Smart, perusahaan joint venture antara Mercedes-Benz dan Geely, mengumumkan penarikan (recall) terhadap 18.217 unit kendaraan listrik (EV) di China. Recall ini dilakukan karena adanya risiko kebakaran yang berasal dari masalah baterai pada model Smart #1 dan Smart #3.
Recall tersebut resmi didaftarkan ke Administrasi Pengawasan Pasar Negara China (SAMR) dan mencakup kendaraan yang diproduksi antara tahun 2022 hingga 2023. Dari jumlah tersebut, 16.072 unit adalah Smart #1 BEV, sementara 2.145 unit lainnya adalah Smart #3. Proses recall akan dimulai pada 17 Maret 2026.
Penyebab Recall dan Resiko Kebakaran Baterai
Masalah utama recall ini berkaitan dengan ketidakseragaman dalam proses produksi baterai bertegangan tinggi. Ketidakkonsistenan komponen baterai ini dapat menyebabkan peningkatan resistansi internal yang abnormal setelah penggunaan jangka panjang. Kondisi ini berpotensi menurunkan performa baterai maupun memicu fenomena thermal runaway.
Thermal runaway merupakan kejadian di mana suhu baterai meningkat secara drastis, sehingga bisa menyebabkan kebakaran yang membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang. Ancaman ini yang menjadi alasan utama pelaksanaan recall demi memastikan keamanan pengguna kendaraan.
Langkah Penanganan oleh Smart
Sebagai respons, Smart akan melakukan inspeksi dan diagnosis jarak jauh bagi seluruh kendaraan terdampak. Bagi unit yang belum mendapatkan perbaikan, Smart berkomitmen untuk mengganti secara gratis seluruh rangkaian baterai guna menghilangkan risiko kebakaran. Hal ini sesuai pengumuman resmi perusahaan.
Pemilik kendaraan #1 dan #3 akan mendapatkan pemberitahuan dini melalui platform cloud Smart jika ditemukan potensi bahaya. Dalam situasi darurat seperti munculnya peringatan overheating di dashboard, pemilik disarankan untuk segera berhenti dan menjauh dari kendaraan demi keselamatan.
Konteks Lebih Luas dan Isu Baterai di Industri EV Geely
Recall ini mengikuti penarikan serupa dari merek saudara Smart, yakni Zeekr, yang menarik sebanyak 38.277 EV karena risiko thermal runaway. Insiden ini mencerminkan pengawasan ketat pada kualitas baterai di industri kendaraan listrik.
Sebelumnya, Geely yang merupakan induk usaha Smart dan Zeekr, menuntaskan sengketa hukum dengan pemasok baterai Sunwoda terkait kualitas produk. Dalam penyelesaian tersebut, Sunwoda setuju menanggung sebagian besar biaya penggantian baterai yang bermasalah pada mobil-mobil terdampak.
Dampak dan Implikasi Recall bagi Konsumen dan Produsen
Recall besar-besaran ini menunjukkan betapa krusialnya standar produksi dan kontrol kualitas baterai kendaraan listrik. Di tengah tren pertumbuhan pesat pasar EV China, kejadian seperti ini menjadi peringatan penting bagi produsen untuk meningkatkan kualitas dan keamanan.
Bagi konsumen, tindakan recall yang cepat dan penggantian baterai gratis sangat penting untuk menjaga kepercayaan dan melindungi keselamatan. Smart dan Geely menegaskan komitmen mereka terhadap standar keamanan dan transparansi dalam menghadapi isu teknis yang berisiko tinggi.
Rekapitulasi Data Recall Smart EVs
- Jumlah unit terdampak: 18.217 EV
- Model: Smart #1 (16.072 unit) dan Smart #3 (2.145 unit)
- Periode produksi: 2022–2023
- Risiko: thermal runaway akibat ketidakkonsistenan baterai
- Tindakan: pemeriksaan dan penggantian baterai tanpa biaya
- Jadwal recall: mulai 17 Maret 2026
Recall ini tidak hanya menjadi sorotan utama bagi industri otomotif di China, tetapi juga memperlihatkan pentingnya monitoring menyeluruh terhadap komponen kritis pada kendaraan listrik. Geely dan Smart berharap dengan penarikan ini, keamanan dan reputasi merek dapat tetap terjaga di tengah persaingan pasar EV global.
