H-9 Lebaran Arus di Tol Nusantara Mulai Menanjak, Puncak Mudik Sudah di Depan Mata

Arus mudik Lebaran di tol Regional Nusantara mulai menunjukkan kenaikan pada H-9. Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division mencatat volume kendaraan di empat ruas tol utama mencapai 366.528 kendaraan pada periode H-10 hingga H-9.

Angka itu naik 0,46 persen dibandingkan kondisi normal yang berada di level 364.860 kendaraan. Kenaikan ini menjadi sinyal awal bahwa mobilitas pemudik di luar koridor tol Jawa mulai bergerak lebih tinggi menjelang hari raya.

Lalu lintas mulai padat di empat ruas tol

Empat ruas yang tercatat mengalami peningkatan ialah Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa, Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi, Tol Balikpapan–Samarinda, dan Tol Manado–Bitung. Data ini menunjukkan sebaran pergerakan kendaraan tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan, tetapi juga terjadi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Ruas dengan volume terbesar masih berada di Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa. Di jalur ini, total kendaraan yang melintas mencapai 172.205 unit atau tumbuh 1,14 persen dari kondisi normal sebanyak 170.270 kendaraan.

Pergerakan kendaraan di sekitar Medan juga terlihat dari aktivitas Gerbang Tol Amplas. Sebanyak 38.496 kendaraan tercatat melintas menuju Kota Medan, naik 1,37 persen dibandingkan angka normal 37.974 kendaraan.

Sementara itu, kendaraan yang keluar dari Kota Medan melalui GT Amplas mencapai 41.415 unit. Jumlah ini meningkat 3,08 persen dari lalu lintas normal sebesar 40.179 kendaraan.

Tol menuju bandara dan antarkota ikut naik

Peningkatan juga terjadi di Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi. Jasa Marga mencatat 30.474 kendaraan melintas di ruas ini, atau naik 3,99 persen dari kondisi normal 29.305 kendaraan.

Dari angka tersebut, 9.357 kendaraan masuk melalui GT Kualanamu dari arah Bandar Udara Internasional Kualanamu. Volume ini tumbuh 1,17 persen dibandingkan trafik normal sebanyak 9.249 kendaraan.

Kenaikan di ruas MKTT memperlihatkan pentingnya konektivitas antara bandara, pusat kota, dan kawasan hinterland selama masa mudik. Jalur ini kerap menjadi penghubung utama bagi perjalanan keluarga, distribusi logistik ringan, dan mobilitas penumpang dari penerbangan domestik.

Di Kalimantan, Tol Balikpapan–Samarinda mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding dua ruas di Sumatera. Volume kendaraan mencapai 20.855 unit, naik 7,16 persen dari kondisi normal sebesar 19.462 kendaraan.

Adapun Tol Manado–Bitung menjadi ruas dengan lonjakan tertinggi secara persentase. Di jalur ini, lalu lintas mencapai 14.327 kendaraan atau meningkat 9,58 persen dari angka normal 13.075 kendaraan.

Gambaran kenaikan di tiap ruas

Berikut ringkasan data lalu lintas yang dilaporkan Jasa Marga:

  1. Belawan–Medan–Tanjung Morawa: 172.205 kendaraan, naik 1,14 persen.
  2. Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi: 30.474 kendaraan, naik 3,99 persen.
  3. Balikpapan–Samarinda: 20.855 kendaraan, naik 7,16 persen.
  4. Manado–Bitung: 14.327 kendaraan, naik 9,58 persen.

Data itu memperlihatkan bahwa tren kenaikan sudah terjadi sebelum puncak arus mudik. Dalam pola tahunan, fase H-10 hingga H-9 sering menjadi periode awal pergeseran perjalanan, terutama bagi pemudik yang ingin menghindari kepadatan puncak.

Prediksi puncak arus mudik dan diskon tarif

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak kepadatan. Menurut dia, puncak arus mudik di Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa dan Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi diperkirakan terjadi pada 17 Maret.

Rivan juga menyebut adanya diskon tarif tol 30 persen di sejumlah ruas milik Jasa Marga Group. Insentif itu termasuk berlaku di ruas Belmera dan MKTT untuk mendistribusikan lalu lintas lebih merata pada periode mudik.

Program potongan tarif di ruas Trans Sumatra diberlakukan pada 15 Maret pukul 00.00 WIB hingga 16 Maret pukul 24.00 WIB. Skema ini berpotensi mendorong pengguna jalan berangkat lebih awal sekaligus mengurangi tekanan saat hari puncak.

Dari sisi manajemen lalu lintas, kebijakan tarif murah sering dipakai operator tol untuk memecah konsentrasi kendaraan. Langkah itu dinilai efektif bila dibarengi informasi trafik real time, kesiapan gardu transaksi, dan kepatuhan pengguna jalan terhadap pengaturan petugas.

Imbauan bagi pengguna jalan tol

Jasa Marga meminta pengguna jalan menyiapkan perjalanan dengan lebih matang selama libur panjang Lebaran. Pengemudi diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima, tubuh tetap fit, bahan bakar cukup, dan saldo uang elektronik tersedia sebelum masuk tol.

Pengguna jalan juga diingatkan untuk mematuhi rambu dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Imbauan ini penting karena kenaikan volume pada H-9 menunjukkan arus mudik sudah bergerak, sementara potensi kepadatan diperkirakan terus bertambah mendekati pertengahan Maret di sejumlah ruas strategis Regional Nusantara.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com
Exit mobile version