Audi semakin mempercepat pengembangan mobil sport barunya dengan memperkenalkan Concept C. Model konsep ini dirancang untuk menggantikan Audi TT yang sudah tidak lagi diproduksi. Audi menargetkan peluncuran Concept C dalam kurun waktu sekitar dua tahun saja, sebuah percepatan luar biasa dibanding proses pengembangan model mereka sebelumnya.
Concept C merupakan sinyal kuat kembalinya mobil sport dua pintu dalam portofolio Audi. Selama ini, setelah penghentian produksi Audi TT dan supercar bermesin tengah R8, Audi tidak memiliki kendaraan sport dalam segmen tersebut. Kehadiran Concept C dianggap sebagai pengisi kekosongan yang sangat penting bagi brand ini.
Pengembangan Cepat Berbasis Filosofi Kecepatan China
Audi mengadopsi strategi yang disebut sebagai "kecepatan China" untuk mempercepat proses pengembangan Concept C. Model ini memerlukan waktu sekitar tiga tahun dari sketsa awal hingga siap produksi. Siklus ini jauh lebih singkat dibanding siklus pengembangan Audi umumnya yang biasanya lebih lama.
Gernot Döllner, CEO Audi, menegaskan bahwa setiap konsep baru yang mereka hadirkan bukan sekadar model konsep. Concept C adalah bukti implementasi strategi kecepatan tersebut. Dia menjelaskan bahwa dari pengenalan konsep hingga pemasaran massal, seluruh proses dilakukan dengan efisien dan terstruktur secara ketat.
Platform Listrik PPE, Kolaborasi Audi-Porsche
Versi produksi Concept C akan dibangun di atas platform listrik Premium Platform Electric (PPE) milik Grup Volkswagen. Platform PPE juga akan dipakai oleh model terbaru Porsche 718 Cayman dan 718 Boxster dalam transformasi mereka menjadi kendaraan listrik.
Meskipun pernah muncul kabar yang meragukan masa depan Porsche 718 listrik, Audi memastikan kelangsungan kerja sama kuat dengan Porsche. Kolaborasi antara tim teknis Audi dan Porsche berjalan dengan baik, terutama dalam pengembangan platform dan sistem penggerak. Concept C nantinya akan menjadi mobil listrik murni yang mengadopsi teknologi terkini.
Audi akan menempatkan posisi baterai di dalam kabin dan poros belakang kendaraan. Tata letak ini bertujuan untuk mereplikasi distribusi bobot yang mirip dengan pengendalian mobil sport bermesin tengah konvensional. Dengan cara ini, mobil akan mampu menghadirkan karakter pengendalian yang sporty dan seimbang.
Struktur Organisasi Baru Dukung Kecepatan Produksi
Audi menerapkan sistem baru bernama "struktur rumah proyek" menggantikan sistem komite berlapis yang selama ini dipakai. Dalam struktur ini, tim desain, teknik, manufaktur, pengadaan, pemasok, kualitas, dan validasi dikoordinasikan dalam satu organisasi dengan satu pemimpin dan akses langsung ke dewan direksi.
Pendekatan ini memungkinkan proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan efisien. Gernot Döllner menyebutkan bahwa pertemuan proyek spontan yang dilaksanakan setiap minggu sangat membantu menjaga momentum pengembangan. Kunci keberhasilan proyek cepat ini ada pada penyelarasan awal antar tim untuk memastikan proyek dapat divalidasi dalam waktu singkat.
Fakta Penting Pengembangan Concept C
- Target peluncuran Concept C diperkirakan dalam 2 tahun sejak konsep diperkenalkan.
- Menggunakan platform listrik PPE dari Grup Volkswagen, yang juga dipakai Porsche.
- Kendaraan akan berbasis listrik murni.
- Baterai ditempatkan di kabin dan poros belakang untuk distribusi bobot optimal.
- Pengembangan berlangsung cepat berkat struktur rumah proyek dan pendekatan kecepatan China.
Audi berkomitmen membawa kembali mobil sport dua pintu sebagai salah satu segmen menarik dalam portofolionya. Concept C akan menjadi pionir yang mendefinisikan era baru mobil sport listrik Audi, dengan teknis dan manajemen proyek yang inovatif. Dengan pengembangan yang efisien dan kolaborasi kuat antar divisi, Audi siap menunjukkan kemampuannya bersaing di pasar mobil sport listrik global.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: voi.id






