PT Astra Honda Motor kembali menggelar program Mudik Balik Bareng Honda untuk memfasilitasi konsumen yang ingin pulang kampung dengan lebih aman dan nyaman. Pada penyelenggaraan ke-18 ini, ribuan pengguna motor Honda diberangkatkan dengan bus dan pengiriman sepeda motor ke kota tujuan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Program ini menjadi salah satu layanan mudik yang paling dinanti oleh pengguna sepeda motor, terutama bagi mereka yang ingin mengurangi risiko perjalanan jarak jauh dengan berkendara sendiri. Skema yang dipakai tetap mengutamakan keselamatan, yaitu pemudik berangkat menggunakan bus sementara sepeda motor dikirim lebih dulu dengan truk pengangkut.
Ribuan pemudik dan ratusan kendaraan diberangkatkan
Berdasarkan data yang disampaikan AHM, sebanyak 2.521 pemudik diberangkatkan menggunakan 60 bus eksekutif. Tujuan keberangkatan tahun ini terbagi ke dua kota, yakni Yogyakarta dan Semarang.
Dari jumlah tersebut, 1.601 pemudik menuju Yogyakarta. Sementara 920 pemudik lainnya diberangkatkan ke Semarang, Jawa Tengah.
AHM juga mengangkut 1.116 unit sepeda motor milik peserta. Kendaraan itu lebih dulu diberangkatkan menggunakan 32 truk pengangkut dari area parkir Bhanda Ghara Reksa, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pelepasan pemudik dilakukan dari AHM Sunter, Jakarta Utara, pada pagi hari. Pola ini dirancang agar peserta bisa tetap menikmati mudik bersama keluarga tanpa harus kelelahan menempuh perjalanan panjang dengan motor.
Fokus pada mudik yang lebih aman
Dalam keterangan resminya, General Manager Honda Customer Care Center Division AHM, Antok Yuniarso, menegaskan bahwa mudik memiliki arti penting bagi masyarakat Indonesia. Menurut dia, momen ini bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga waktu untuk kembali berkumpul dengan keluarga.
“Melalui Mudik Balik Bareng Honda, kami ingin membantu para konsumen setia Honda menjalani perjalanan tersebut dengan lebih aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujar Antok di Jakarta. Pernyataan itu menegaskan bahwa aspek layanan tidak hanya soal transportasi, tetapi juga pengalaman mudik yang lebih tertata.
Skema mudik seperti ini dinilai relevan karena perjalanan jarak jauh dengan sepeda motor tetap memiliki risiko tinggi, terutama saat arus mudik padat. Dengan bus eksekutif dan pengangkutan motor secara terpisah, beban fisik pengendara dapat ditekan dan peluang terjadinya kecelakaan di jalan bisa dikurangi.
Motor lama juga ikut mudik
Menariknya, peserta program ini tidak hanya membawa motor keluaran baru. AHM mencatat ada pula beberapa motor berusia tua yang tetap ikut dalam program mudik tahun ini.
Antok menyebut salah satu temuan menarik adalah keberadaan motor CB lawas. Menurut dia, setidaknya ada dua hingga tiga unit motor tua yang terpantau ikut, diduga berasal dari komunitas, dengan kondisi lengkap dan dinilai laik jalan.
Fakta ini menunjukkan bahwa program mudik bersama tidak hanya diikuti pengguna motor harian modern. Komunitas pemilik motor klasik pun masih melihat layanan ini sebagai pilihan yang aman dan praktis untuk perjalanan pulang kampung.
Pembagian kuota tujuan mudik
Berikut rincian keberangkatan peserta dan kendaraan dalam program MBBH:
- Jumlah pemudik: 2.521 orang
- Jumlah bus: 60 unit bus eksekutif
- Tujuan Yogyakarta: 1.601 pemudik
- Tujuan Semarang: 920 pemudik
- Jumlah sepeda motor yang diangkut: 1.116 unit
- Jumlah truk pengangkut motor: 32 unit
Data tersebut memperlihatkan skala program yang cukup besar. AHM tidak hanya mengurus transportasi penumpang, tetapi juga logistik kendaraan peserta secara terpisah dan terorganisasi.
Edukasi keselamatan tetap jadi perhatian
Selain menyediakan sarana keberangkatan, AHM juga menyisipkan edukasi keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman. Materi ini diberikan sejak masa pendaftaran agar peserta memahami cara mudik yang lebih tertib dan aman.
Peserta diingatkan untuk memperhatikan kapasitas penumpang dan membawa barang sesuai ketentuan. Pesan ini penting karena pelanggaran muatan dan kebiasaan membawa barang berlebihan masih sering menjadi faktor risiko saat musim mudik.
Langkah edukatif seperti ini menambah nilai program karena tidak berhenti pada layanan transportasi semata. AHM juga berupaya membangun kesadaran bahwa keselamatan harus dimulai sebelum perjalanan dilakukan.
Program mudik bersama semacam ini terus menjadi alternatif yang relevan di tengah tingginya mobilitas saat libur panjang. Bagi pengguna motor Honda, layanan ini memberi pilihan pulang kampung yang lebih terencana, sambil memastikan sepeda motor tetap bisa digunakan setibanya di kota tujuan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com








