Laba FIF Tembus Rp4,63 Triliun di 2026, Pertumbuhan Pembiayaan 7,6 Persen Guncang Industri Pembiayaan Nasional

Author: Qoo Media

PT Federal International Finance (FIF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,63 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini meningkat 4,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,42 triliun.

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan ekspansi penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp49,45 triliun. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 7,64 persen secara tahunan hingga akhir tahun 2025.

Pertumbuhan Volume Pembiayaan dan Portofolio Usaha

Dari sisi volume penyaluran pembiayaan, FIF berhasil membiayai 3,39 juta unit, naik 4,85 persen year-on-year. Hal ini menunjukkan peningkatan permintaan dan kepercayaan pasar terhadap layanan pembiayaan FIF.

FIF memiliki beberapa lini bisnis utama yang menopang pertumbuhan mereka. FIFASTRA menjadi motor penggerak utama dengan pembiayaan sepeda motor Honda. Sementara itu, SPEKTRA fokus pada produk elektronik, gadget, dan furnitur rumah tangga.

Segmen multiguna juga mengalami kontribusi positif dari DANASTRA. FINATRA melayani pembiayaan mikro produktif untuk pelaku UMKM, dan AMITRA mengembangkan pembiayaan syariah khusus untuk kebutuhan Haji dan Umrah.

Fundamental Keuangan yang Membaik

Net Service Asset (NSA) FIF tumbuh sebesar 14,38 persen year-on-year menjadi Rp53,44 triliun pada akhir 2025. Lonjakan NSA ini mencerminkan pertumbuhan aset bersih yang sehat dan manajemen risiko yang baik.

Rasio Non-Performing Finance (NPF) nett tetap terjaga di level 0,20 persen per kuartal IV. Rasio ini masuk kategori sangat sehat menurut standar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pencapaian tersebut membuktikan posisi FIF sebagai perusahaan pembiayaan yang mampu menjaga kualitas portofolio di tengah dinamika perekonomian.

Strategi Digital dan Value Chain untuk Mempertahankan Daya Saing

Direktur FIF, Valentina Chai, menyampaikan bahwa salah satu faktor utama keberhasilan FIF adalah optimalisasi value chain dan percepatan digitalisasi. Kedua aspek tersebut dianggap vital untuk mempertahankan daya saing perusahaan.

Valentina juga menegaskan optimisme perusahaan untuk terus memberikan layanan terbaik dan memperkuat solusi pembiayaan di Indonesia. Dengan dukungan teknologi digital, FIF berusaha mencapai efisiensi operasional dan kemudahan akses bagi nasabahnya.

Kontribusi Beragam Lini Usaha dalam Pertumbuhan

Berikut ini beberapa portofolio bisnis FIF yang menopang kinerja selama 2025:

  1. FIFASTRA: Pembiayaan sepeda motor Honda, motor utama kontribusi laba.
  2. SPEKTRA: Pembiayaan produk elektronik, gadget, dan furnitur.
  3. DANASTRA: Pembiayaan multiguna untuk berbagai kebutuhan.
  4. FINATRA: Pembiayaan mikro produktif bagi pelaku UMKM.
  5. AMITRA: Pembiayaan syariah khusus untuk Haji dan Umrah.

Keberagaman lini usaha ini membantu FIF menghadapi tantangan pasar serta membuka peluang segmen pembiayaan baru.

Penguatan Layanan dan Inovasi di Tengah Tantangan Ekonomi

Sebagai anak perusahaan PT Astra International Tbk (ASII), FIF terus melakukan inovasi produk dan layanan. Perusahaan berfokus pada penguatan layanan agar mampu bertahan dan berkembang meski kondisi ekonomi tidak menentu.

FIF juga berkomitmen menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan sebagai solusi finansial pilihan masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan.

Pencapaian laba dan kenaikan pembiayaan pada tahun 2025 menjadi bukti bahwa FIF terus memperkuat peranannya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terkemuka di Tanah Air dengan portofolio yang beragam serta strategi digitalisasi yang terencana.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.kabarbursa.com
Terbaru