Diskon Tol Batang-Semarang Berlaku, Arus Kendaraan ke Timur Trans-Jawa Meningkat

Program diskon tarif Tol Batang–Semarang mulai berdampak pada mobilitas kendaraan di koridor Trans-Jawa. Di saat potongan tarif diberlakukan, PT Jasamarga Transjawa Tol mencatat kenaikan arus lalu lintas menuju wilayah timur, termasuk pergerakan yang melintasi sejumlah gerbang tol utama di Jawa Tengah.

Data JTT menunjukkan lalu lintas kendaraan menjelang libur Lebaran meningkat di beberapa titik strategis. Kondisi ini menjadi perhatian operator jalan tol karena kenaikan volume kendaraan biasanya terjadi bertahap sejak periode pra-mudik hingga arus balik.

Diskon tarif Tol Batang–Semarang mulai berlaku

PT Jasamarga Semarang Batang, anak usaha JTT yang mengelola ruas Batang–Semarang, memberlakukan potongan tarif tol hingga 23 persen. Program ini berlaku untuk seluruh transaksi di gerbang tol ruas Batang–Semarang sejak pertengahan Maret hingga akhir Maret.

VP Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo mengatakan potongan tarif itu disiapkan untuk memberi perjalanan yang lebih hemat. Kebijakan ini juga diarahkan untuk membantu distribusi arus kendaraan selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Menurut Ria, pengguna jalan dapat memanfaatkan diskon tersebut pada periode yang telah ditentukan operator. Pernyataan ini menegaskan bahwa insentif tarif tidak hanya ditujukan untuk meringankan biaya perjalanan, tetapi juga untuk mendukung kelancaran lalu lintas di jaringan Trans-Jawa.

Arus ke timur Trans-Jawa meningkat

JTT mencatat 62.503 kendaraan melintas menuju arah timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama pada periode H-10 hingga H-9. Angka itu naik 13,68 persen dibandingkan lalu lintas normal yang tercatat 54.982 kendaraan.

Kenaikan juga terjadi untuk arus dari wilayah timur Trans-Jawa menuju Jakarta melalui gerbang yang sama. Tercatat 56.391 kendaraan melintas, atau meningkat 8,98 persen dari kondisi normal sebanyak 51.742 kendaraan.

Untuk mengantisipasi lonjakan itu, operator mengoperasikan 16 gardu tol di GT Cikampek Utama. Langkah ini dilakukan agar transaksi tetap lancar dan antrean kendaraan bisa ditekan saat volume lalu lintas mulai naik.

Peningkatan arus di Cikampek Utama memberi gambaran awal bahwa pergerakan kendaraan menuju jalur utama mudik sudah mulai terbentuk. Ruas ini menjadi indikator penting karena menghubungkan perjalanan dari Jabodetabek menuju berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pergerakan kendaraan di Jawa Tengah

Di wilayah Jawa Tengah, kenaikan arus terlihat di GT Kalikangkung. Kendaraan menuju Semarang tercatat 34.496 unit, naik 8,29 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Sementara itu, kendaraan yang meninggalkan Semarang melalui GT Kalikangkung mencapai 29.366 unit. Jumlah tersebut meningkat 1,94 persen, menunjukkan pergerakan dua arah tetap aktif di jalur ini.

Kondisi serupa terlihat di GT Banyumanik. Arus menuju Solo tercatat 44.356 kendaraan, atau naik 6,91 persen.

Untuk arah Jakarta, volume kendaraan di GT Banyumanik mencapai 34.670 unit. Angka itu meningkat 6,26 persen dibandingkan kondisi normal.

Kenaikan di Kalikangkung dan Banyumanik memperlihatkan bahwa koridor tengah Jawa mulai padat lebih awal. Ruas Batang–Semarang yang mendapat potongan tarif berpotensi ikut menjadi pilihan pengguna jalan yang ingin perjalanan lebih efisien.

Pergerakan kendaraan di Jawa Timur

Di wilayah Jawa Timur, JTT juga mencatat dinamika lalu lintas yang beragam. Di GT Warugunung, kendaraan menuju Surabaya mencapai 40.620 unit atau naik 6,27 persen.

Arus ke arah Jakarta melalui GT Warugunung tercatat 38.659 kendaraan. Jumlah itu meningkat 6,45 persen dari lalu lintas normal.

Berbeda dengan titik lain, GT Kejapanan Utama justru mencatat penurunan volume kendaraan. Sebanyak 40.029 kendaraan menuju Malang, turun 5,71 persen, sedangkan arah Surabaya tercatat 40.322 kendaraan atau turun 13,14 persen.

Di GT Singosari, kendaraan menuju Malang tercatat 23.276 unit. Angka ini turun 2,10 persen, sementara arus menuju Surabaya mencapai 22.194 kendaraan atau naik 2,06 persen.

Rincian data lalu lintas utama

Berikut ringkasan volume kendaraan yang dicatat JTT di sejumlah gerbang tol:

  1. GT Cikampek Utama ke arah timur: 62.503 kendaraan, naik 13,68 persen.
  2. GT Cikampek Utama ke arah Jakarta: 56.391 kendaraan, naik 8,98 persen.
  3. GT Kalikangkung menuju Semarang: 34.496 kendaraan, naik 8,29 persen.
  4. GT Banyumanik menuju Solo: 44.356 kendaraan, naik 6,91 persen.
  5. GT Warugunung menuju Surabaya: 40.620 kendaraan, naik 6,27 persen.

Kombinasi diskon tarif dan peningkatan mobilitas menunjukkan bahwa ruas Batang–Semarang akan menjadi salah satu jalur yang perlu dicermati selama periode perjalanan Lebaran. Pengguna jalan yang melintas di koridor ini tetap perlu memantau informasi resmi dari operator tol terkait jadwal diskon, kondisi lalu lintas, dan pengaturan transaksi di gerbang tol agar perjalanan berlangsung lebih lancar.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button