minggu terakhir, kemajuan yang dicapai setara dengan kerja setahun penuh sebelumnya.
Rencana dan Target Pengembangan Teknologi
Xpeng mematok target agar performa VLA 2.0 di pasar domestik bisa menyamai kemampuan sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla pada Agustus mendatang. Perusahaan optimistis bahwa kemampuan mengemudi Level 4 (L4) akan segera terealisasi berkat kemajuan regulasi dan teknologi tersebut. Dalam 1-3 tahun ke depan, teknologi L4 diprediksi menjadi standar luas.
CEO Xpeng juga menyatakan bahwa dalam 5 tahun ke depan teknologi mengemudi otomatis Level 5 (L5) yang sepenuhnya mandiri akan terwujud. Ini akan mengurangi keterlibatan manusia secara signifikan dan mengubah cara masyarakat melakukan perjalanan sehari-hari.
Kesempatan bagi Industri dan Pesaing untuk Melihat Teknologi
Xpeng bahkan membuka peluang bagi pelaku industri otomotif lain untuk mencoba teknologi mutakhir ini. Saat ini biaya persewaan mobil Xpeng yang dilengkapi VLA sudah mencapai 8.000 yuan atau sekitar 1.160 dolar AS untuk kebutuhan pengujian. He yakin setelah peluncuran resmi tahun ini, lebih banyak pihak domestik dan asing tertarik datang langsung ke China untuk menguji.
Setahun setelahnya, sistem ini juga akan mulai diperkenalkan di pasar internasional terpilih. Langkah ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dan pengakuan teknologi ciptaan Xpeng.
Reaksi Positif Pasar dan Pendapat Analis
Investor dan analis saham memberikan respon positif terhadap kemajuan teknologi Xpeng. Morgan Stanley menyebut VLA 2.0 sebagai “lompatan berani ke depan” dalam sebuah catatan riset. Tim analis yang dipimpin Tim Hsiao percaya bahwa pengembangan VLA dan kecerdasan fisik (physical AI) memperkuat posisi Xpeng bukan hanya sebagai produsen mobil biasa, melainkan pionir di bidang teknologi mengemudi otomatis.
Xpeng dan Tesla: Kompetisi Global
He Xiaopeng mengakui Tesla sebagai tolok ukur penting dalam pengembangan teknologi mengemudi otomatis. Ia sempat mencoba sistem FSD Tesla di Silicon Valley akhir tahun lalu dan menilai bahwa Tesla sudah berada pada tahap pengalaman mengemudi semi Level 4 yang sangat meyakinkan.
Persaingan ketat antara Xpeng dan Tesla pun menjadi pendorong utama inovasi. Dengan target jelas untuk mengejar dan bahkan melampaui performa Tesla di bidang ini, Xpeng menjadikan teknologi VLA 2.0 sebagai ujung tombak dalam persaingan global di industri otomotif dan teknologi kendaraan otonom.
Pengembangan ini menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan otomotif Tiongkok kini mampu menjadikan teknologi mengemudi otomatis bukan hanya sebagai nilai tambah produk, tetapi usahakan sebagai terobosan revolusioner yang siap mengubah wajah transportasi di masa depan. He yakin teknologi otonom yang dapat diandalkan dan aman akan mempercepat peralihan kendaraan listrik menjadi standar transportasi utama di dunia.
Source: cnevpost.com






