BYD Blade Battery Generasi Kedua Hadir, Isi Daya Mobil Listrik Cuma 5 Menit Bawa Revolusi Mobilitas Elektrik

BYD, produsen otomotif terkemuka asal Tiongkok, secara resmi meluncurkan Blade Battery Generasi Kedua beserta teknologi FLASH Charging yang revolusioner. Teknologi ini memungkinkan pengisian daya mobil listrik dari level 10% hingga 70% hanya dalam waktu 5 menit, selevel durasi mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.

Inovasi ini hadir untuk mengatasi dua tantangan utama kendaraan listrik, yaitu waktu pengisian yang lama dan menurunnya performa baterai di suhu ekstrem. Wang Chuanfu, Chairman BYD, menekankan bahwa solusi ini penting agar transisi ke kendaraan listrik bisa diterima secara luas oleh masyarakat.

Keunggulan Blade Battery Generasi Kedua

Blade Battery generasi terbaru menghadirkan peningkatan kepadatan energi sebesar 5% dibandingkan versi sebelumnya. Melalui riset intensif selama enam tahun, BYD berhasil menciptakan baterai yang mampu mengisi daya dengan sangat cepat namun tetap aman dan tahan lama.

Salah satu bukti nyata kapasitas baterai ini terdapat pada model Denza Z9GT yang dilengkapi baterai Blade Gen 2, mampu menempuh jarak hingga 1.036 km dalam satu kali pengisian penuh. Selain itu, sistem manajemen termal cerdas pada baterai ini membantu mengeluarkan panas secara efektif sehingga menjaga keamanan dan performa optimal.

Performa Stabil dalam Suhu Ekstrem

Teknologi ini juga mampu beroperasi dengan baik di suhu sangat rendah hingga -30°C. Penurunan performa saat pengisian hanya sekitar 3 menit lebih lama dibandingkan suhu ruang biasa. Hal ini tentu menjadi keuntungan bagi pengguna di wilayah bersuhu dingin atau ekstrem.

Teknologi FLASH Charging

BYD tidak hanya berinovasi pada baterai, tetapi juga pada infrastruktur pengisian daya. FLASH Charging yang diperkenalkan memiliki kapasitas output single connector hingga 1.500 kW. Sistem ini dirancang dengan integrasi penyimpanan energi berkapasitas besar agar tidak memberikan beban berlebih pada jaringan listrik lokal.

Desain charger pun dirombak menjadi T-shaped pulley charger dengan konsep "Zero-Gravity". Desain ini memudahkan pengguna mengangkat konektor dengan ringan dan menjaga kabel tetap bersih karena tidak menyentuh tanah.

Rencana Ekspansi dan Ketersediaan

BYD menargetkan pembangunan 20.000 stasiun FLASH Charging di Cina pada akhir tahun 2026. Infrastruktur tersebut juga rencananya akan terbuka untuk umum sebagai bagian dari pengembangan ekosistem transportasi ramah lingkungan. Namun, sampai saat ini, teknologi Blade Battery Generasi Kedua dan FLASH Charging baru dapat dinikmati oleh masyarakat Tiongkok.

Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan belum ada waktu pasti kapan teknologi ini hadir di Indonesia. Meski demikian, BYD berharap teknologi ini dapat menjawab kebutuhan seluruh kalangan di masa depan.

Visi Mobilitas Hijau BYD

Peluncuran inovasi ini merupakan bagian dari visi "Three Green Dreams" BYD sejak 2006, yang meliputi pengembangan integrasi energi surya, penyimpanan energi, dan teknologi pengisian daya. Inovasi dalam Blade Battery Generasi Kedua dan FLASH Charging memperkuat posisi BYD sebagai pelopor percepatan kendaraan listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Berbagai pengembangan ini menunjukkan komitmen BYD dalam mendukung transisi global menuju transportasi berkelanjutan. Teknologi battery dan charging yang lebih cepat serta tahan kondisi ekstrem memberi harapan baru bagi masa depan mobil listrik yang praktis dan aman bagi pengguna di berbagai wilayah.


Highlight Teknologi BYD Blade Battery Gen 2 dan FLASH Charging

  1. Pengisian 10% ke 70% dalam 5 menit, 97% dalam 9 menit
  2. Peningkatan kepadatan energi 5% dari generasi sebelumnya
  3. Jangkauan kendaraan model Denza Z9GT hingga 1.036 km per pengisian
  4. Performa stabil hingga suhu -30°C, hanya selisih 3 menit
  5. FLASH Charging dengan output single connector 1.500 kW
  6. Desain charger ergonomis T-shaped pulley, konsep "Zero-Gravity"
  7. Rencana pembangunan 20.000 stasiun pengisian di Cina hingga akhir 2026

Inovasi BYD ini diharapkan menghilangkan kekhawatiran soal jarak tempuh dan antrean pengisian yang selama ini menjadi hambatan utama adopsi mobil listrik. Implementasi teknologi canggih ini memicu harapan baru bahwa pengisian baterai cepat, aman, dan efisien kini bukan lagi angan-angan di industri otomotif global.

Source: www.oto.com

Berita Terkait

Back to top button