Mahindra Tolak Tuduhan ‘Mobil Tong Sampah’, Alasan Standar Emisi Jadi Kunci Validasi Produk di Indonesia

Author: Qoo Media

Isu soal pengadaan 105 ribu unit kendaraan untuk proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sempat menimbulkan kontroversi. Dua merek asal India, Mahindra dan Tata Motors, menjadi pilihan utama dalam proyek ini.

Namun, muncul tudingan bahwa Indonesia mendapat kendaraan dengan standar emisi yang lebih rendah. Hal ini karena Mahindra Scorpio yang diimpor diketahui masih menggunakan mesin diesel dengan standar emisi Euro 4. Padahal di India sendiri regulasi emisi telah beralih ke Bharat Stage 6 (BS6), yang setara dengan Euro 6.

Penjelasan dari RMA Indonesia

RMA Indonesia, selaku agen pemegang merek (APM) Mahindra, membantah tuduhan bahwa kendaraan yang didatangkan adalah produk “barang buangan” atau produk tidak layak. Country Manager RMA Indonesia, Toto Suharto, menjelaskan bahwa keputusan memasukkan produk ke Indonesia mempertimbangkan ketersediaan bahan bakar.

Menurut Toto, saat ini kualitas bahan bakar di Indonesia hanya memenuhi kebutuhan mesin dengan standar emisi Euro 4. Karena itu, Mahindra memilih untuk menjual kendaraan dengan mesin yang sesuai standar Euro 4 demi kompatibilitas bahan bakar dan performa kendaraan.

“Mesin dengan standar BS6 atau Euro 6 belum dipilih karena belum ada bahan bakar yang mendukung standar tersebut di Indonesia,” ujar Toto Suharto kepada Otodriver.

Status Mahindra Scorpio di Pasar

Mahindra Scorpio pickup saat ini memang belum tersedia dengan mesin yang memenuhi standar Euro 6. Produk ini bahkan tidak dijual di pasar domestik India, melainkan difokuskan untuk ekspor ke negara lain. Jika nantinya Scorpio pickup versi Euro 6 hadir, maka penyesuaian juga dilakukan sesuai dengan pasar Indonesia yang masih memakai standar BS4.

Menurut laporan dari Rushlane.com, Mahindra berencana meluncurkan Scorpio Pickup versi terbaru, Scorpio N Pickup. Rencana ini sudah terdengar sejak tahun lalu, namun peluncurannya masih tertunda dan kemungkinan baru muncul pada tahun mendatang.

Regulasi Emisi di India dan Indonesia

India melompat langsung dari standar BS4 ke BS6 tanpa menerapkan BS5. BS6 sudah diberlakukan sejak April dan kini memasuki fase BS6 Phase 2 yang menguji emisi berdasarkan kondisi nyata berkendara (Real Driving Emissions/RDE). Hal ini menunjukkan peningkatan ketat dalam regulasi emisi di India.

Sementara itu, Indonesia masih menggunakan standar bahan bakar yang hanya kompatibel dengan kendaraan berstandar Euro 4. Ini yang menyebabkan Mahindra memilih untuk memasukkan kendaraan berstandar emisi Euro 4 agar optimal dalam performa dan emisi di Indonesia.

Fakta Penting Mengenai Proyek KDMP dan Mahindra

  1. Proyek KDMP melibatkan pengadaan 105 ribu kendaraan untuk kebutuhan koperasi desa.
  2. Mahindra dan Tata Motors menjadi dua merek utama penyedia kendaraan.
  3. Scorpio pickup Mahindra yang digunakan berstandar emisi Euro 4.
  4. Bahan bakar di Indonesia saat ini belum mampu mendukung mesin dengan standar Euro 6 atau setara BS6.
  5. Mahindra menyesuaikan produk dengan kondisi bahan bakar dan regulasi Indonesia.
  6. Scorpio pickup versi Euro 6 belum tersedia dan masih fokus ekspor.
  7. India sudah menerapkan standar BS6 sejak 2020 dan kini di fase BS6 Phase 2.

Dengan demikian, tudingan bahwa Mahindra menjual “mobil tong sampah” tidak berdasar dan tidak sesuai fakta. RMA Indonesia memastikan kendaraan yang dijual sudah sesuai dengan kondisi pasar dan regulasi emisi di Indonesia.

Penjelasan ini penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan memahami alasan teknis di balik pemilihan kendaraan yang didatangkan ke Indonesia. Kondisi bahan bakar dan standar emisi menjadi dasar utama dalam menentukan produk yang sesuai untuk pasar nasional.

Kedepannya, apabila kualitas bahan bakar Indonesia meningkat dan mendukung mesin berstandar Euro 6, maka kendaraan dengan standar lebih tinggi juga bisa dipertimbangkan untuk diluncurkan. Namun saat ini, pilihan mesin Euro 4 Mahindra Scorpio tetap menjadi solusi yang paling tepat dan realistis untuk kendaraan proyek KDMP.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otodriver.com
Terbaru