Kasus banyaknya kendaraan mogok di Bekasi Timur pada akhir Februari 2026 menjadi perhatian besar masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat segera mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara penyaluran Pertalite di SPBU Jl. Juanda, Bekasi Timur. Keputusan ini dilakukan setelah muncul laporan dari konsumen yang kendaraannya bermasalah usai mengisi bahan bakar di lokasi tersebut.
Dampak langsung yang dirasakan adalah sebanyak 25 kendaraan baik roda dua maupun roda empat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan pengguna kendaraan yang bergantung pada Pertalite sebagai bahan bakar utama. Respons cepat diperlukan agar masalah tidak meluas dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas BBM tetap terjaga.
Langkah Cepat Pertamina dan Penanganan Korban
Pertamina Patra Niaga Regional JBB tidak hanya menghentikan sementara distribusi Pertalite di SPBU terkait. Mereka menginstruksikan pihak SPBU untuk membuat posko pengaduan bagi para konsumen yang terdampak. Posko tersebut bertugas menerima laporan keluhan konsumen serta menyiapkan solusi, termasuk penanganan dan perbaikan kendaraan yang mengalami kerusakan.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria menegaskan bahwa seluruh biaya perbaikan kendaraan yang terdampak sepenuhnya ditanggung oleh pihak SPBU. Hingga awal Maret 2026, tercatat 21 sepeda motor dan 4 mobil telah mendapat penanganan. Beberapa kendaraan sudah selesai diperbaiki dan bisa difungsikan kembali, sementara sisanya masih dalam proses perbaikan.
Proses Investigasi dan Jaminan Kualitas BBM
Penyebab masalah ini masih dalam tahap investigasi mendalam. Pertamina mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan dan verifikasi langsung di lapangan guna mengidentifikasi akar permasalahan, apakah berasal dari kualitas Pertalite, proses distribusi, atau faktor lainnya.
Pertamina memberi jaminan bahwa distribusi Pertalite di SPBU lain kawasan Jawa Barat tetap berjalan normal dan BBM yang beredar sudah sesuai dengan standar mutu. Sampai saat ini, tidak ditemukan laporan serupa di SPBU sekitar Bekasi dan wilayah Jawa Barat.
Upaya Pengawasan dan Monitoring Kualitas
Pertamina memperkuat pengawasan dengan melakukan inspeksi dan monitoring secara berkala ke SPBU di wilayah Jawa Bagian Barat. Tindakan ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan agar kualitas bahan bakar yang sampai ke konsumen benar-benar aman, tanpa menimbulkan masalah pada kendaraan. Monitoring dilakukan untuk memastikan setiap SPBU mematuhi standar distribusi dan penyimpanan BBM Pertamina.
Berikut langkah yang diambil Pertamina saat terjadi insiden:
- Menghentikan sementara penyaluran BBM jenis Pertalite di SPBU terdampak.
- Membentuk posko pengaduan di lokasi SPBU agar konsumen bisa mengakses solusi dengan cepat.
- Menanggung biaya perbaikan seluruh kendaraan korban insiden.
- Melakukan investigasi untuk memastikan penyebab peristiwa dan pencegahan agar tidak terulang.
- Menjalankan monitoring dan inspeksi berkala di seluruh SPBU wilayah Jawa Barat.
Informasi Penting bagi Konsumen
Pertamina juga membuka jalur komunikasi melalui Call Center bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait serta untuk menerima keluhan. Langkah ini memperlihatkan komitmen perusahaan dalam memberikan transparansi dan pelayanan yang maksimal.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pengelola SPBU mengenai pentingnya menjaga kualitas bahan bakar sebelum didistribusikan ke konsumen. Selain menjaga kepercayaan publik, pengawasan berkala dan investigasi menyeluruh sangat vital untuk mendeteksi sedini mungkin potensi permasalahan di lapangan. Tindakan tegas dan sistematis seperti yang dilakukan Pertamina di Bekasi diharapkan bisa menjadi standar respons seluruh jaringan SPBU di Indonesia.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com






