Yamaha Tracer 7 vs Triumph Tiger Sport 660, Pilih Mesin Responsif atau Triple Halus Untuk Touring?

Yamaha Tracer 7 dan Triumph Tiger Sport 660 adalah dua motor sport-touring menengah yang kini hadir di pasar Inggris. Keduanya menawarkan kombinasi performa sporty dan kenyamanan untuk perjalanan jauh sekaligus cocok untuk penggunaan harian. Namun, perbedaan pada konfigurasi mesin dan fitur membuat keduanya punya karakteristik unik yang menarik untuk dibandingkan.

Tracer 7 mengandalkan mesin dua silinder segaris 689cc dari keluarga CP2 Yamaha dengan tenaga 72 hp dan torsi 68 Nm. Karakter mesin ini lebih responsif di putaran bawah hingga menengah, sehingga memberikan akselerasi yang enak dipakai sehari-hari maupun saat touring. Sasisnya memakai rangka diamond steel dengan suspensi depan teleskopik dan belakang link-type swingarm, menawarkan travel suspensi 130 mm di depan dan 142 mm di belakang. Sistem pengereman terdiri dari dual disc 298 mm di depan dan disc 245 mm belakang dengan ABS.

Sedangkan Triumph Tiger Sport 660 dibekali mesin tiga silinder 660cc dengan tenaga yang lebih besar, yakni 93,8 hp dan torsi masih sama di 68 Nm. Mesin triple ini memberikan sensasi halus dan lebih bertenaga di putaran atas, cocok bagi pengendara yang suka performa sporty lebih terasa. Rangka tubular steel perimeter dipadukan suspensi depan upside-down Showa 41 mm dan monoshock belakang dengan pengaturan preload hidrolik memberikan handling yang stabil dan nyaman. Travel suspensi di kedua roda sekitar 150 mm, sedikit lebih besar dari Tracer 7. Rem depan menggunakan dual disc 310 mm dengan kaliper Nissin, meningkatkan performa pengereman.

Dari sisi teknologi, kedua motor sudah dilengkapi ride-by-wire, traction control, dan cruise control. Tracer 7 memiliki Yamaha Ride Control (YRC) dengan riding mode yang cukup lengkap dan layar TFT 5 inci dengan konektivitas smartphone. Triumph memperkaya fitur dengan 3 mode berkendara, cornering ABS berbasis IMU, quickshifter dua arah, serta tampilan TFT yang juga menawarkan konektivitas. Kapasitas tangki Tiger Sport 660 sedikit lebih besar, yakni 18,6 liter dibanding Tracer 7 yang 18 liter.

Bobot Tracer 7 yang hanya 197 kg membuatnya sedikit lebih ringan dibanding Tiger Sport 660 yang memiliki bobot basah 211 kg. Dimensi ini memberi keuntungan dalam kelincahan dan kemudahan bermanuver terutama di perkotaan. Namun, bobot lebih berat pada Triumph memang sepadan dengan rangka dan suspensi premium yang ditawarkan, cocok untuk touring jarak jauh dan kecepatan tinggi.

Harga menjadi salah satu faktor pembeda penting, di mana Yamaha Tracer 7 dibanderol mulai 8.904 Pound Sterling atau sekitar Rp 202,1 jutaan. Triumph Tiger Sport 660 sedikit lebih mahal dengan harga mulai 9.295 Pound Sterling atau sekitar Rp 210,9 jutaan di Inggris. Perbedaan harga sekitar Rp 8,8 jutaan ini mencerminkan peningkatan fitur dan performa Tiger Sport 660.

Secara ringkas, pilihan antara Yamaha Tracer 7 dan Triumph Tiger Sport 660 bergantung pada kebutuhan pengendara. Tracer 7 cocok untuk yang menginginkan motor sport-touring ringan, responsif dan cukup nyaman dengan harga yang lebih terjangkau. Sementara Triumph Tiger Sport 660 lebih menyasar segmen penggemar mesin tiga silinder dengan performa tinggi, suspensi dan fitur lebih premium, serta kenyamanan ekstra untuk perjalanan jauh.

Duel kedua motor ini menghadirkan alternatif menarik di kelas sport-touring menengah ke atas yang tren-nya terus berkembang. Konsumen dapat mempertimbangkan karakter mesin, fitur teknologi, kenyamanan suspensi, dan anggaran sebelum menentukan motor mana yang paling sesuai gaya berkendara dan kebutuhan touring sehari-hari.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: ridertua.com

Berita Terkait

Back to top button