Tesla Bangkit di Pasar China Februari, Model Y Menguasai dengan Pangsa Terbesar Hampir 2 Tahun Terakhir

Tesla berhasil mencatatkan rebound penjualan ritel yang signifikan di pasar China pada Februari. Penjualan mencapai 38.206 unit, meningkat 42,68% secara tahunan dan melonjak 106,69% dibandingkan bulan sebelumnya menurut data dari China Passenger Car Association (CPCA).

Kenaikan ini berlangsung di tengah penurunan tajam pasar mobil listrik di China, yang menunjukkan kontraksi 34,9% untuk penjualan BEV dan 32% untuk NEV secara tahunan. Tesla justru berhasil memperbesar pangsa pasarnya menjadi 13,74% untuk kendaraan listrik baterai (BEV) dan 8,23% untuk kendaraan energi baru (NEV). Ini merupakan posisi tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir sejak April lalu.

Model Y Jadi Motor Pemulihan Penjualan Tesla

Model Y menjadi kontributor utama dalam lonjakan penjualan Tesla di China. Penjualan Model Y melonjak hingga 215,84% secara tahunan menjadi 25.286 unit. Bahkan, kendaraan ini mencatatkan volume wholesale tertinggi di kelasnya dengan 41.404 unit terjual, menjadikannya kendaraan penumpang terlaris pada bulan tersebut.

Meskipun Tesla menunjukkan performa positif, persaingan dari produsen lokal makin ketat. Xiaomi, misalnya, menyalip Model Y sebagai mobil listrik terlaris di China pada Januari dengan model SUV-nya, Xiaomi SU7. Namun, angka penjualan Xiaomi YU7 pada Februari menunjukkan penurunan 46,67% dari bulan sebelumnya dengan total 20.196 unit.

Perkembangan Ekspor dan Penjualan Total Tesla China

Ekspor dari pabrik Tesla di Shanghai mengalami penurunan yang cukup signifikan pada Februari. Volume ekspor tercatat sebanyak 20.393 unit, turun hampir 60% dari Januari. Penurunan ini terjadi saat ekspor Tesla mencapai rekor tertinggi kedua pada bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, total volume wholesale Tesla di China meliputi penjualan domestik dan ekspor mencapai 58.599 unit pada Februari. Jumlah ini meningkat 90,95% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, namun turun 15,23% dibandingkan bulan Januari.

Data Penjualan Tesla di China 2026 (Februari)

Kategori Volume Unit Pertumbuhan YoY Persentase Pasar
Penjualan Ritel Tesla 38.206 +42,68%
Penjualan Model Y (ritel) 25.286 +215,84%
Pasar BEV (porsi Tesla) 13,74%
Pasar NEV (porsi Tesla) 8,23%
Ekspor dari pabrik Shanghai 20.393 -59,73% (vs Jan)
Total penjualan wholesale (dom+ekspor) 58.599 +90,95%

Dinamika Pasar Kendaraan Listrik di China

Pasar kendaraan listrik baterai di China secara keseluruhan mengalami perlambatan tajam. Penjualan BEV turun ke 278.000 unit pada Februari, menandakan pelemahan 34,9% secara tahunan. Penurunan juga terjadi pada pasar NEV yang menyusut hingga 32% menjadi 464.000 unit.

Kondisi ini memaksa Tesla untuk lebih agresif mempertahankan pangsa pasarnya. Sementara itu, penurunan ekspor mengindikasikan tantangan di luar pasar domestik, terutama dalam konteks ketegangan kompetitif dengan produsen mobil listrik lokal dan global.

Tekanan Persaingan dan Strategi Tesla

Tesla menghadapi tekanan yang meningkat dari rival domestik yang semakin agresif di pasar China. Xiaomi, sebagai salah satu pesaing utama, berhasil merebut posisi teratas pada bulan sebelumnya. Meski demikian, penurunan penjualan model rivalnya pada Februari memberi sinyal ketegangan kompetisi yang dinamis.

Tesla terus mengandalkan Model Y sebagai produk andalan untuk mengembalikan momentum pertumbuhan. Penyesuaian strategi penjualan dan produksi diyakini akan menjadi kunci dalam menjaga performa pasar yang kritis ini.

Peningkatan pangsa pasar Tesla di tengah perlambatan industri menunjukkan kekuatan merek dan inovasi produk sebagai faktor utama. Tren ini penting bagi investor dan pengamat otomotif yang mencermati evolusi lanskap kendaraan listrik di pasar terbesar dunia.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version