Mudik menjadi salah satu momen penting yang dinanti masyarakat, namun juga memunculkan risiko kecelakaan yang tinggi di jalan raya. Berbagai pihak menegaskan pentingnya disiplin berkendara dan persiapan matang sebagai langkah utama menekan angka kecelakaan dan fatalitas selama arus mudik Lebaran.
Faktor manusia diketahui menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto, memaparkan bahwa kesadaran dan kedisiplinan pemudik sangat berperan dalam memangkas potensi terjadinya kecelakaan fatal di perjalanan.
Peran Penting Kesadaran dan Disiplin
Edo Rusyanto menyebutkan, pengemudi diharapkan memahami risiko berkendara, termasuk potensi bahaya ketika lelah dan kurang konsentrasi. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas dengan cara mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Berdasarkan data Operasi Ketupat Korlantas Polri pada periode mudik lalu, angka kecelakaan berhasil ditekan hingga 31 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Fatalitas atau korban meninggal dunia pun turun sebesar 53 persen menurut data yang diungkapkan Jarak Aman.
Tercatat sebanyak 3.181 kasus kecelakaan terjadi selama periode Operasi Ketupat dengan 787 korban meninggal dunia. Penurunan angka ini disebut tak lepas dari sinergi antara pemangku kepentingan dan meningkatnya disiplin para pengguna jalan.
Langkah-Langkah Pencegahan Kecelakaan saat Mudik
Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting (GDDC), Lilik Andi Baryono, menegaskan perlunya langkah pencegahan sejak awal perjalanan. Banyak kecelakaan dipicu oleh kegagalan antisipasi di jalan, salah satunya karena pengemudi yang memaksakan diri saat lelah.
Mengurangi risiko fatalitas, pengemudi dapat mengikuti rekomendasi pencegahan berikut:
- Beristirahat rutin: Disarankan untuk beristirahat setiap dua jam berkendara dengan durasi 15-20 menit untuk menjaga kebugaran dan fokus.
- Hindari konsumsi kafein berlebihan: Kafein memang membantu tetap terjaga, namun dapat menyebabkan dehidrasi dan masalah kesehatan lain jika dikonsumsi berlebih.
- Perbanyak minum air putih: Mengonsumsi cukup air mencegah dehidrasi yang dapat mengganggu konsentrasi.
- Manajemen perjalanan: Pengemudi perlu merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memilih waktu tempuh dan rute yang aman.
- Pengecekan kendaraan: Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat, termasuk memeriksa rem, ban, lampu, dan kelengkapan lainnya.
- Penggunaan sabuk pengaman: Selalu gunakan sabuk pengaman dan pastikan seluruh penumpang memakainya selama perjalanan.
- Tidak menggunakan ponsel saat berkendara: Fokus menjadi syarat utama agar bisa mengantisipasi kondisi jalan dengan baik.
- Patuhi rambu dan batas kecepatan: Menghormati peraturan lalu lintas dapat mengurangi risiko kecelakaan.
Peran Sinergi dan Kepedulian Publik
Tidak hanya tanggung jawab perorangan, upaya menekan fatalitas kecelakaan mudik juga memerlukan peran aktif dari semua pihak. Keterlibatan pemerintah, komunitas keselamatan jalan, serta disiplin masyarakat menjadi kombinasi penting dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman.
Langkah-langkah edukasi dan kampanye keselamatan jalan terus digalakkan dengan harapan tren penurunan kasus kecelakaan terus berlanjut. Data penurunan kasus dan korban meninggal dunia menjadi bukti bahwa langkah kolektif dan kedisiplinan masyarakat membuahkan hasil positif.
Kebijakan dan pengawasan selama musim mudik juga semakin diperkuat oleh kepolisian dan instansi terkait. Tujuannya agar pengendara lebih taat pada peraturan dan tidak mengabaikan keselamatan selama perjalanan panjang.
Dalam konteks mudik Lebaran yang melibatkan jutaan pergerakan pemudik, konsistensi menerapkan disiplin berkendara menjadi kunci utama untuk menekan korban kecelakaan. Dengan kesiapan fisik, mental, dan kendaraan, diharapkan tradisi pulang kampung dapat berjalan lancar, aman, dan penuh suka cita tanpa korban jiwa.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com






