XPENG G6 dan X9 Tampil Seimbang di IIMS 2026, Dominasi Terpecah Antara Model dan Pembayaran

XPENG menunjukkan penerimaan pasar yang berimbang antara dua model utamanya, G6 dan X9, selama pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Debut perdana XPENG di pameran otomotif ini berhasil mencatatkan komposisi penjualan yang hampir setara antara kedua model tersebut, setelah sebelumnya penjualan XPENG didominasi oleh model X9.

VP Marketing XPENG Indonesia, Hari Arifianto, menjelaskan bahwa pada gelaran IIMS 2026, penjualan G6 mulai meningkat signifikan dan berhasil mencapai rasio hampir 50 persen dari total penjualan, mengimbangi model X9 yang sebelumnya menguasai sekitar 80 persen penjualan merek ini. Hal ini menunjukkan adanya diversifikasi minat konsumen terhadap dua model XPENG yang menawarkan fitur dan segmentasi berbeda.

Keseimbangan Antara Model G6 dan X9

Persentase penjualan yang seimbang antara G6 dan X9 menandakan strategi pemasaran XPENG yang mulai berjalan efektif. Model G6 yang dibanderol mulai dari Rp599 juta hingga Rp679 juta menawarkan pilihan yang lebih terjangkau untuk konsumen kelas menengah ke atas. Sedangkan X9, yang dipatok mulai Rp990 juta sampai Rp1,099 miliar, tetap diminati oleh segmen premium. Keberhasilan keduanya di pasar setempat membuktikan bahwa XPENG mampu menarik berbagai segmen pembeli di pasar kendaraan listrik Indonesia.

Skema Pembayaran Mulai Berimbang

Selain distribusi model, XPENG juga mencatat pergeseran pola pembayaran dari pembelian kendaraan. Pada masa pra-IIMS, mayoritas transaksi dilakukan secara tunai, terutama untuk model X9. Namun, selama IIMS 2026, komposisi pembayaran antara cash dan kredit mulai berimbang. Kondisi ini dipengaruhi oleh naiknya permintaan G6 yang sejalan dengan meningkatnya minat pelanggan menggunakan skema kredit.

Hari Arifianto mengemukakan bahwa model G6 yang menaikkan pangsa pasar diikuti oleh peningkatan transaksi menggunakan skema kredit. “Karena sebelumnya banyak X9, maka pembayaran tunai juga banyak. Nah sekarang dengan naiknya G6, pembayaran kredit ikut meningkat,” jelasnya. Tren ini bisa jadi indikator kematangan pasar kendaraan listrik premium di Indonesia, di mana konsumen mulai memanfaatkan opsi pembiayaan untuk memiliki mobil listrik.

Strategi XPENG Dalam Meraih Pasar Indonesia

XPENG memasuki pasar Indonesia awal tahun lalu dan langsung disambut antusias oleh konsumen. Melihat data penerimaan seimbang antara model G6 dan X9 selama pameran, XPENG menunjukkan kemampuannya dalam menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan konsumen lokal. Dengan dua varian yang berbeda dalam segmen premium, XPENG berhasil memberikan pilihan yang luas bagi pembeli mobil listrik.

Secara umum, strategi XPENG yang memperkuat posisi keduanya sekaligus membuka opsi pembayaran yang fleksibel menjadi strategi yang efektif di pasar kendaraan listrik Indonesia. Penerimaan yang berimbang ini sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan yang solid bagi XPENG kedepannya.

Tabel Perbandingan Model XPENG di IIMS 2026

Model Rentang Harga (Rp) Pangsa Penjualan IIMS 2026 Dominasi Sebelumnya (%)
G6 599 juta – 679 juta Sekitar 50% Dibawah 20%
X9 990 juta – 1,099 miliar Sekitar 50% 80%

Dengan pencapaian di IIMS 2026, XPENG memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di pasar kendaraan listrik Indonesia. Model G6 dan X9 menunjukkan penerimaan yang seimbang dan pola pembayaran yang lebih fleksibel, menggambarkan perkembangan pasar yang semakin dinamis dan terbuka untuk berbagai segmen konsumen premium.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.bincangbincangmobil.com

Berita Terkait

Back to top button