China NEV Melambat dengan Penjualan Domestik Anjlok 36 Persen, Ekspor Meledak Dua Kali Lipat Penggerak Pasar Global

Penjualan mobil energi baru (NEV) di China mengalami penurunan pertama sejak Maret tahun lalu. Pada bulan Februari, total penjualan wholesales NEV mencapai 765.000 unit, menurun 14,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini juga terlihat secara bulanan, dengan penurunan 19,05% dari bulan Januari.

Domestik merupakan penyebab utama pelemahan pasar NEV. Penjualan domestik NEV turun tajam menjadi 483.000 unit, merosot 36,5% secara tahunan dan 24,9% dibanding bulan sebelumnya. Perlambatan ini disebabkan oleh musim rendah tradisional untuk penjualan otomotif serta pengenaan pajak pembelian kendaraan sebesar 5%. Sebelumnya, pembeli NEV di China menikmati pembebasan pajak sepenuhnya.

Ekspor Melonjak dan Mendukung Pasar

Meskipun penjualan dalam negeri melemah, ekspor NEV mengalami lonjakan yang signifikan. Pada Februari, volume ekspor NEV meningkat 115,3% year-on-year menjadi 282.000 unit. Meskipun mengalami penurunan 6,6% dari bulan Januari, ekspor tetap menjadi pendorong utama pasar secara keseluruhan. Kenaikan ekspor ini mendukung industri otomotif China di tengah tekanan pasar domestik yang melemah.

Ekspor kendaraan listrik baterai (BEV) bahkan melonjak hingga 120% menjadi 174.000 unit. Sementara itu, ekspor plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) meningkat dua kali lipat mencapai 107.000 unit dan mencatat kenaikan 7,8% dari bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan fokus produsen mobil China dalam memperluas pasar global, terutama di sektor kendaraan ramah lingkungan.

Penjualan dan Produksi Menurun Namun Pangsa Pasar NEV Meningkat

Penjualan BEV perlahan turun menjadi 484.000 unit, turun 10,9% year-on-year dan 18,93% month-on-month. Sementara penjualan PHEV juga mengalami penurunan, yaitu 280.000 unit, berkurang 19,4% dibanding tahun lalu dan 19,54% dibanding bulan sebelumnya. Produksi NEV di bulan ini mengikuti pola penurunan, dengan total produksi sebanyak 694.000 unit, turun signifikan dibanding bulan sebelumnya.

Walaupun ada penurunan, pangsa pasar NEV di China justru mengalami kenaikan. Pada Februari, tingkat penetrasi NEV mencapai 42,4%, meningkat dari 41,9% di bulan yang sama tahun lalu dan 40,3% pada Januari. Artinya, meskipun penjualan melemah, kendaraan energi baru semakin mendominasi pasar otomotif China.

Kondisi Pasar Otomotif Secara Umum

Selain NEV, penjualan mobil secara keseluruhan juga mengalami kontraksi. Total wholesales kendaraan di bulan Februari tercatat 1,805 juta unit, turun 15,2% secara tahunan dan 23,1% secara bulanan. Namun, total ekspor mobil mencapai 672.000 unit, naik 52,4% year-on-year meskipun turun sedikit 1,4% dari Januari. Ini menunjukkan bahwa ekspansi pasar ekspor otomotif China masih kuat, terutama di segmen kendaraan ramah lingkungan yang tumbuh pesat.

Dampak Perubahan Kebijakan dan Musim

Penurunan penjualan domestik terutama dikarenakan dua faktor utama. Pertama, bulan Februari biasanya merupakan masa sepi penjualan mobil di China. Kedua, pemerintah memberlakukan pajak pembelian 5% pada kendaraan baru, padahal sebelumnya untuk NEV pembeli mendapat keringanan pajak penuh. Kebijakan fiskal baru ini mulai menekan permintaan mobil listrik di pasar domestik.

Ringkasan Data Utama

  1. Total NEV wholesales bulan Februari: 765.000 unit (turun 14,2% YoY)
  2. Penjualan domestik NEV: 483.000 unit (turun 36,5% YoY)
  3. Ekspor NEV: 282.000 unit (naik 115,3% YoY)
  4. Pangsa pasar NEV: 42,4% (naik dari 41,9% tahun lalu)
  5. Total kendaraan wholesales: 1,805 juta unit (turun 15,2% YoY)
  6. Total ekspor kendaraan: 672.000 unit (naik 52,4% YoY)

Data tersebut menegaskan transisi dinamika pasar otomotif China, di mana penjualan domestik kendaraan energi baru menurun akibat kebijakan pajak dan faktor musiman. Namun, kekuatan pasar ekspor berperan besar dalam menjaga pertumbuhan industri NEV dan otomotif secara keseluruhan.

Pergerakan pasar ini mengindikasikan pabrik otomotif dan pembuat kebijakan perlu menyesuaikan strategi, khususnya dalam mendukung ekspansi internasional dan menjaga momentum pengembangan teknologi kendaraan hijau. Penguatan segmen ekspor diyakini menjadi kunci agar sektor otomotif China tetap kompetitif dan berkembang di era transformasi energi global.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait

Back to top button