Harga Pertamax Naik Signifikan Hari Ini 10 Maret 2026, Pertamax Turbo dan Green Tuntaskan Dominasi BBM Non Subsidi

PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi khususnya untuk produk Pertamax. Kenaikan harga berlaku mulai hari ini dengan penyesuaian sekitar Rp300 hingga Rp500 per liter di berbagai wilayah Indonesia. Kenaikan ini juga mencakup varian Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95.

Penyesuaian harga Pertamax merupakan implementasi dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang menjadi revisi dari aturan sebelumnya. Regulasi ini mengatur formula dasar perhitungan harga jual eceran BBM non-subsidi yang dijual di SPBU. Kondisi harga minyak mentah global yang fluktuatif juga menjadi salah satu pemicu dinamika harga BBM di dalam negeri.

Harga Pertamax di Wilayah Jabodetabek

Wilayah Jabodetabek mengalami kenaikan harga Pertamax yang cukup signifikan. Harga Pertamax kini menjadi Rp12.300 per liter, naik Rp500 dari bulan sebelumnya. Sementara Pertamax Turbo naik menjadi Rp13.100 per liter dari Rp12.700 dan Pertamax Green 95 naik menjadi Rp12.900 per liter, meningkat Rp450 dari harga sebelumnya.

Kenaikan ini mengharuskan pemilik kendaraan dengan konsumsi BBM jenis ini menyesuaikan kembali anggaran bulanan mereka. Pengguna Pertamax mesti menyiapkan dana lebih untuk kebutuhan bahan bakar karena kenaikan harga cukup terasa.

Rincian Harga Pertamax di Seluruh Indonesia

Harga Pertamax dan variannya tidak seragam di seluruh Indonesia. Berikut daftar harga berdasarkan wilayah:

  1. Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

    • DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur:
      • Pertamax Rp12.300/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.100/liter
      • Pertamax Green 95 Rp12.900/liter
    • Bali dan Nusa Tenggara Barat:
      • Pertamax Rp12.300/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.100/liter
    • Nusa Tenggara Timur:
      • Pertamax Rp12.100/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.000/liter
  2. Kalimantan

    • Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur:
      • Pertamax Rp12.600/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.350/liter
    • Kalimantan Selatan dan Utara:
      • Pertamax Rp12.900/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.650/liter
  3. Sumatera

    • Aceh dan Sumatera Utara:
      • Pertamax Rp12.600/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.350/liter
    • Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau:
      • Pertamax Rp12.900/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.650/liter
    • Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung:
      • Pertamax Rp12.100/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.000/liter
    • Jambi dan Bangka Belitung:
      • Pertamax Rp12.600/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.350/liter
    • Kawasan FTZ Batam:
      • Pertamax Rp11.750/liter
      • Pertamax Turbo Rp12.400/liter
    • Kawasan FTZ Sabang:
      • Pertamax Rp11.550/liter
  4. Sulawesi

    • Sulawesi Utara, Tengah, Selatan, Barat, Tenggara, Gorontalo:
      • Pertamax Rp12.600/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.360/liter
  5. Maluku dan Papua
    • Maluku dan Maluku Utara:
      • Pertamax Rp12.600/liter
    • Papua:
      • Pertamax Rp12.600/liter
      • Pertamax Turbo Rp13.350/liter
    • Papua Barat dan lainnya:
      • Pertamax Rp12.600/liter

Faktor Penyebab Perbedaan Harga Pertamax

Perbedaan harga BBM ini disebabkan oleh beberapa faktor penting seperti biaya distribusi yang lebih tinggi untuk daerah jauh dari kilang atau terminal BBM. Selain itu, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) oleh pemerintah daerah juga bervariasi antar provinsi. Infrastruktur logistik yang kompleks di wilayah kepulauan dan terpencil turut memengaruhi harga akhir jual BBM.

Faktor-Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga BBM

Harga Pertamax dipengaruhi oleh variabel global dan domestik, antara lain:

  1. Harga minyak mentah dunia yang naik turun mengikuti pasar internasional
  2. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang memengaruhi biaya impor bahan baku
  3. Biaya produksi dan distribusi BBM yang ada di dalam negeri
  4. Kebijakan pemerintah terkait energi dan penyesuaian harga BBM

Kenaikan harga minyak dunia biasanya menjadi motor utama kenaikan harga BBM non-subsidi di Tanah Air karena sebagian besar bahan bakar masih tergantung pada industri global.

Tips Menghemat Konsumsi Bahan Bakar

Untuk mengakomodasi kenaikan harga, pengguna BBM dapat mencoba menghemat dengan cara praktis berikut:

  1. Menjaga tekanan angin ban agar tetap ideal
  2. Menghindari akselerasi dan rem mendadak yang boros bahan bakar
  3. Melakukan servis kendaraan secara rutin
  4. Menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi mesin kendaraan

Langkah-langkah tersebut dapat membantu meningkatkan efisiensi konsumsi tanpa menurunkan performa kendaraan.

Dengan adanya kenaikan harga Pertamax dan variannya, pengguna BBM disarankan untuk selalu update informasi harga terbaru agar lebih siap dalam mengelola kebutuhan bahan bakar. Penyesuaian harga yang dilakukan oleh Pertamina mengikuti regulasi pemerintah dan kondisi pasar global yang dinamis. Informasi harga harian ini penting untuk diperhatikan agar tidak terganggu aktivitas mobilitas harian.

Berita Terkait

Back to top button